Polsek Tanah Abang Ungkap Kasus Pengeroyokan Di Kebon Kacang, Satu Orang Tewas 

Penulis :

Lucky sun

Jakarta pusat, traznews. Com Polsek Tanah Abang menggelar konferensi pers terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan satu orang tewas di Jalan Kebon Kacang 12, Kelurahan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Acara tersebut dipimpin oleh Kapolsek Tanah Abang, AKBP Aditya S.P. Sembiring, didampingi Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kasi Humas Polres Jakarta Pusat Ipda Ruslan, serta Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat.

 

AKBP Aditya menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/B/28500/XII/2024/SPKT/Polres Metro Jakarta Pusat yang diterima pada 18 Desember 2024. Para pelaku diduga melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 170 KUHP tentang kekerasan bersama-sama, dan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Bacaan menarik :  Pramuka Saka Bahari Binaan Lanal Palembang Ikuti Acara Lomba Kreasi Pramuka Se-Sumsel 2023

 

Peristiwa ini berawal pada 15 Desember 2024 pukul 01.30 WIB, ketika seorang saksi, AHA, menemui penjaga lahan proyek untuk menyampaikan keluhan warga terkait aktivitas pekerjaan yang berlangsung hingga larut malam. Keluhan tersebut kembali disampaikan pada pukul 20.00 WIB, namun situasi memanas setelah AHA merasa terancam oleh salah satu pekerja.

 

Pada 17 Desember 2024 pukul 17.00 WIB, sekelompok warga mendatangi lokasi proyek dan melakukan penyerangan. Akibatnya, seorang korban berinisial AS (71), yang juga operator ekskavator sekaligus mandor proyek, meninggal dunia.

 

 

Dari hasil olah TKP dan pengembangan, Satreskrim polres Jakarta pusat berhasil meringkus tiga pelaku, yakni, AC (36) HA (41),

Bacaan menarik :  Polda Metro Jaya Amankan 351 Orang saat aksi di DPR, KPAI Apresiasi Penanganan Anak

dan ZH (41). Dua pelaku lainnya, berinisial IP dan satu orang lagi, masih dalam pengejaran. “AC menyerang menggunakan pedang, HA membawa samurai, dan ZH memiting korban sebelum IP melakukan kekerasan fatal,” ujar AKBP Aditya.

 

Barang bukti yang diamankan meliputi dua senjata tajam, yakni pedang yang mirip gergaji dan parang. Berbagai pakaian milik korban, termasuk kaos, jaket, dan kain sarung serta sebuah tas hitam dan handphone merek Oppo berhasil di amankan sebagai barang bukti.

 

Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa insiden ini dipicu oleh miskomunikasi dan kesalahpahaman antara warga dan pekerja proyek. Tidak ditemukan adanya motif dendam pribadi.

 

“Pelaku diancam hukuman penjara hingga 15 tahun sesuai pasal-pasal yang dikenakan,” kata AKBP Aditya menutup konferensi pers.

Bacaan menarik :  Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sub Sektor Grogol Utara Gotong Royong Renovasi Pos Lingkar Kenanga Raya
Bagikan postingan
Bupati Ela: 227 Ponpes di Lampung Timur Pilar Lahirkan Generasi Berilmu, Berakhlak, Dan Cinta NKRI
0
Seminar Ekonomi Pesisir di Lampung Timur, Kemenkop Dan Bupati Ela Sepakat Perkuat Koperasi Nelayan
0
.Jangan Salah Salurkan! Ahmad Yudan Baya ke PT NPR: Pastikan Penerima Punya Hak Hukum, Bukan Sekadar Nama!
0
Утончённый дизайн и Pinco для современных стильных пространств
0
Incredibili opportunità di vincita attendono su spinmillion.co.it, per unesperienza di gioco senza paragoni
0
Jelang Konferensi Ekonomi Kreatif, Brimob Sterilisasi Area Hotel Kempinski
0
Peserta Didik SPPK Angkatan ke-4 Gelar FGD di Polda Metro Jaya, Bahas Kepemimpinan Strategis
0
Sinergi Umaro dan Ulama Dinilai Perkuat Citra Humanis Polri di Tengah Masyarakat
0
Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri
0
Strategic gameplay with https://vegas-hero-casinos.uk for thrilling wins and responsible entertainment options
0
Verfijnde creaties met Foxy gold transformeren jouw stijl subtiel en onweerstaanbaar
0
Financial planning and https://beluga1988.com for securing your future investments
0