Bupati Balangan Tegaskan Banjir Bandang Bukan Akibat Tambang dan Perkebunan

Penulis :

Lucky (ema)

Balangan, Traznews. Com Banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan dan sempat viral di media sosial akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Bupati Balangan, H. Abdul Hadi. Penjelasan tersebut disampaikan langsung di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia saat kunjungan ke Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu.

 

Bupati Abdul Hadi menegaskan, banjir bandang yang terjadi tidak disebabkan oleh aktivitas pertambangan maupun perkebunan, sebagaimana asumsi yang berkembang di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, bencana banjir tersebut murni dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung dalam durasi cukup lama di wilayah hulu, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong.

 

“Di wilayah hulu tidak terdapat perusahaan pertambangan maupun perkebunan. Kondisi hutan masih terjaga dan relatif perawan hingga kawasan Pegunungan Meratus,” ujar Abdul Hadi.

Bacaan menarik :  Diduga 40 Milyar di Sulap Anggota KPUD Fakfak, Hasrul: Ada Potensi Kerugian Negara

 

Ia menjelaskan, banjir bandang merupakan air kiriman dari hulu Sungai Dayak Pitap dan hulu Sungai Balangan. Curah hujan ekstrem menyebabkan debit air meningkat secara signifikan hingga sungai meluap dan menggenangi wilayah di bagian bawah.

 

Terkait keberadaan tambang batu bara di Kabupaten Balangan, Abdul Hadi menegaskan bahwa lokasi aktivitas pertambangan berada di Kecamatan Paringin dan Kecamatan Juai. Kedua wilayah tersebut berada di bagian tengah Kabupaten Balangan, bukan di kawasan hulu yang menjadi sumber banjir.

 

“Air banjir berasal dari Balangan bagian atas. Sementara lokasi tambang berada di wilayah tengah, sehingga tidak berkaitan langsung dengan kejadian banjir bandang ini,” tegasnya.

Bacaan menarik :  Ansor Tulangbawang Harap Qudrotul Ikhwan Terus Menjadi Pemimpin Yang Berpihak Kepada Rakyat

 

Meski demikian, Abdul Hadi tidak menampik bahwa di daerah lain banjir dapat terjadi akibat kerusakan lingkungan yang dipicu aktivitas pertambangan atau perkebunan sawit. Namun, ia memastikan kondisi tersebut tidak terjadi di wilayah hulu Balangan.

 

Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai asumsi yang berkembang di media sosial, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan dalam menjaga kelestarian hutan serta keberlanjutan lingkungan hidup di daerah tersebut.

Bagikan postingan
Bupati Ela Hadiri Jalan Sehat Kapal Api Bersama Tribun Lampung 2026 di Bandar Sribhawono
0
Polres Lampung Barat Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan, Tersangka Ditangkap di Bangka Belitung
0
UI  Dan PERADI Profesional Gelar Golf Tournament 2026 di Pondok Indah – Kolaborasi PKPA, Hadiah BMW X1 Hole in One
0
SPJI Lampung Barat Prihatin Peristiwa Dugaan Bullying di Batu Kebayan, Pengawasan Anak Harus Diperketat.
0
Soekarno Cup Membludak, Pak Cik Parosil: Top.Markotob  
0
HUT ke-4 Media Buser Bhayangkara, PWLB Apresiasi Konsistensi dalam Menyajikan Informasi kepada Masyarakat
0
AMPH Jakarta Tegaskan: Bupati Labuhanbatu dr.Hj.Maya Hasmita,Sp.OG,M.KM Tidak Boleh Disudutkan Sebelum Ada Pembuktian Hukum yang Sah
0
Perdiksi Ketum DPP PWDPI: Kasus Penyadapan Mantan Kapolri dan Sejumlah Jenderal Diprediksi Tak Akan Berlangsung Lama
0
Harga Tidak Mahal! Rasa Kuah Kaldu Bakso Tulang Tidak Kalah, Silahkan Datang Di Kedai Resto Shini
0
GRIB Jaya Jatim Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, M. Kasmu: Ungkap hingga Aktor Intelektual!
0
Dosen dan Mahasiswa Malahayati hadiri Konferensi Internasional di Jeju Korsel
0
Samsat Keliling Kabupaten Bekasi Hadirkan Kemudahan Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan
0