Lampung Barat – Wakil Bupati Lampung Barat Drs.Mad Hasnurin sampaikan ucapan selamat kepada Edi Novial atas terpilihnya kembali sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Barat masa bakti 2025-2030, Sabtu (26/07).
Edi Novial kembali dipercaya memimpin PMI Kabupaten Lampung Barat terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) VII PMI Lampung Barat yang digelar pada Sabtu, 26 Juli 2025, di Aula Villa Kadaka, Liwa.
Edi Novial menjadi calon tunggal yang diusulkan oleh Ihrom, Ketua PMI Kecamatan Batu Ketulis, atas nama 15 Ketua PMI Kecamatan se-Lampung Barat. Usulan tersebut juga didukung oleh Duta Suhanda, Pengurus PMI Kabupaten Lampung Barat dari Bidang Penanggulangan Bencana dalam Sidang Paripurna ke III Muskab ke VII PMI yang di pimpin Vicky Andreas Fiqrulloh sbg Ketua Pimpinan Sidang dan Agus Darma Putra S3ktetaris sidang dan Sulaiman Anggota Sidang
Acara Muskab secara resmi dibuka oleh Ketua PMI Provinsi Lampung yang diwakili oleh Ir. Achmad Chrisna Putra, M.E.P., selaku Ketua Bidang Organisasi PMI Provinsi Lampung.
“Selamat kepada saudara Edi Novial yang terpilih kembali sebagai Ketua PMI Lampung Barat.
Semoga PMI di bawah kepemimpinan Edi Novial semakin bermanfaat bagi warga masyarakat Lampung Barat” ucapnya Wabup Drs.Mad Hasnurin
Beliau juga berpesan agar semua jajaran pengurus serta segenap relawan PMI untuk selalu siaga dan peduli terhadap bencana maupun masalah sosial.
“Saya berharap, kepedulian dan kerja kemanusiaan bisa lebih ditingkatkan. Saya percaya di tangan kepengurusan Edi Novial pengabdian bisa dijalankan dengan tulus dan ikhlas,” harapnya Wakil Bupati Lampung Barat 2 Periode ini.
Sementara, dalam sambutannya Edi Novial menyampaikan, komitmen dan refleksi atas kinerja PMI Lampung Barat selama masa kepemimpinannya.
“Sejak diberi amanah untuk memimpin PMI Kabupaten Lampung Barat periode 2020–2025, kami berkomitmen penuh untuk menjadikan PMI sebagai organisasi yang tanggap, profesional, dan akuntabel dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Alhamdulillah, dengan dukungan seluruh pihak baik pemerintah daerah, masyarakat, serta jajaran relawan, kami telah mampu melaksanakan berbagai program kerja dengan capaian yang cukup membanggakan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat gerakan kemanusiaan di daerah.
“PMI tidak berdiri sendiri dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Sebagai organisasi sosial yang netral dan mandiri, PMI senantiasa menjalin sinergi dengan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga tokoh agama dan pemuda. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan gerakan kemanusiaan yang berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya.