Gagal Panen Bayangi Petani Padi Disuoh BNS, Sugeng HK Desak Pemkab Lambar Berikan Solusi .

Penulis :

Samsul Hadi

LampungBarat-Anggota DPRD Lampung Barat Fraksi PDI Perjuangan Sugeng Hari Kinaryo Adi mendesak Pemerintah kabupaten Lampung Barat untuk segera memberikan perhatian khusus serta solusi terkait kekeringan yang terjadi di lahan persawahan petani Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS).

Kekeringan lahan sawah di dua kecamatan yaitu kecamatan BNS dan Suoh akibat kemarau yang terjadi hampir dua bulan ini diperkirakan mencapai ratusan hektar.

Sugeng Hari Kinaryo mengatakan, Pemerintah kabupaten Lampung Barat harus bisa menyikapi masalah kekeringan lahan sawah di Suoh dan BNS ini dengan bijak.

 

“Sebagaimana kita ketahui kecamatan Suoh dan BNS merupakan daerah penghasil padi terbesar yang ada di kabupaten lampung barat” kata Sugeng (39/8/23).

Bacaan menarik :  Kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA, Dalam Rangka HUT ke-76 Lampura

Sugeng juga mengatakan seyogyanya pemerintah kabupaten Lampung barat mampu memberikan solusi serta dapat bergerak cepat menyikapi kondisi yang dialami para petani.

 

“Saya meminta pemerintah daerah agar bisa menyikapi kondisi ini dengan bijak akibat kemarau panjang sehingga para petani dapat terhindarkan dari gagal panen “,terangnya .

Laporan dari para petani padi berasal dari berbagai Pekon selalu diterima Sugeng Hari Kinaryo setiap hari.

“Dari laporan masyarakat, saat ini banyak sawah-sawah yang ditanami padi sudah mengalami kekeringan karena tidak mendapat air, seperti di daerah Rawakalong,Sumber agung ,tuguratu suoh, serta Srimulyo bns”tambah Sugeng .

 

Menanggapi harapan warga masyarakat yang di sampaikan melalui Sugeng Hari Kinaryo selaku wakil rakyat asal Fraksi PDI Perjuangan Dapil 5 BNS Suoh, Kepala Dinas (Kadis Tanaman Pangan Dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Lampung Barat Natadjudin Amran (30/8) sangat merespon.

Bacaan menarik :  Penutupan Grasstrack Championship di Lampung Barat Meriah ; Ini Kata Bupati Parosil

Ya, Rekan2 Penyuluh sudah kita minta agar bersama petani bergotong royong untuk perbaiki sumber2 air untuk irigasinya, jika harus memakai peralatan maka hrs dibahas terlebih dahulu dari mana sumberdananya, apakah APBD I, APBD II , DANA DESA atau sumber2 lainnya.

” Dan untuk itu perlu dibahas oleh Tim Pemda yg memiliki kewenangan terkait hal tsb” tutur Kadis TPH Saat dikonfirmasi media ini melalui pesan whatsAAp.

Bagikan postingan
Merveilleux univers et fastsllot-fr.fr pour des sensations fortes inoubliables aux joueurs passionnés
0
Polisi Bersama Masyarakat,Kapolres Lampung Barat Turun Langsung Giat   Pam Rawan Pagi 
0
Tania Apresiasi Pelayanan Samsat Kabupaten Bekasi, Penggantian Plat Nomor Dinilai Cepat
0
Dukung Program Kapolri, Polda Lampung Razia Tempat Hiburan Malam, 6 Pengunjung Positif Narkoba
0
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan
0
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
0
Tiba di Sumsel, 200 Personel Brimob BKO Jalani Pembekalan Sebelum Tangani Karhutla
0
Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden RI
0
Satpol PP Tindaklanjuti Aduan, Lima Kendaraan Ditolak Isi Biosolar
0
Bukti Nyata Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolri Suyudi Bedah Rutilahu di Rumpin
0
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0