Jakarta — Traznews. Com Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak sekaligus memperingati Hari Hipertensi Sedunia, komunitas Neyya Paramita menggelar kegiatan sosial bertajuk “Waisak Wellness Festival 2026 – Tenangkan Pikiranmu, Sehatkan Tubuhmu” di Main Atrium Baywalk Mall, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan seminar kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga sosialisasi program *Happy Senior* yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, aktif, dan produktif.
Turut hadir pula Pembimas Buddha Kanwil Kemenag DKI Jakarta Suliarna, S.Ag., M.Pd, serta Anggota DPRD Provinsi Jakarta sekaligus Ketua Umum DPP Dharmapala Nusantara FABB, Kevin Wu.
Selain seminar, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek gula darah, kolesterol, dan pemeriksaan kesehatan lainnya bagi masyarakat yang hadir.
Pendiri sekaligus Pembina Neyya Paramita, Lingo Djaja Jatidjan, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para lansia.
“Perayaan Waisak hari ini adalah bentuk kepedulian kepada sesama, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kebetulan saya juga bergerak di bidang kesehatan lansia melalui program Happy Senior. Kami melihat masih banyak lansia yang kurang mendapat perhatian. Jangan sampai kondisi seperti di luar negeri, di mana banyak lansia terlantar, terjadi di sini,” ujar Lingo.
Menurutnya, program Happy Senior dibuat untuk mendorong para lansia tetap aktif secara fisik maupun mental agar tidak mudah mengalami penurunan kesehatan maupun gangguan daya ingat.
“Kami ingin mencegah sejak dini. Kalau sudah terjadi dampak negatifnya akan lebih sulit. Karena itu kami membuat kegiatan yang memberikan ilmu, keterampilan, dan suasana gembira untuk para lansia. Sebab di usia lanjut banyak kendala, mulai dari kesehatan menurun hingga daya ingat yang mulai melemah,” katanya.
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan rutin telah disiapkan untuk para lansia, mulai dari meditasi, pelatihan keterampilan, wisata rohani ke vihara-vihara, hingga pengenalan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) agar para orang tua tidak tertinggal perkembangan zaman.
“Sekarang orang tua juga jangan sampai tertinggal teknologi. Minimal mereka bisa memahami perkembangan yang ada supaya tetap nyambung dengan anak dan cucunya,” ucapnya.
Lingo menambahkan, seluruh kegiatan disusun bersama oleh panitia dan berbagai komunitas sosial yang memiliki perhatian terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami semua berembuk membuat kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Harapannya para peserta mendapatkan motivasi untuk hidup sehat sehingga di usia lanjut tidak menjadi beban keluarga karena sakit berkepanjangan,” jelasnya.
Ia juga berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan lansia semakin meningkat.
“Yang penting orang tua harus tetap aktif. Karena otak dan otot itu saling berhubungan. Ada istilah ‘dipakai atau hilang’. Jadi tubuh dan pikiran harus terus dilatih,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Neyya Paramita berharap masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki orang tua lanjut usia, dapat lebih peduli dan mendorong para lansia untuk mengikuti berbagai aktivitas positif demi menjaga kesehatan fisik maupun mental mereka.