Warga Gereja dan Masyarakat Didorong Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Penulis :

Lucky suryani

Jakarta, Traznews. Com 29 September 2025 – Aula Graha Bethel Indonesia (GBI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, siang tadi dipenuhi ratusan warga gereja dan masyarakat umum. Mereka hadir mengikuti Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diselenggarakan Yayasan Indonesia Berdoa Synergi, Graha GBI, jl. Jenderal Ahmad Yani No.65, RT.8/RW.3, Cemp. Putih Tim., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10640, Senin (29/9/2025) pukul 09.00 wib hingga selesai.

 

Acara menghadirkan Dr. Ir. Tigor Pangaribuan, Deputi Sistem dan Tata Kelola MBG, serta tokoh-tokoh lintas gereja dan masyarakat sipil, antara lain Pdt. Darwin Darmawan (Sekjen PGI), Yohanes Handoyo Budhisedjati, S.H., CCP (Ketua FORMAS), dan Cecilia T.A. Sianawati, S.H. (Ketua Umum Yayasan Indonesia Berdoa Synergi). Hadir pula Ketua PGLII Pdt. Prof. Dr. Irwan Wijaja, Pdt. Jason Balompapueng (Ketum PGPI), Eliver Rajaguguk, serta Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing beserta ibu yang berbagi pengalaman mengelola Dapur Gizi Kemala Bhayangkari.

 

MBG: Program Nasional, Kesempatan Lokal

 

Bacaan menarik :  M Ratho Priyasa : Peradi Profesional Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Bantuan Hukum untuk Masyarakat

Dalam pemaparannya, Dr. Tigor menjelaskan bahwa MBG merupakan program strategis pemerintah dengan anggaran Rp335 triliun dari APBN 2026. Tujuannya: menurunkan angka stunting, meningkatkan gizi anak-anak, memperkuat kualitas belajar di sekolah, serta membuka peluang pemberdayaan UMKM melalui dapur sehat MBG atau SPPG.

 

“Program ini bukan sekadar sosial, tetapi juga peluang ekonomi. Dengan keterlibatan gereja dan masyarakat, distribusi makanan bergizi bisa tepat sasaran, aman, dan transparan,” jelas Dr. Tigor.

 

Landasan Regulasi dan Integritas

 

Sosialisasi pembangunan Kegiatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menekankan pentingnya integritas dan kepatuhan hukum. Menurutnya, pelaksanaan MBG berlandaskan regulasi nasional:

 

UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan – menjamin hak masyarakat atas gizi yang layak

 

Perpres No. 80 Tahun 2019 – percepatan penurunan stunting

 

Peraturan Menteri Kesehatan – standar gizi anak dan protokol pangan sehat

 

Ikut hadir sebagai undangan Erles Rareral, S.H., M.H (advokat)

“Program ini besar dan strategis. Dukungan warga gereja akan optimal jika dijalankan profesional, transparan, dan sesuai aturan hukum,” tegas Erles.

Bacaan menarik :  DPP NCW Menilai Utang RI Meningkat Dan Kenapa Ijin Usaha Pertambangan Jadi Bancakan Calon Penguasa?

 

Gereja Sebagai Garam dan Terang

 

Sekjen PGI Pdt. Darwin Darmawan mengingatkan bahwa gereja tidak hanya hadir di balik tembok ibadah, tetapi juga di tengah masyarakat.

 

“Keterlibatan gereja dalam MBG adalah bentuk nyata pelayanan sosial sekaligus cinta tanah air. Inilah panggilan gereja sebagai garam dan terang dunia,” ujarnya.

 

Sementara itu, Cecilia T.A. Sianawati menutup sesi dengan ajakan agar warga gereja dan masyarakat aktif terlibat:

 

“Partisipasi di MBG adalah wujud iman yang diterjemahkan menjadi pelayanan sosial, pendidikan, dan ekonomi. Kita bukan hanya pengamat, tapi ikut menjadi bagian solusi bangsa.”

 

Meski peluangnya besar, Dr. Tigor menegaskan bahwa program MBG juga memiliki risiko yang harus diantisipasi:

 

Risiko fiskal – anggaran besar berpotensi menekan pos lain dalam APBN

 

Risiko operasional – distribusi rawan salah sasaran bila tanpa standar protokol

 

Risiko bisnis – pengelolaan dapur sehat harus profesional agar tidak merugi

 

Sejumlah peserta menyambut positif. Seorang pendeta dari Jakarta Utara menyebut program ini sebagai kesempatan luar biasa untuk memastikan anak-anak mendapat gizi layak sekaligus mendukung program pemerintah secara positif.

Bacaan menarik :  Pj Gubernur Samsudin : PW IWO Lampung Harus Miliki Struktur Organisasi yang Kuat

 

Kolaborasi Lintas Sektor

 

Acara di GBI Cempaka Putih menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, gereja, masyarakat sipil, dan dunia usaha. MBG bukan sekadar program kesehatan, tetapi juga gerakan kebangsaan yang menghidupkan nilai gotong royong dan nasionalisme.

 

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, program ini diharapkan bukan hanya memperbaiki gizi anak-anak Indonesia, melainkan juga memperkuat peran gereja dan komunitas sebagai agen perubahan sosial yang nyata.

Bagikan postingan
DIduga Revitalisasi SDN 01 UGI Tak Sesuai RAB dan Abaikan K3.
0
Wonen in Arnhem wordt makkelijker met centraalwonenarnhem.nl en de juiste ondersteuning
0
Uitgebreide kansen en luxe entertainment beleef je bij millionerscasino.co.nl in een moderne setting
0
Wujudkan Generasi Sehat Sejak Dini, Yayasan Peduli Insan Bangsa Dukung Pos Gizi Cinta Sehat di Jelupang
0
Rewarding gameplay with royal-jokers.co.uk unlocks exciting card combinations and strategic challenges for players
0
Frantic dashes and endless roads await with https://chicken-roads1.uk, a thrilling test of timing and survival
0
Spanning zoek je op met https://the-lucky-gem-casino-netherlands.nl voor een complete gokervaring en snelle uitbetalingen
0
Pemkab Lamtim Gelar Pangan Murah di Raman Aji, 2 Ton Beras Ludes Diserbu Warga
0
Wunderbare Talismane und individuelle Glücksbringer entdecken Sie bei talismanias.de jetzt online
0
Stabile Lösungen und individuelle Beratung mit https://spinationals.de für Ihren Geschäftserfolg realisieren
0
Strategic insights with https://donbets.org for informed decisions and enhanced game performance
0
Uitgebreide mogelijkheden rondom westace Casino voor spelers en beginners
0