Cerpen- Malapetaka menyelimuti malam gelap di Tanjakan Cucian Giham, pekon Giham Sukamaju, kecamatan Sekincau, Lampung Barat. Mobil truck dengan nomor polisi (nopol) BE 8101 F, dikemudikan Yoyok, warga Ganjar Agung, tengah membawa muatan pakan ayam seberat 7 Ton dari kota Metro menuju Lampung Barat. Namun, tanpa diduga, sebuah kejadian yang mengerikan merubah perjalanan biasa menjadi mimpi buruk yang nyata.
Tepat tengah malam, ketika bulan tersembunyi di balik awan pekat, kejadian yang tak terlupakan terjadi. Yoyok, sang supir, menceritakan, “Mobil saya meluncur dari arah Metro menuju Liwa dengan membawa pakan ayam seberat 7 ton. Saat akan menurunkan gigi, di turunan bawah cucian, tiba-tiba di hadapan saya, sebuah bayangan putih muncul, menghantui keheningan malam.”
Tanpa ampun, Yoyok banting stir ke arah kanan, namun kekuatan yang tak kasat mata terus menghantui. Mobil terbalik, dan suasana malam semakin suram dengan misteri yang menggelayuti.
“Saya merasa terjatuh ke dalam kedalaman gelap. Semua menjadi abu-abu, kecuali bayangan putih yang makin dekat,” ucap Yoyok dengan gemetar.
Beruntung, meski terbalik, Yoyok dan awak mobil selamat dengan lecet sedikit di tangan. Namun, ketegangan masih menyelimuti mereka.
Yoyok juga menceritakan perasaannya sebelum keberangkatan, “Dari rumah, saya sudah merasa sesuatu yang tidak beres. Ada kegelisahan yang sulit diungkapkan.”
Dian, warga Giham Sukamaju, menyampaikan ketakutan yang kembali menghantui tanjakan itu. “Lakalantas lagi di Tanjakan Cucian Giham. Beruntung, tidak ada yang kehilangan nyawa,” ujar Dian dengan napas terengah-engah.
Warga setempat berpesan kepada pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan di tanjakan yang penuh misteri tersebut. Galih, seorang warga, menambahkan, “Buat para sopir, selalu hati-hati. Tanjakan Giham seringkali menyimpan cerita mengerikan. Ingatlah, keluarga selalu menanti kita di rumah.”
Cerita horor ini berhasil diakhiri dengan evakuasi mobil truck pada malam itu juga. Namun, bayangan malam yang tak terlihat oleh mata biasa tetap mengendap di tanjakan itu, menunggu korban selanjutnya yang tidak tahu bahwa kegelapan menyimpan kisah yang tak terucapkan.