Limbah Tambang Meluap, Sawah Petani Tambahrejo di Ujung Tanduk

Penulis :

(Tim MGG)

Pringsewu (Traznews) — Derasnya aliran lumpur dari aktivitas tambang batu kini menjadi ancaman nyata bagi petani di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Saluran irigasi yang seharusnya menjadi nadi kehidupan sawah, berubah menjadi jalur pembuangan limbah, memicu kekhawatiran serius jelang musim tanam.

Pantauan di lokasi menunjukkan endapan lumpur pekat mengalir hingga ke petak-petak sawah. Limbah tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas pencucian batu milik CV. Central Adi Perkasa. Kondisi ini tak hanya mencemari aliran air, tetapi juga berpotensi merusak struktur tanah pertanian yang selama ini menjadi tumpuan hidup warga.

Sugiyo, salah satu petani terdampak, menggambarkan situasi yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebut saluran irigasi kini nyaris lumpuh.

“Lumpurnya sudah setinggi lutut di saluran. Air meluap ke sawah. Sekarang memang masih panen, tapi nanti kalau masuk musim tanam, air tidak akan mengalir. Irigasi sudah tertutup,” keluhnya, Kamis (30/4/2026).

Bacaan menarik :  Iptu Lisma : Perempuan Tangguh Polres Metro Lampung Peraih Juara 1 Half Marathon Kemala Run 2024

Menurutnya, jika kondisi ini dibiarkan, petani bukan hanya kehilangan hasil panen, tapi juga menghadapi ancaman gagal tanam secara massal. Ia mendesak pihak perusahaan segera bertindak, bukan sekadar janji.

“Harus segera dibersihkan. Jangan cuma dibiarkan. Tambang juga wajib punya penampungan limbah yang layak, bukan asal buang,” tegas Sugiyo.

Di sisi lain, pihak perusahaan tak membantah. Direktur Operasional CV. Central Adi Perkasa, Abidin Absoul, mengakui bahwa luapan limbah memang berasal dari aktivitas mereka. Ia berdalih kapasitas penampungan yang ada tak lagi mampu menahan volume lumpur.

“Iya, kami akui. Penampungan yang ada sudah tidak kuat menampung,” ujarnya.

Abidin berjanji akan bertanggung jawab dengan membersihkan saluran irigasi dan membangun embung sebagai solusi jangka pendek. Namun, pernyataan itu memunculkan pertanyaan baru, mengapa perusahaan tetap beroperasi penuh sementara sistem pengelolaan limbahnya jelas tidak memadai.

Bacaan menarik :  Pekon Way Ngison Lakukan Pengawasan Stunting dan Bumil KEK

Fakta di lapangan menunjukkan aliran limbah dari proses pencucian batu berlangsung dalam volume besar setiap hari. Sementara itu, tidak terlihat adanya sistem pengendalian yang mampu menahan atau mengolah limbah sebelum mengalir ke irigasi warga.

Situasi ini menegaskan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang yang bersinggungan langsung dengan sektor pertanian. Jika tak segera ditindak tegas, bukan tidak mungkin konflik antara petani dan perusahaan akan semakin memanas.

Kini, para petani hanya bisa berharap di tengah lumpur yang terus mengalir agar pemerintah tidak menutup mata, dan perusahaan benar-benar menepati janjinya, sebelum sawah-sawah mereka berubah dari ladang pangan menjadi kubangan limbah. (Tim)

Bagikan postingan
Lucky8 connexion sur Lucky11 – Guide complet pour les joueurs français
0
Lucky10 – Guide complet du Lucky 8 Bonus pour les joueurs français
0
Lucky9 – Lucky8 connexion : guide complet, bonus d’accueil et astuces d’inscription
0
Lucky8 connexion : guide complet pour s’inscrire, se connecter et jouer au casino français
0
Frumzi guide de sécurité : licence, protection des données et jeu responsable
0
Bela Negara Tak Berhenti di Lapangan Upacara, IARMI Tegaskan Pengabdian Generasi Muda dari Kampus Untuk Desa
0
Adv. Secarpiandy. SH. CML Hadiri Pelantikan DPN IARMI, Dorong Alumni Menwa Berperan Aktif dalam Kegiatan Sosial dan Bela Negara
0
Dari Kebun ke Meja Wisatawan, Alpukat Lumbok Seminung Lampung Barat Jadi Potensi Unggulan
0
Spinbara casino login : guide complet du bonus de bienvenue et conditions de mise
0
Frumzi online casino : comment vérifier votre compte rapidement
0
Frumzi – Avis complet, bonus, paiements et sécurité pour les joueurs français
0
Magical Spin Bonus – guide complet et astuces pour les joueurs français
0