Dampak Elnino, Ancaman Gagal Panen Mengintai Petani Sayur !!

Penulis :

Red

LampungBarat- Kemarau panjang yang disertai hempasan angin serta kurangnya pasokan air turut andil memperparah keadaan. Ujungnya, tanaman sayur jenis kol gepeng dan tomat sebagian besar mengalami kebusukan dan rontok. Inilah gambaran mengenaskan para petani sayur di 2 kecamatan Balik Bukit dan Sukau.

 

Seperti diakui Dedek (40)petani sayur di wilayah Sukamenanti mengaku cemas terhadap ulat daun serta kutu daun yang menyerang tanaman sayur jenis kubis atau kol gepeng miliknya.

 

“Sebenarnya sejak penyakit mulai menyerang tanaman kol saya sendiri sudah mengantisipasi dengan menyemprotkan pestisida namun efeknya tidak begitu terlihat dengan terbukti penyakitnya justru makin berkembang,” kata Dedek Senin (2/10)

 

Kecemasan bakal terjadinya gagal panen juga dirasakan Rudi(37),petani asal seranggas dirinya menyebutkan tanaman sayur jenis kol gepeng miliknya yang ditanam diatas lahan seperempat hektar bakal ludes demikian juga sayuran jenis sawi. Betapa tidak, dengan modal tidak kurang dari 15 juta terancam tidak pulih apalagi untung.

Bacaan menarik :  Pelepasan Siswa-Siswi Paud Bintang Alam Pekon Sinarluas TA 2021-2022.

 

“Harga sayuran untuk musim kemarau saat ini harganya marambat naik walaupun kwalitasnya kurang bagus dikarenakan kemarau panjang belakangan ini, memang kita sendiri sudah berupaya maksimal akan tetapi faktor musim kemarau yang menjadi penyebab utama,” terang Rudi.

 

Menurut dia, harga sawi di tingkat petani saat ini, sekitar Rp 2000 per kilogram, sebelumnya bisa berkisar antara Rp 500/kg hingga Rp 800/kg. Kol kualitas terbaik yang biasa dijual Rp 2.700/kg kini mencapai Rp 4000/kg dan Tomat dari Rp 1000/kg menjadi Rp 2.000/kg.

 

Sementara tengkulak sayur Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Kabupaten Lampung Barat Susilo mengatakan, petani diaerah Liwa khususnya didaerah Seranggas,Pantau,Hanakau dan Haur kuning meliputi 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Balik Bukit dan Kecamatan Sukau harus mewaspadai cuaca ekstrim yang mengancam tanaman.

Bacaan menarik :  Pengajian Akbar Sambut Ramadhan, Bupati Parosil: "Pembangunan itu Tidak Seperti Sim Salabim Abra Kadabra ".

 

“Cuaca ekstrim berupa angin kencang dapat merusak tanaman dengan mudah, semua kejadian alam tidak bisa dicegah akan tetapi petani sayur dapat menanggulangi dengan melakukan perawatan dan pengawasan ketat pada tanaman sayur sehingga dampak cuaca ekstrim, petani dapat secara dini memperbaiki kembali tanamanya,” tegasnya.

 

Silo panggilan akrabnya menjelaskan, cuaca buruk yang terjadi juga bisa memicu serangan hama pada tanaman sayur, dengan demikian petani saat mulai menemukan ada tanaman sayurnya terserang hama kalau bisa cepat ditangani sesuai prosedurnya.

Bagikan postingan
Ganjar Apresiasi Rapimnas DPP BKPRMI, Program Terobosan Dinilai Berdampak  Sampai Daerah
0
Ketum KBPP Polri Ajak Organisasi Tetap Solid Hadapi Tantangan Digital dan Kebangsaan.
0
Munas VI KBPP Polri 2026 : Syamsu Rizal Arbi Serukan Soliditas Demi Stabilitas Nasional
0
Ketua KBPP Polri Sumsel M. Yansuri: Munas VI Pertegas KBPP Sebagai Mediator Polri  Dan Masyarakat
0
Anna Susanti KBPP Polri Sultra: Munas VI Harus Lahirkan Ketum Solid Jaga Kekompakan Organisasi
0
Pelayanan Satpas SIM Daan Mogot Dipuji Cepat dan Profesional, Pemohon Akui Semakin Nyaman
0
Polres Kepulauan Seribu Perkuat Pengamanan Dermaga Antisipasi Lonjakan Wisatawan Libur Panjang
0
Jakarta Bhayangkara Presisi Raih Kemenangan Perdana di AVC Men’s Club Championship 2026 Pontianak
0
Pihak RSUD KH.Ahmad Hanafiah Berkomitmen Mengevaluasi Tata Letak Ruang Perawatan,Tingkatkan Standar Kebersihan Dan Pelayanan
0
Said Aldi BKPRMI: Puluhan Ribu TKTPA Kini Dapat Bantuan Operasional, Dorong Kesejahteraan Guru Ngaji
0
Dari _Combat Force Menuju Strategic Force_, Seminar Nasional Seskoad Bahas Masa Depan TNI AD
0
MWC NU Sekincau Gelar Musyawarah Kerja ke 2, Perkuat Kelembagaan untuk Pelayanan Umat.
0