JAKARTA — Traznews. Com Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Gani Suwondo Lie, menggelar kegiatan Tebus Sembako Murah di Gereja GBI Disciple, Jalan Bugis, Kebon Bawang, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2026). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Jakarta Utara.
Dalam keterangannya, Gani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerjanya sebagai anggota dewan untuk meringankan beban masyarakat, terutama di momentum bulan Ramadan.

“Program ini bagian dari tugas saya sebagai anggota dewan. Kita harus selalu hadir membantu masyarakat, bagaimana caranya meringankan beban mereka supaya kehidupan bisa lebih baik. Apalagi ini momentum bulan puasa, tentu banyak saudara-saudara kita yang kondisinya kurang beruntung,” ujar Gani.
Ia mengatakan, kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Gereja GBI Disciple dan BUMD DKI Jakarta, Pasar Jaya. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat bisa memperoleh paket sembako dengan harga setengah dari harga normal.
“Kita bekerja sama dengan Pasar Jaya. Harga paket kurang lebih di atas Rp100 ribu, tapi kita tebus hanya Rp50 ribu. Ini bukan masa kampanye, jadi kita tetap menjaga etika. Kita juga ingin mengedukasi masyarakat agar tetap menghargai bantuan yang diberikan,” katanya.
Paket sembako yang disediakan antara lain beras, mi instan, tepung terigu, gula, serta beberapa kebutuhan pokok lainnya. Jumlah paket yang disalurkan dibatasi hingga 5.000 paket guna menjaga ketertiban dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Menurut Gani, program ini difokuskan untuk masyarakat di Dapil 3 yang meliputi Kecamatan Tanjung Priok, Pademangan, dan Penjaringan. Ia menegaskan, setiap anggota dewan memiliki wilayah tugas masing-masing.
“Saya dari Dapil 3, jadi fokus membantu masyarakat di wilayah itu. Untuk daerah lain tentu ada teman-teman dari fraksi yang akan melaksanakan program serupa di dapilnya masing-masing,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa program ini diperuntukkan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Meski secara umum terbuka, prioritas tetap diberikan kepada masyarakat kurang mampu.
“Secara umum boleh saja, tapi ini khusus untuk yang membutuhkan. Kita bekerja sama dengan gereja di sini. Kalau di titik lain, bisa juga bekerja sama dengan RT, RW, tokoh masyarakat, atau tokoh agama. Intinya kolaborasi untuk membantu warga,” tuturnya.
Gani menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyambut Idulfitri, meski dengan keterbatasan jumlah bantuan yang tersedia.
“Memang masih terbatas, tapi paling tidak ada manfaat dan efeknya bagi masyarakat. Kita akan terus evaluasi agar ke depan lebih baik, lebih tertib, dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Karena ini cukup sensitif, sementara yang membutuhkan banyak dan jumlahnya terbatas,” pungkasnya.