Bupati Balangan Tegaskan Banjir Bandang Bukan Akibat Tambang dan Perkebunan

Penulis :

Lucky (ema)

Balangan, Traznews. Com Banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan dan sempat viral di media sosial akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Bupati Balangan, H. Abdul Hadi. Penjelasan tersebut disampaikan langsung di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia saat kunjungan ke Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu.

 

Bupati Abdul Hadi menegaskan, banjir bandang yang terjadi tidak disebabkan oleh aktivitas pertambangan maupun perkebunan, sebagaimana asumsi yang berkembang di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, bencana banjir tersebut murni dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung dalam durasi cukup lama di wilayah hulu, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong.

 

“Di wilayah hulu tidak terdapat perusahaan pertambangan maupun perkebunan. Kondisi hutan masih terjaga dan relatif perawan hingga kawasan Pegunungan Meratus,” ujar Abdul Hadi.

Bacaan menarik :  Kuasa Hukum Korban Pelecehan Seksual : Kepala Pekon Tegineneng Limau Pengecut!

 

Ia menjelaskan, banjir bandang merupakan air kiriman dari hulu Sungai Dayak Pitap dan hulu Sungai Balangan. Curah hujan ekstrem menyebabkan debit air meningkat secara signifikan hingga sungai meluap dan menggenangi wilayah di bagian bawah.

 

Terkait keberadaan tambang batu bara di Kabupaten Balangan, Abdul Hadi menegaskan bahwa lokasi aktivitas pertambangan berada di Kecamatan Paringin dan Kecamatan Juai. Kedua wilayah tersebut berada di bagian tengah Kabupaten Balangan, bukan di kawasan hulu yang menjadi sumber banjir.

 

“Air banjir berasal dari Balangan bagian atas. Sementara lokasi tambang berada di wilayah tengah, sehingga tidak berkaitan langsung dengan kejadian banjir bandang ini,” tegasnya.

Bacaan menarik :  Labuhkan Dukungan ke RIDO, Bang Japar: Warga Jakarta Harus Tetap Jadi Kreator Pembangunan

 

Meski demikian, Abdul Hadi tidak menampik bahwa di daerah lain banjir dapat terjadi akibat kerusakan lingkungan yang dipicu aktivitas pertambangan atau perkebunan sawit. Namun, ia memastikan kondisi tersebut tidak terjadi di wilayah hulu Balangan.

 

Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai asumsi yang berkembang di media sosial, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan dalam menjaga kelestarian hutan serta keberlanjutan lingkungan hidup di daerah tersebut.

Bagikan postingan
Di Balik Keringat dan Tekad, Personel Lanud Sjamsudin Noor Jalani Tes Kesamaptaan Demi Kenaikan Pangkat
0
Perkuat Silaturahmi, Panglima TNI Hadiri Pertemuan Purnawirawan TNI di Kemhan
0
Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Latihan Gabungan di Karimunjawa
0
Aksi Cinta Pantai, Semangat Hari Bumi dan 40 Tahun Pengabdian Lanal Bengkulu
0
Tolak Musda Ulang: HMI Cabang Medan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada PB HMI
0
Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP)  Menggelar acara Halalbihalal & Temu Kangen
0
Aksi Solidaritas Pemuda Muslim Nusantara Bersatu Dukung Jusuf Kalla sebagai Tokoh Pemersatu Bangsa
0
Srikandi Penjaga Negeri, Polwan dan Kowad Perkuat Sinergi Lewat Olahraga Bersama Jelang May Day 2026
0
Aksi Sosial Kapolres Bekasi Kota, Warga hingga Ojol Terima Sembako Gratis
0
Ketua APPMBGI Papua Raya Perkuat Kolaborasi Dengan Pemerintah Daerah Dan Instansi Terkait, Untuk Sukseskan Sistem Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
0
National Summit APPMBGI 2026 Jadi Momentum Penguatan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia
0
Sengketa Tanah Kertajaya Indah Berlanjut ke Ranah Pidana, Status Kepemilikan Telah Inkrah
0