Lampung Barat – Lagu berbahasa Jawa berjudul “Wes Akhir Bumi (Bumine Goyang)” yang dilantunkan dalam acara Halal Bihalal group kesenian jaranan dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sekincau, Way Tenong, dan Pagar Dewa, di Pekon Tambak Jaya, Sabtu (28/03/2026), mengandung makna yang sangat mendalam.
Meski terdengar sebagai lagu hiburan dengan irama ringan dan mudah diikuti, lagu ini ternyata menyimpan pesan kuat tentang kehidupan serta peringatan bagi umat manusia.
Lirik lagu tersebut menggambarkan kondisi bumi yang “goyang”, yang dimaknai sebagai simbol ketidakstabilan dunia, bahkan sebagai isyarat tanda-tanda akhir zaman.
Pesan yang terkandung di dalamnya mengajak para pendengar untuk merenungkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu atas kehendak Sang Maha Pencipta.
Selain itu, lagu ini juga menyiratkan sindiran sosial terhadap perilaku manusia masa kini. Banyak yang dinilai mulai melupakan nilai-nilai agama, kurang peduli terhadap sesama, hingga terjebak dalam kesenangan duniawi. Kondisi tersebut seakan menjadi gambaran penyebab dunia kehilangan keseimbangan.
Tak sekadar menjadi pengingat, lagu ini juga membawa pesan moral agar masyarakat segera berbenah diri. Ajakan untuk kembali ke jalan yang benar, meningkatkan keimanan, serta memperbaiki sikap dalam kehidupan sehari-hari menjadi inti dari makna yang disampaikan.
Dengan balutan seni tradisional dalam suasana kebersamaan Halal Bihalal Group Jaranan di Lampung Barat, lagu “Wes Akhir Bumi (Bumine Goyang)” menjadi pengingat yang menyentuh sekaligus relevan dengan kondisi kehidupan saat ini.