10 Tuntutan Menggelegar! Dari Potong Gaji DPR hingga Ukur Ulang Lahan SGC

Penulis :

(Endang Hirawan)

Bandar Lampung (Traznews) – Ribuan mahasiswa bersama elemen masyarakat menduduki halaman DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025).

Mereka menegaskan perjuangan rakyat untuk keadilan agraria dan tata kelola pemerintahan bersih tak bisa lagi ditunda.

Pusat sorotan massa aksi adalah desakan pengukuran ulang Hak Guna Usaha (HGU) PT Sugar Group Companies (SGC) dan perusahaan afiliasinya: PT SIL, PT ILP, dan PT GPM. Massa menuding monopoli lahan oleh konglomerasi perkebunan tebu itu telah merampas hak rakyat Lampung.

Ketua Aliansi Komando Aksi Rakyat (Akar) Lampung, Indra Musta’in, menegaskan tuntutan ini tak bisa ditawar.

“Segera ukur ulang HGU PT SGC, ini bagian dari reforma agraria sejati. Negara wajib hadir demi rakyatnya, bukan demi oligarki,” tegasnya lantang.

Bacaan menarik :  2 Pekan Ops Sikat Krakatau Polda Lampung dan Jajaran Ungkap 355 Kasus Kejahatan

Selain agraria, massa aksi juga membacakan 10 ultimatum rakyat kepada pemerintah, antara lain: pengesahan UU Perampasan Aset, pemotongan gaji dan tunjangan DPR, pencopotan menteri bermasalah, penghentian rangkap jabatan ketua partai, hingga revolusi total kepolisian.

Aksi yang berlangsung lebih dari empat jam ini berlangsung damai, dikawal ketat aparat kepolisian. Massa bahkan ditemui langsung oleh Gubernur Lampung Ahmad Mirzani Djausal, Ketua DPRD Lampung Giri Akbar, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmi Santika, serta Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Keempatnya menandatangani pernyataan sikap bersama sebagai komitmen menyalurkan aspirasi rakyat.

“Lampung tidak boleh diam. Saya akan memperjuangkan suara adik-adik hingga ke Presiden,” ujar Gubernur Ahmad Mirzani disambut sorak dukungan massa.

Bacaan menarik :  Aku Harus Mati”, Karya Link Group International yang Menggugat Ambisi di Balik Dunia Modern

Ketua DPRD Lampung, Giri Akbar, menambahkan pihaknya siap membawa aspirasi ini ke pemerintah pusat.

Meski aksi ditutup dengan damai, massa menegaskan perjuangan belum selesai. Jika 10 tuntutan rakyat diabaikan, mereka mengancam akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar.

Aksi 1 September ini menjadi penanda bahwa api perlawanan rakyat Lampung masih menyala, dengan reforma agraria dan pengukuran ulang HGU SGC sebagai roh perjuangan utama. (*)

Bagikan postingan
AMPH Jakarta Tegaskan: Bupati Labuhanbatu dr.Hj.Maya Hasmita,Sp.OG,M.KM Tidak Boleh Disudutkan Sebelum Ada Pembuktian Hukum yang Sah
0
Perdiksi Ketum DPP PWDPI: Kasus Penyadapan Mantan Kapolri dan Sejumlah Jenderal Diprediksi Tak Akan Berlangsung Lama
0
Harga Tidak Mahal! Rasa Kuah Kaldu Bakso Tulang Tidak Kalah, Silahkan Datang Di Kedai Resto Shini
0
GRIB Jaya Jatim Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, M. Kasmu: Ungkap hingga Aktor Intelektual!
0
Dosen dan Mahasiswa Malahayati hadiri Konferensi Internasional di Jeju Korsel
0
Samsat Keliling Kabupaten Bekasi Hadirkan Kemudahan Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan
0
Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan
0
Sabtu Bahagia Bersama Ojol, Polda Metro Jaya Gelar Bakti Kesehatan “Ojol Sehat, Pelayanan Hebat
0
Para Mantan Dankor Brimob Temui Kapolri, Perkuat Dukungan dan Soliditas Polri
0
Harapan Itu Kembali! Rizky dan Septian Kembali ke Bangku Sekolah, Pemerintah Hadir Membuka Jalan Masa Depan”
0
Rapat Koordinasi Percepatan Perizinan Berusaha di Kawasan Industri Digelar di Kementerian Perindustrian
0
Polda Banten Gelar Sertijab Dansatbrimob, Kombes Pol Hadi Saepul Rahman Resmi Menjabat
0