Bupati Balangan Tegaskan Banjir Bandang Bukan Akibat Tambang dan Perkebunan

Penulis :

Lucky (ema)

Balangan, Traznews. Com Banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan dan sempat viral di media sosial akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Bupati Balangan, H. Abdul Hadi. Penjelasan tersebut disampaikan langsung di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia saat kunjungan ke Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu.

 

Bupati Abdul Hadi menegaskan, banjir bandang yang terjadi tidak disebabkan oleh aktivitas pertambangan maupun perkebunan, sebagaimana asumsi yang berkembang di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, bencana banjir tersebut murni dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung dalam durasi cukup lama di wilayah hulu, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong.

 

“Di wilayah hulu tidak terdapat perusahaan pertambangan maupun perkebunan. Kondisi hutan masih terjaga dan relatif perawan hingga kawasan Pegunungan Meratus,” ujar Abdul Hadi.

Bacaan menarik :  Nancy Angela Hendriks ketua Umum gerakan Prabowo 08 Hadiri Tasyukuran Kemenangan Prabowo Gibran 

 

Ia menjelaskan, banjir bandang merupakan air kiriman dari hulu Sungai Dayak Pitap dan hulu Sungai Balangan. Curah hujan ekstrem menyebabkan debit air meningkat secara signifikan hingga sungai meluap dan menggenangi wilayah di bagian bawah.

 

Terkait keberadaan tambang batu bara di Kabupaten Balangan, Abdul Hadi menegaskan bahwa lokasi aktivitas pertambangan berada di Kecamatan Paringin dan Kecamatan Juai. Kedua wilayah tersebut berada di bagian tengah Kabupaten Balangan, bukan di kawasan hulu yang menjadi sumber banjir.

 

“Air banjir berasal dari Balangan bagian atas. Sementara lokasi tambang berada di wilayah tengah, sehingga tidak berkaitan langsung dengan kejadian banjir bandang ini,” tegasnya.

Bacaan menarik :  Perluas Akuisisi dan Kolaborasi Komunitas Olahraga, BRI KC Jakarta Jelambar Jalin Kerja Sama dengan Boss Padel Kedoya dan Master Padel Sunter

 

Meski demikian, Abdul Hadi tidak menampik bahwa di daerah lain banjir dapat terjadi akibat kerusakan lingkungan yang dipicu aktivitas pertambangan atau perkebunan sawit. Namun, ia memastikan kondisi tersebut tidak terjadi di wilayah hulu Balangan.

 

Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai asumsi yang berkembang di media sosial, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan dalam menjaga kelestarian hutan serta keberlanjutan lingkungan hidup di daerah tersebut.

Bagikan postingan
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan
0
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
0
Tiba di Sumsel, 200 Personel Brimob BKO Jalani Pembekalan Sebelum Tangani Karhutla
0
Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden RI
0
Exceptionnel gain et jackpot bob casino, lexpérience ultime pour les amateurs de sensations fortes
0
Geliebte Slots mit https://sltomania.com.de für stundenlangen Spielspaß und große Gewinne entdecken
0
Satpol PP Tindaklanjuti Aduan, Lima Kendaraan Ditolak Isi Biosolar
0
Bukti Nyata Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolri Suyudi Bedah Rutilahu di Rumpin
0
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0