DEWI MUSTIKA HADIRI JAMASAN PUSAKA & DIDAULAT JADI MC

Penulis :

Lucky suryani

Jakarta, Traznew. Com Semenjak usia belia berkecimpung di dunia entertaint tidaklah membuat lupa akan budaya asli Indonesia, begitu pula yang dialami oleh Penyanyi Terkenal “DEWI MUSTIKA” alias Dewi Jaya Sakti yang baru-baru ini telah miliris salah satu lagu single hitnya berjudul “Aku Smakin Cinta”. Pemilik nama asli Ari Purnama Dewi ini selain sebagai Artis Musisi, Song Writer, Aktris Film & Produser sekaligus Pengusaha, ternyata juga memiliki kemampuan berolah bahasa dalam dunia MC atau Pembawa Acara.

 

 

Di temui usai acara “JAMASAN PUSAKA” ahad legi, tgl 28 Juni 2026 yg di selenggarakan di Griya Oetami, Jl. Raya Condet no.7, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Dewi Mustika menyampaikan rasa apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut dan menurutnya budaya asli Indonesia harus dilestarikan agar kita tetap menjunjung tinggi nilai2 budaya bangsa, menghormati sejarah leluhur serta bisa selalu selaras dengan alam semesta.

 

 

“Ya aku didaulat jadi MC di acara Jamasan Pusaka yg pandu ayahku Ki Dalang Marsudi Sinduwinoto alias Ki Kalimosabdo. Sebenarnya dunia MC bukanlah hal baru bagiku, aku dari dulu juga sering MC diberbagai acara. Namun ketika aku fokus di musik & bisnis perusahaanku sendiri jadinya aku kurangi kegiatan MC nya”, ujarnya

Bacaan menarik :  BRI BO Ciputat Berikan Apresiasi pada Hari Ulang Tahun Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si

 

Rupanya ayahandanya Ki Marsudi Sinduwinoto tersebut sudah tidak asing lagi di dunia pedalangan, beliau juga merupakan Dalang terkenal di Nganjuk, Jawa Timur, sekaligus segudang profesi diantaranya Guru Tari, Karawitan, Musik Angklung versi Nganjuk & pimpinan Pedepokan Seni Klampis Ireng di Nganjuk.

 

“Aku di undang di acaranya Bapak Irawan Setiabudi, beliau sebagai Pemrakarsa atau Pemangku Karsa Jamasan Pusaka sekaligus beliau pemilik Griya Oetami Jakarta Timur. Aku didaulat jadi MC di acara ini. Nah inilah salah satu bentuk kepedulianku dalam melestarikan budaya Indonesia”, begitu tuturnya.

 

Bagi yang awam tentang Jamasan Pusaka, Dewi Mustika menyampaikan bahwa acara ini merupakan upacara sakral untuk membersihkan dan merawat benda-benda pusaka yang menjadi warisan leluhur sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah dan pelestarian budaya bangsa.

“Acara Jamasan Pusaka biasanya dilakukan setiap bulan Suro”, begitu ia menambahkan.

 

Acara ini di hadiri oleh keluarga Bapak Irawan Setiabudi sebagai Pemrakarsa Jamasan Pusaka, para Seniman & Budayawan yang ikut serta juga dalam prosesi acara.

Bacaan menarik :  Zonk! Sidak DPRD Pringsewu ke Ummika Sebatas Silaturahmi Tak Ada Tindakan Tegas

 

“Percayalah kemanapun aku melangkah, silsilahku ngga akan pernah hilang ataupun terlupakan dan senantiasa bersinggungan. Mengenai dunia Seni juga bukan hal baru bagiku. Sejak aku belum sekolah sudah Nyanyi baik lagu pop, dangdut, tembang jawa, nyinden dan genre lainnya, main di pertunjukkan Ketoprak sampai Menari & Menyanyi keliling kota juga pernah aku jalani hehehe. Berawal dari itu akhirnya aku hijrah untuk mengasah kemampuanku baik di bidang seni ataupun bisnis lainnya, berkarya dan membangun beberapa perusahaan milikku sendiri”, begitu ceritanya sambil tersenyum ceria.

 

Dewi Mustika yang juga dikenal sebagai Pengusaha Pemilik PT. DMS, PT. BKP, PT. ASW, CV. APS, CV. DPJS ini mengenakan baju atasan kebaya pink silver dipadu dengan bawahan kain batik panjang ditambah asesoris yg berkilau menambah kecantikan & keanggunannya dalam acara tersebut.

 

Lokasi acara Griya Oetami yang memiliki konsep restoran keluarga, kafe sekaligus event venue yang kental dengan nuansa adat tradisional Jawa lengkap dengan bangunan Joglo berbahan kayu jati asli menambah sakral & khidmatnya ritual Jamasan Pusaka.

Bacaan menarik :  Restoran LAVANAA Jadi Rekomendasi Tempat Bersantai Bersama Keluarga di Jakarta Utara

 

Menutup pernyataannya, “Nah acara yg inti itu paling akhir, yaitu prosesi jamasan atau pembersihan benda pusaka. Prosesi ini dipandu ayahku Ki Marsudi Sinduwinoto. Benda pusaka dibersihkan dengan hati-hati dan penuh ketelitian, diiringi dengan alunan doa dan gending-gending Jawa yang mengiringi kesakralan prosesi ini. Nah dengan di adakannya acara semacam ini, kedepannya aku berharap budaya bangsa apapun itu dan darimanapun asalnya tetap di lestarikan sampai kapanpun”, pungkasnya.

Bagikan postingan
Strategie vincenti e https://amazingbets-italy.it per scommettitori esperti e appassionati di sport
0
0
Étonnants décors virtuels autour de https://sllotlairs-france.fr pour des sessions de jeu immersives et divertissantes
0
Wichtige Informationen über granawins-de.com.de und Tipps für den erfolgreichen Weinanbau
0
Rozważne zakłady z bisoncasino i komfortowa rozrywka online dla każdego gracza
0
Bupati Nias Ya’atulo Gulo di Rakernas VII HIMNI 2026: Tantangan Nias Pulau Impian Ada di SDM
0
Polri Tambah Dukungan Personel Brimob Lintas Daerah untuk Penanganan Karhutla
0
Subuh Keliling, Upaya Polri Perkuat Harkamtibmas melalui Kedekatan Dengan Masyarakat
0
Précision et chance combinées avec coins-strike.fr pour des sessions de jeu palpitantes et fructueuses
0
Muhammad Rullyandi Apresiasi Pembentukan UU Penilai dan Peran Strategis MAPPI
0
Perkuat Benteng Kemerdekaan Pers, IWO Pringsewu Gandeng Advokat untuk Wartawan
0
Konferensi PWI Tangsel 2026, Tahapan Verifikasi Anggota Resmi Berakhir
0