Bung Tam Chennel Berikan Kembali Karya Untuk Bumi Lampung.

Penulis :

MGG

LAMPUNG -DR. Rustam Effendi, SE., M,Si. Akt. CA. CMA, pencipta lagu Tulang Bawang Bumi Ghayow yang sempat viral dibawakan oleh Harsoni Suhaibun, kembali menciptakan sebuah lagu yang berjudul Kecingan Keughikan atau yang artinya pegangan kehidupan, dan telah resmi dirilis di Youtube Bung Tam Channel, Senin (30/05/2022).

Menariknya pada kali ini Bung Tam, sapaan akrab DR. Rustam Effendi, membawakan lagu ciptaannya tersebut secara langsung, yang mana biasanya lagu-lagu ciptaannya dibawakan oleh orang lain.

Ternyata selain pandai menciptakan lirik-lirik lagu yang menarik dan karismatik dengan khas budaya Lampungnya, suara pria asli Tiyuh Gunung Katun, Tulang Bawang Barat (Tubaba) itu juga sangat menggelar dan membius yang menonton video dan mendengarkan suaranya.

Bacaan menarik :  Ketua PWNU Lampung Lepas 27 Santri Penerima Beasiswa PERGUNU S1-S2 UKHAC Mojokerto Jawa Timur

Dalam video clip lagu yang berjudul Kecingan Keughikan, para penonton dan pendengar akan dibuat tersentuh dengan arti dan makna dari pada lirik lagu, begitu pula dengan video clipnya yang mencoba untuk membuat penontonnya merasa bangga dan semangat dalam menjalani kehidupan, terkhus bagi orang-orang yang tinggal dan menetap di Tanah Lampung.

“Ya alhamdulillah, semoga lagunya bisa membuat kita terus bersemangat berjuang membangun Tanah Lampung dengan segala kearifan lokalnya yang mana kita harus terus bersatu-padu tidak boleh bercerai-berai demi kemajuan dan kemakmuran Bumi Lampung kita,” ungkapnya sedikit menjelaskan tentang makna lagu Kecingan Keughikan.

Lagu ini juga, disampaikan pria yang kini menjabat sebagai Kepala BPKAD Tulang Bawang, tujuannya untuk memotivasi generasi muda agar dapat terus bersemangat dalam belajar, yang diibaratkan meski berat harus tetap terus berjuang.

Bacaan menarik :  Pemkon Sukaratu Realisasikan Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg

“Ilmu selalu kita junjung, belajar tidak memiliki batas, ibarat menjalankan perahu dengan mendayung di air yang deras, meski berat, tapi tidak ada yang tidak bisa jika kita terus semangat, jadi seperti itulah kira-kira maksud dan makna dari lagu tersebut,” tuturnya.

Adapun makna besar dari lagu ini sendiri juga ialah dimana maksudnya dengan terus mempertahan adat istiadat yang telah diwariskan nenek moyang sebagai pedoman kehidupan dari jaman dahulu kala, dan sebagai orang yang tinggal dan menetap di Lampung harus berprinsip mempertahankan kehormatan dan harga diri, serta saling bersilaturahmi dan menghormati satu sama lain.

Selain itu, dengan gelar dan adat yang menjadi pedoman pegangan didalam kehidupan di Bumi Lampung yang besar dalam satu ikatan harus selalu bersatu padu tidak boleh bercerai-berai disemua tingkah laku jika ingin maju.

Bacaan menarik :  Peringati HUT IWO Ke-12 Tahun, Pengurus Wilayah IWO Lampung Gelar Rangkaian Acara
Bagikan postingan
Bupati Ela: Program Koperasi Merah Putih Menjadi Langkah Strategis Dalam Memperkuat Fondasi Ekonomi Nasional
0
Kapolri Ungkap Polri Sudah Miliki 1.376 SPPG, Dukung Program MBG
0
Ketua JMI Kota Metro Andy Gunawan, S.H Apresiasi Kapolda Lampung Instruksikan Tembak Ditempat Pelaku Begal
0
Kapolda Lampung Perintahkan Jajaran Tembak di Tempat Para Pelaku Begal dan Curanmor
0
Ulil Presisi, Curi Perhatian di Panen Raya Ketahanan Pangan Polri di Indramayu.
0
Ganjar Apresiasi Rapimnas DPP BKPRMI, Program Terobosan Dinilai Berdampak  Sampai Daerah
0
Ketum KBPP Polri Ajak Organisasi Tetap Solid Hadapi Tantangan Digital dan Kebangsaan.
0
Munas VI KBPP Polri 2026 : Syamsu Rizal Arbi Serukan Soliditas Demi Stabilitas Nasional
0
Ketua KBPP Polri Sumsel M. Yansuri: Munas VI Pertegas KBPP Sebagai Mediator Polri  Dan Masyarakat
0
Anna Susanti KBPP Polri Sultra: Munas VI Harus Lahirkan Ketum Solid Jaga Kekompakan Organisasi
0
Pelayanan Satpas SIM Daan Mogot Dipuji Cepat dan Profesional, Pemohon Akui Semakin Nyaman
0
Polres Kepulauan Seribu Perkuat Pengamanan Dermaga Antisipasi Lonjakan Wisatawan Libur Panjang
0