Tokoh Spiritual Kebatinan Mujiyono Tanggapi Terjadinya Tragedi Payangan

Penulis :

Catur.T

Jember-Kepala Sekolah SD lima Gambirono yang juga merupakan tokoh spiritual kebatinan Mujiyono memberikan tanggapan tentang tragedi yang terjadi di payangan melalui wawancara dengan media di warung Kopi dan nasi uduk mas Pri Kedungsuko Bangsalsari Senin pagi (14/02/2022) pukul 09.00 Wib.

Menurut Mujiyono Tujuan mereka benar namun tempat dan suasananya yang kurang tepat. Sebab Ibadah itu hendaknya dilakukan di Masjid, musholla, atau tempat suci yang dilakukan untuk beribadah. Dan semua ibadah itu sebagai pengabdian dan penenangan diri.

“Ibadah, semua ibadah itu pengabdian dan membawa ketenangan. dan ibadah itu sesuaikan dengan tempatnya seperti di masjid, musholla, ataupun tempat suci lainya,” ucap Mujiyono.

Bacaan menarik :  Polres Lampung Timur Distribusikan Air Bersih Kepada Masyarakat

Ungkapan itu sebagai tanggapan terhadap musibah terjadi di Pantai Payangan, dusun Watu Ulo, desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, 01.00 WIB, Minggu (13/2/2022).

Musibah ini terjadi lantaran beberapa orang diantara rombongan dari padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara yang melakukan meditasi atau ritual di laut terseret ombak besar.

Dilaporkan, rombongan berjumlah 24 orang dan 20 orang diantara rombongan melakukan meditasi di laut, 13 orang terseret ombak, 10 diantaranya meninggal dunia, 3 diantaranya luka-luka, 1 hilang, dan sisanya korban selamat.

Seperti yang diceritakan dalam kronologi sebelumnya, Rombongan berjumlah 24 orang berangkat ke Pantai Payangan dari kota Jember menggunakan 3 kendaraan.

Mereka tiba di Pantai Payangan menjelang Minggu dini hari, sekitar pukul 23.00 WIB.

Bacaan menarik :  Sambut HUT Bhayangkara ke 77, Polres Lampung Barat Adakan Donor Darah

Rombongan yang dipimpin oleh seorang guru spiritual dari padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara ini bertujuan untuk melaksanakan ritual.

Bentuk meditasinya berupa merendam diri di laut.
Ritual dimulai sekitar pukul 01.30 Wib.

Mereka melakukan ritual di laut sambil bergandengan tangan bersama.

Dari 24 orang memang tidak semua turun ke laut, hanya 20 orang yang mengikuti, dan 4 orang lainnya menunggu di parkiran.

Menurut keterangan Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, insiden tersebut terjadi pada pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

“Jadi kami sampaikan, tadi malam kurang lebih pukul 01.00 telah terjadi wisatawan yang tenggelam, mereka sedang melaksanakan ritual yang kegiatannya dilaksanakan di pinggir pantai,” kata Hery.

Bacaan menarik :  MWC NU, Majlis Rotib, Dan Sholawat Berkah Darus sholihin Gelar Sholawat Bersama Habib Muhamad Haydar Alaydrus.

Dalam akhir wawancara Mujiyono menambahkan saran
“Shalatlah pada tempatnya, dzikirlah pada tempatnya, maka secara otomatis hati akan tenang,” ucap Mujiyono.

Bagikan postingan
Munas VI KBPP Polri 2026 : Samsu Rizal Arbi Serukan Soliditas Demi Stabilitas Nasional
0
Ketua KBPP Polri Sumsel M. Yansuri: Munas VI Pertegas KBPP Sebagai Mediator Polri  Dan Masyarakat
0
Anna Susanti KBPP Polri Sultra: Munas VI Harus Lahirkan Ketum Solid Jaga Kekompakan Organisasi
0
Pelayanan Satpas SIM Daan Mogot Dipuji Cepat dan Profesional, Pemohon Akui Semakin Nyaman
0
Polres Kepulauan Seribu Perkuat Pengamanan Dermaga Antisipasi Lonjakan Wisatawan Libur Panjang
0
Jakarta Bhayangkara Presisi Raih Kemenangan Perdana di AVC Men’s Club Championship 2026 Pontianak
0
Pihak RSUD KH.Ahmad Hanafiah Berkomitmen Mengevaluasi Tata Letak Ruang Perawatan,Tingkatkan Standar Kebersihan Dan Pelayanan
0
Said Aldi BKPRMI: Puluhan Ribu TKTPA Kini Dapat Bantuan Operasional, Dorong Kesejahteraan Guru Ngaji
0
Dari _Combat Force Menuju Strategic Force_, Seminar Nasional Seskoad Bahas Masa Depan TNI AD
0
MWC NU Sekincau Gelar Musyawarah Kerja ke 2, Perkuat Kelembagaan untuk Pelayanan Umat.
0
Perayaan HUT KNTI ke-17 2026: Nelayan Tradisional Jakarta Utara Suarakan Perlindungan Wilayah Tangkap
0
Ketum RAMPAS Minta Amien Rais Hentikan Pernyataan yang Dinilai Provokatif, Singgung Dukungan terhadap Program Prabowo
0