Partai Buruh Sambut Putusan MK Yang Hapus Presidential Threshold, Siap Usung Capres Di Pemilu 2029 

Penulis :

Lucky suryani

Jakarta,traznews. Com  Komite Eksekutif Partai Buruh Said Salahudin menyatakan sikap terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 62/PUU-XXII/2024 yang menghapus ketentuan Presidential Threshold. Putusan tersebut juga mempertimbangkan pandangan Partai Buruh yang disampaikan dalam proses persidangan. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Ballroom Hotel Mega Jakarta, Jumat (3/1/2025)

 

 

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Said Salahudin mengapresiasi langkah MK yang memberikan perhatian terhadap partai-partai kecil. Ia menyoroti bahwa dalam persidangan, MK meminta pandangan dari sembilan partai, termasuk partai-partai nonparlemen.

 

“Partai-partai yang tidak memiliki kursi di DPR, termasuk Partai Buruh, diminta memberikan pendapat terkait Presidential Threshold. Sementara itu, partai-partai besar yang sudah diwakili di DPR tetap diundang untuk menyampaikan pandangan mereka,” ujar Said

 

Said juga menyebut bahwa putusan ini memberikan peluang lebih besar bagi partai-partai kecil untuk berkontribusi dalam demokrasi, termasuk mengajukan calon presiden atau wakil presiden pada Pemilu 2029.

 

 

Said , menjelaskan bahwa sikap partai-partai besar terhadap Presidential Threshold beragam. Partai Golkar, misalnya, tetap mendukung pemberlakuan ambang batas pencalonan presiden, sementara PKS mengusulkan penurunan ambang batas menjadi 7–8 persen. Di sisi lain, Hanura mengusulkan penyesuaian angka ambang batas namun tetap mempertahankan sistem tersebut.

Bacaan menarik :  Bela Negara Tak Berhenti di Lapangan Upacara, IARMI Tegaskan Pengabdian Generasi Muda dari Kampus Untuk Desa

 

“Partai Buruh menjadi partai pertama yang secara tegas meminta MK untuk membatalkan Presidential Threshold melalui keterangan tertulis yang disampaikan dalam persidangan,” tambah Said

 

Dengan putusan ini, Partai Buruh menyatakan kesiapan untuk mengusung calon presiden atau wakil presiden sendiri pada Pemilu 2029. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran partai-partai kecil dalam kancah politik nasional.

 

 

Meski demikian, Said mengakui bahwa putusan ini kemungkinan akan memicu perdebatan lebih lanjut, terutama dari pihak pemerintah dan DPR yang selama ini mendukung pemberlakuan Presidential Threshold.

 

Hasil pemeriksaan MK menunjukkan bahwa ketentuan Presidential Threshold tidak memiliki dasar yang kuat dalam konstitusi maupun risalah pembahasan amandemen UUD 1945. MK menemukan bahwa:

 

Dalam risalah rapat amandemen UUD 1945, tidak ditemukan adanya pandangan atau kesepakatan dari fraksi-fraksi MPR yang menyatakan syarat pencalonan presiden harus berbasis kursi atau suara partai politik.

 

 

MK mencatat bahwa aturan yang diminta dalam UUD hanya menyangkut syarat personal calon presiden, seperti kewarganegaraan, usia, dan pendidikan, tanpa mencantumkan syarat ambang batas pencalonan.

 

MK menilai bahwa ketentuan Presidential Threshold lebih cocok diterapkan dalam sistem parlementer, bukan sistem presidensial seperti yang dianut Indonesia.

Bacaan menarik :  Delegasi Pelajar GIS Serpong Dilepas untuk Ikuti "Powerful Daegu Festival 2025" Di Korea Selatan

 

Putusan ini juga didukung perbandingan dengan negara lain yang menganut sistem presidensial. MK mencatat bahwa di banyak negara, tidak ada ambang batas yang membatasi pencalonan presiden, sehingga lebih demokratis dan inklusif.

 

 

Partai Buruh menjadi salah satu pihak yang aktif dalam uji materi ini, mengajukan argumentasi yang lengkap dan terfokus. Sekjen Partai Buruh, Ferri Nuzarli, menyampaikan bahwa partainya sejak awal konsisten meminta pembatalan Presidential Threshold sebagai bentuk perjuangan terhadap hak politik rakyat.

 

Presidential Threshold hanya merupakan tambahan yang dibuat-buat dan tidak sesuai dengan semangat demokrasi. MK akhirnya mengabulkan permohonan ini karena jelas tidak ada dasar konstitusional untuk aturan tersebut,” ujar Said

 

Kesiapan Partai Buruh untuk Pemilu 2029

Partai Buruh menyatakan siap mengajukan calon presiden atau wakil presiden pada Pemilu 2029. Proses pencalonan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari masukan kader di tingkat bawah hingga penetapan calon oleh presidium partai.

 

“Kami memiliki prosedur yang tegas dalam menentukan siapa yang akan maju. Apakah kami akan berkoalisi atau maju sendiri, semua akan diputuskan melalui mekanisme internal yang demokratis. Yang pasti, Partai Buruh siap memimpin negeri ini,” tegas Said

Bacaan menarik :  Perpanjangan Masa Jabatan Dan Usia Pensiun, KAMI; RUU Polri Berpotensi Menjadi Langkah Mundur Bagi Reformasi Kepolisian.

 

 

Meski putusan MK ini memberi peluang lebih besar bagi partai-partai kecil, Said mengingatkan bahwa tantangan masih ada, termasuk resistensi dari partai-partai besar dan pengaruh politik uang. Namun, Partai Buruh optimis bahwa demokrasi yang lebih inklusif dan adil dapat terwujud dengan dihapusnya Presidential Threshold

 

Dengan putusan ini, semua partai politik, termasuk partai kecil, memiliki hak yang sama untuk mengajukan calon. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sistem politik Indonesia dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

Bagikan postingan
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan
0
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
0
Tiba di Sumsel, 200 Personel Brimob BKO Jalani Pembekalan Sebelum Tangani Karhutla
0
Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden RI
0
Exceptionnel gain et jackpot bob casino, lexpérience ultime pour les amateurs de sensations fortes
0
Geliebte Slots mit https://sltomania.com.de für stundenlangen Spielspaß und große Gewinne entdecken
0
Satpol PP Tindaklanjuti Aduan, Lima Kendaraan Ditolak Isi Biosolar
0
Bukti Nyata Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolri Suyudi Bedah Rutilahu di Rumpin
0
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0