Limbah Medis Dokter Umum di Pujodadi Berserakan, Warga Terancam Bahaya

Penulis :

Team MGG

Pringsewu (Traznews) – Dugaan kelalaian serius mencuat dari salah satu praktik dokter umum di Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Limbah medis yang seharusnya dikelola secara khusus justru ditemukan dibuang sembarangan di dekat lingkungan warga.

Temuan itu bukan sekadar sampah biasa, melainkan jarum suntik bekas, selang infus, hingga wadah obat-obatan yang jelas termasuk kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Alih-alih diserahkan ke pihak pengelola berizin, sampah medis tersebut dibiarkan berserakan di area terbuka, menimbulkan ancaman pencemaran lingkungan sekaligus bahaya serius bagi kesehatan masyarakat.

“Kalau limbah ini sampai terinjak atau dimainkan anak-anak, risikonya bisa sangat fatal. Apalagi ini limbah beracun,” ungkap salah seorang warga setempat, Rabu (17/9/2025).

Bacaan menarik :  Pidato Presiden di PBB: Ketum GAN Muh. Burhanuddin: Ini Langkah Berani untuk Keadilan dan Kerja Sama Internasional

Menanggapi temuan tersebut, Dr. Dampit Pinaluki, selaku pemilik praktik dokter umum itu, justru berkilah. Ia mengklaim limbah medis yang berserakan bukan berasal dari tempat praktiknya.

“Kalau itu cuma yang dibakar bekas kardus obat saja. Kalau pihak media ada permasalahan, silakan diurus saja, nanti urusannya sama lawyer kami,” ujarnya singkat.

Padahal, praktik pembuangan limbah medis secara ilegal bukan hanya melanggar aturan kesehatan, tetapi juga berpotensi menjerat pelakunya dengan sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta aturan pengelolaan limbah B3.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pringsewu, dr. Hadi Muhtarom, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti jika memang terbukti ada pelanggaran.

Bacaan menarik :  Optimis Raih Kursi pada Pemilu Tahun 2024, Partai Ummat Daftarkan Bacaleg di KPU Pringsewu

“Kalau memang ada bukti nyata, kami akan turun ke lapangan untuk memastikan. Jika terbukti, tentu akan dilakukan pembinaan dan langkah sesuai aturan,” ucapnya.

Kasus ini memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan limbah medis di tingkat praktik dokter pribadi. Padahal, risiko yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar dari sekadar masalah kebersihan, penyakit menular, pencemaran tanah dan air, hingga ancaman pidana bagi pelaku pembuangan ilegal. (TIM)

Bagikan postingan
Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Irwasda, Karoops, dan Dirintelkam
0
Hamim Center Hadir di Konsolidasi Jilid Pertama Relawan Prabowo, Serahkan Dukungan ke Kertanegara dan Desak Bongkar Penyadapan
0
Polsek Sekincau dan Masyarakat Gelar Jum’at Bersih
0
Meriah! SPJI dan SPPG Nusantara Tri Mekar Ajak Pelajar BNS Kenal Dunia Jurnalistik Lewat Lomba Kreatif MBG
0
Laskar Merah Putih dan ARSIP Tegaskan Dukungan kepada Presiden Prabowo, Bachtyar Tedjanegara : Ajak Kader Solid Kawal Pemerintahan
0
ALIANSI RELAWAN SEJATI PRABOWO (ARSIP) TEGASKAN DUKUNGAN KEPADA PRESIDEN PRABOWO DAN KAPOLRI:
0
Samangat Kades,Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Bersama Warga Dusun 6 Taman Negeri Gotong Royong Bangun Jalan Usaha Tani
0
Implementasikan Program Kapolri, Kapolres Lampung Barat Gelar Jumat Bersih di Pekon Sebarus
0
Wabup Lampung Barat Lepas 6 Taruna Sekolah Kedinasan Kemenhub ke Poltrada Bali.
0
Daman Nasir Minta Seluruh OPD di Lampung Barat Perhatikan Kebersihan Kantor
0
Dari Semarang untuk Lampung Barat, Parosil Perintahkan Disdikbud Buat Sekolah Transparan dan Berintegritas.
0
Buka Peluang Kerja bagi Warga, Kapolda Metro Jaya Gandeng Dua Perusahaan Lewat Program POLIRAN
0