Mad Hasnurin Bangga Tiga Tari Khas Lampung Barat Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Indonesia.

Penulis :

LAMPUNG BARAT – Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin mengaku bangga dengan ditetapkannya sebanyak tiga Tarian khas Lampung Barat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI), Selasa 31 Maret 2026.

Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat, Tati Sulastri. Ditandai dengan penyerahan sertifikat penghargaan yang berlangsung di gedung DPRD Provinsi Lampung dalam rangka peringatan HUT Provinsi Lampung.

Dari sekian banyak warisan leluhur di Kabupaten Lampung Barat ada tiga tarian yang ditetapkan sebagai WBTbI, yakni Tari Halibambang, Tari Serdam, dan Tari Tateduhan. Menurut Mad Hasnurin tiga tarian khas Lampung Barat ditetapkan menjadi WBTbI karena memiliki nilai historis, estetika, serta kearifan lokal yang kuat dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Lampung Barat.

Bacaan menarik :  DPD JULEHA LAMPUNG BARAT SIAP GELAR PELATIHAN JURU SEMBELIH HALAL ANGKATAN KE-III TAHUN 2026

Mad Hasnurin menjelaskan, pemerintah secara nasional menghargai tradisi dan warisan leluhur yang masih hidup di tengah masyarakat Indonesia. Ini juga merupakan bagian perhatian dari pemerintah pusat untuk melestarikan budaya-budaya khas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Sebagai asli putra daerah sekaligus Wakil Bupati Lampung Barat saya sangat bangga dengan tiga warisan leluhur orang Lampung Barat ditetapkan menjadi WBTbI. Pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada lapisan masyarakat semakin mencintai budaya leluhur,” tutupnya.

Sementara, Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri mengatakan bahwa penetapan ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku seni, akademisi, hingga pemerintah daerah.

Pengakuan terhadap tiga tarian tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Lampung Barat memiliki nilai yang tinggi dan layak untuk dilestarikan. Ia juga menyebutkan bahwa upaya inventarisasi dan pengusulan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Bacaan menarik :  Antisipasi May Day, Polres Lampung Barat Gelar Simulasi Pengamanan Mako.

“Tari Halibambang, Tari Serdam, dan Tari Tateduhan bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sarat makna dan nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang diwariskan secara turun-temurun. Ketiga tarian tersebut sebelumnya juga telah tampil dalam berbagai ajang berskala nasional, termasuk di Jakarta. Penampilan ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat eksistensi dan pengakuan terhadap kesenian Lampung Barat di tingkat nasional,” pungkasnya.

Bagikan postingan
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0
Pemuda Nusantara Berkeadilan Resmi Laporkan Oknum Penyidik Polres Metro Jaktim ke Kompolnas
0
Attraktive Bonusangebote mit 24casino-germany.com.de und vielfältigen Spieloptionen erleben
0
0
Wichtige Informationen über granawins-de.com.de und Tipps für den erfolgreichen Weinanbau
0
Rozważne zakłady z bisoncasino i komfortowa rozrywka online dla każdego gracza
0
Bupati Nias Ya’atulo Gulo di Rakernas VII HIMNI 2026: Tantangan Nias Pulau Impian Ada di SDM
0
Polri Tambah Dukungan Personel Brimob Lintas Daerah untuk Penanganan Karhutla
0
Subuh Keliling, Upaya Polri Perkuat Harkamtibmas melalui Kedekatan Dengan Masyarakat
0