Jakarta – Traznews. Com Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (KAPMI) menggelar acara buka puasa bersama sekaligus santunan bagi anak-anak yatim dalam rangka bulan suci Ramadan 1447 H/2026. Kegiatan yang mengusung tema “Business Marching: Menanamkan Jiwa Pengusaha Sejak Dini” ini berlangsung di Ballroom Hotel Horison, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Acara diawali dengan pembacaan doa oleh Ustadz Lukman Hakim dari Yayasan Bintang Pancasila. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Badan Pimpinan Pusat KAPMI, di antaranya Ketua Umum KAPMI Mulyansah Abdurahman, Sekretaris Jenderal Alya Cahya, serta pengurus lainnya seperti Tri dan Ivan serta sejumlah tokoh masyarakat juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KAPMI Mulyansah Abdurahman menyampaikan rasa syukur atas kehadiran anak-anak yatim dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbuka puasa bersama, tetapi juga sebagai sarana menanamkan semangat kewirausahaan sejak usia dini.

“Perasaan saya sangat bersyukur sekali atas kehadiran adik-adik semua yang sangat mulia dan terhormat di mata kami. Alhamdulillah hari ini yang paling banyak hadir adalah adik-adik semua. Terima kasih sudah datang, dan tentu semuanya sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar Mulyansah.
Ia juga mengajak anak-anak yang hadir untuk mulai memiliki cita-cita menjadi pengusaha sejak dini.
“Kalau adik-adik besar nanti mau jadi pengusaha, mau punya banyak rezeki, kita doakan bersama dulu. Mudah-mudahan ketika adik-adik besar nanti bisa menjadi pengusaha yang sukses,” katanya.
Menurut Mulyansah, KAPMI merupakan wadah bagi para pengusaha muda yang berasal dari berbagai komunitas. Saat ini, organisasi tersebut menghimpun puluhan hingga ratusan pengusaha muda dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah kami terhimpun dari komunitas anak-anak muda yang sangat banyak. Ada puluhan bahkan ratusan pengusaha muda yang tergabung di KAPMI. Dulu kami juga seperti adik-adik semua, masih kecil. Sekarang kami sudah menjadi pemuda, dan suatu saat nanti akan menjadi orang tua yang memberi contoh kepada adik-adik semua,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tema “Business Marching” yang diangkat dalam kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia usaha kepada anak-anak sejak dini.
“Hari ini saya bangga sekali karena bisa mengajak teman-teman pengusaha muda untuk berbuka puasa bersama adik-adik semua. Kehadiran adik-adik bukan karena uang kecil atau besar, bukan juga karena buka puasanya saja, tetapi karena kami ingin berbagi semangat bisnis,” ujarnya.
Mulyansah juga mencontohkan sosok Nabi Muhammad sebagai teladan dalam dunia perdagangan.
“Seperti Nabi Muhammad, beliau adalah seorang pedagang yang ulung, seorang pengusaha muda yang hebat. Jadi tidak sekadar menjadi pemimpin, tetapi juga seorang entrepreneur. Hari ini kami ingin berbagi ilmu kepada adik-adik semua,” katanya.
Ia menekankan bahwa meskipun anak-anak belum diperbolehkan menjalankan bisnis secara formal, pola pikir kewirausahaan sebaiknya mulai ditanamkan sejak dini.
“Walaupun dalam undang-undang anak-anak belum boleh berbisnis, tetapi cara berpikir sebagai entrepreneur harus sudah dibangun sejak dini. Mudah-mudahan ketika usia 15 atau 20 tahun nanti, adik-adik sudah menjadi pengusaha sukses,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Mulyansah juga berpesan agar kelak ketika berhasil, para generasi muda tidak melupakan kewajiban untuk berbagi kepada sesama.
“Saya doakan adik-adik yang hadir hari ini kelak menjadi orang-orang sukses. Jika sudah sukses nanti, jangan lupa berbagi dan membantu saudara-saudara yang lain,” pungkasnya.
Acara kemudian ditutup kembali dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Lukman Hakim sebelum para peserta melaksanakan buka puasa bersama.