Lampung Barat- Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lampung Barat, Drs. Ahmad Hikami menyampaikan apresiasi dan merasa kaget, saat meresmikan SPPG 2 Sekincau. Rabu, 28 Januari 2028.
Di hadapan para tamu undangan dirinya sangat mengapresiasi dan merasa kaget, karena SPPG yang baru saja diresmikan telah dilengkapi dengan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
“Saya kaget tapi ini positif, fasilitas IPAL sudah terpasang sangat bagus dan saya sangat apresiasi hal tersebut” ujarnya.
Beberapa dampak yang dihasilkan apabila IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) tidak terpasang.
1. Pencemaran lingkungan: Limbah yang tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan sekitar, termasuk tanah, air, dan udara.
2. Bahaya kesehatan: Limbah yang tidak diolah dapat mengandung bahan kimia berbahaya dan mikroorganisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan siswa, guru, dan staf SPPG.
3. Kerusakan ekosistem: Pencemaran lingkungan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem dan mengganggu keseimbangan alam.
Di beritakan sebelumnya, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2 Sekincau secara resmi telah di louncing pada Rabu, 28 Januari 2025.
Peresmian tersebut di laksanakan di Dapur SPPG 2, lingkungan pasar Lama Sekincau, Kelurahan Sekincau, dengan di hadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Akhmad Hikami, Kadis DPMD, Bulki.Basri, Anggota DPRD Hi.Untung, Uspika Kecamatan Sekincau Peratin/Lurah, serta tokoh masyarakat sekitar.
Peresmian itu dilakukan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Ahmad Hikami.
Dalam sambutannya, Drs. Ahmad Hikami menyampaikan apresiasi atas diresmikannya dapur SPPG 2 di Sekincau.
Hikami menjelaskan bahwa pembangunan SPPG merupakan poin penting dalam pelaksanaan Program Prioritas Nasional MBG. Program ini hadir untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Masyarakat, khususnya di Kabupaten Lampung Barat.
Menurutnya, Program MBG sangat penting bagi generasi penerus karena bertujuan meningkatkan kesehatan, Meningkatkan kecerdasan, Meningkatkan daya saing anak, Mendukung capaian prestasi dan kontribusi positif bagi masyarakat.
Program ini tidak hanya diperuntukkan untuk anak-anak, tetapi juga ibu hamil dan ibu menyusui agar mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Program MBG bukan sekadar menyediakan makanan. Ini adalah komitmen kita memastikan setiap anak berhak tumbuh sehat, belajar dengan semangat, dan meraih masa depan yang lebih baik,” jelas Hikami.
Secara nasional, program MBG juga menjadi bagian dari strategi penurunan stunting dan mempersiapkan generasi emas 2045. Ia menekankan bahwa kecukupan gizi adalah hak dasar masyarakat yang wajib dijamin negara dan pemerintah daerah.
Selain meningkatkan kesehatan, keberadaan Dapur SPPG diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran dapur ini membuka peluang lapangan kerja baru, khususnya bagi warga di wilayah Kecamatan Sekincau.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Program MBG, agar tujuan mulia ini dapat terwujud,” tegas Hikami