Diduga Abai Prosedur, Limbah Diduga B3 Berserakan di Lingkungan Puskesmas Kedaloman

Penulis :

Team MGG

Tanggamus (Traznews) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kedaloman, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, menjadi sorotan setelah diduga membuang limbah medis B3 seperti bekas obat-obatan tidak pada tempatnya.

Padahal, di lingkungan Puskesmas tersebut sudah tersedia kotak sampah khusus limbah medis yang semestinya digunakan untuk menampung limbah sebelum dilakukan pemusnahan oleh pihak ketiga.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, sebab limbah medis termasuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dapat mengancam kesehatan masyarakat serta mencemari lingkungan apabila tidak dikelola sesuai prosedur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan limbah yang diduga limbah medis berupa bekas obat-obatan dibuang di kotak sampah belakang Puskesmas, bahkan terlihat berserakan di sekitar lokasi.

Saat awak media berupaya mengonfirmasi Kepala UPT Puskesmas Kedaloman, Febrina Nurhayati, yang bersangkutan disebut tidak berada di tempat karena mengikuti kegiatan rapat koordinasi di Kabupaten Tanggamus.

“Kepala Puskesmas sedang Rakoor di Pemkab Tanggamus,” ujar salah satu petugas di Puskesmas, Senin (2/2/2026).

Sementara itu, petugas bagian Kesehatan Lingkungan (Kesling) juga tidak berada di lokasi saat ditemui.

Bacaan menarik :  Diduga Dana Desa Tahun 2022 Pekon Pariaman Diperuntukan Bantuan Hewan Kambing Tak Terealisasikan

Namun, Febrina Nurhayati melalui pesan singkat WhatsApp meminta awak media kembali ke Puskesmas pada esok hari untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

“Baik bang besok ke puskes, yaa ngobrol sama keslingku sekalian saja,” jawabnya.

Keesokan harinya, Kepala UPT Puskesmas Kedaloman Febrina Nurhayati didampingi petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling), Umar, memberikan klarifikasi terkait limbah yang ditemukan berserakan di lingkungan Puskesmas.

Umar menegaskan bahwa limbah yang terlihat tercecer tersebut bukan limbah medis B3, melainkan limbah domestik atau bekas alat pemeriksaan, bukan bekas obat-obatan sebagaimana yang dikhawatirkan.

“Sebenarnya limbah yang tercecer di TPS Limbah B3 itu limbah domestik, itu bukan limbah B3. Kenapa? Karena itu bekas dari alat pemeriksaan bukan obat-obatan. Nah itu memang dibuang ke tempat sampah,” tepis Umar, Selasa (3/2/2026).

Meski demikian, Umar mengakui adanya kelalaian pihak Puskesmas sehingga limbah tersebut bisa tercecer di sekitar area pembuangan.

“Kesalahan kami itu memang tercecer dan tertiup angin,” ujarnya.

Bacaan menarik :  Kapolres Lampung Barat Beserta Staff Dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu RI Ke 78

Walau telah dibantah sebagai limbah B3, tercecernya sampah di area fasilitas pelayanan kesehatan tetap memantik perhatian publik. Pasalnya, Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan semestinya memiliki standar ketat dalam pengelolaan sampah dan limbah, agar tidak menimbulkan kesan abai terhadap kebersihan lingkungan serta potensi risiko kesehatan.

Jika benar limbah medis B3 dibuang tidak sesuai prosedur, maka perbuatan tersebut berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, di antaranya,

Pertama, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Mengatur larangan pembuangan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Dan Pengelolaan limbah B3 wajib dilakukan secara aman dan sesuai ketentuan.

Kedua, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menegaskan bahwa limbah B3 wajib dikelola sesuai standar, termasuk penyimpanan, pengangkutan, dan penyerahan kepada pengelola berizin. Fasilitas pelayanan kesehatan wajib memiliki sistem pengelolaan limbah yang tertib dan terdokumentasi.

Ketiga, Permen LHK Nomor P.56/MENLHK-SETJEN/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Limbah medis seperti sisa obat-obatan termasuk limbah B3 fasyankes. Wajib dipilah, ditempatkan pada wadah khusus, diberi label, dan disimpan di tempat penampungan sementara sebelum diangkut pihak berizin.

Bacaan menarik :  Dilaporkan Warga, Kejari Pringsewu Telaah Pengaduan Dugaan Korupsi Dana Desa 2024 Pekon Gumukmas

Keempat, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan, Menegaskan fasilitas kesehatan wajib menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. (Tim)

Catatan :

Apabila dugaan pembuangan limbah medis B3 tersebut terbukti, pihak terkait dapat diminta pertanggungjawaban administratif hingga pidana, sesuai tingkat pelanggaran dan dampak yang ditimbulkan.

Bagikan postingan
Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan
0
Sabtu Bahagia Bersama Ojol, Polda Metro Jaya Gelar Bakti Kesehatan “Ojol Sehat, Pelayanan Hebat
0
Para Mantan Dankor Brimob Temui Kapolri, Perkuat Dukungan dan Soliditas Polri
0
Harapan Itu Kembali! Rizky dan Septian Kembali ke Bangku Sekolah, Pemerintah Hadir Membuka Jalan Masa Depan”
0
Rapat Koordinasi Percepatan Perizinan Berusaha di Kawasan Industri Digelar di Kementerian Perindustrian
0
Polda Banten Gelar Sertijab Dansatbrimob, Kombes Pol Hadi Saepul Rahman Resmi Menjabat
0
Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Irwasda, Karoops, dan Dirintelkam
0
Hamim Center Hadir di Konsolidasi Jilid Pertama Relawan Prabowo, Serahkan Dukungan ke Kertanegara dan Desak Bongkar Penyadapan
0
Polsek Sekincau dan Masyarakat Gelar Jum’at Bersih
0
Meriah! SPJI dan SPPG Nusantara Tri Mekar Ajak Pelajar BNS Kenal Dunia Jurnalistik Lewat Lomba Kreatif MBG
0
Laskar Merah Putih dan ARSIP Tegaskan Dukungan kepada Presiden Prabowo, Bachtyar Tedjanegara : Ajak Kader Solid Kawal Pemerintahan
0
ALIANSI RELAWAN SEJATI PRABOWO (ARSIP) TEGASKAN DUKUNGAN KEPADA PRESIDEN PRABOWO DAN KAPOLRI:
0