Lampung Barat — Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Masjid Nurul Iman, Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, resmi ditutup setelah berlangsung selama sepuluh hari, mulai 1 hingga 10 Maret 2026.
Pesantren Ramadhan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Remaja Islam Masjid (RISMA) Masjid Nurul Iman sebagai upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membina akhlak generasi muda selama bulan suci Ramadhan.
Pada tahun ini kegiatan diikuti sebanyak 110 peserta yang berasal dari Pekon Tanjung Raya serta beberapa wilayah sekitar, seperti Pekon Padang Cahya dan Lingkungan Pantau Pasar Liwa.
Ketua Pelaksana kegiatan, M. Arif Al Akhyar, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan pesantren Ramadhan para peserta mendapatkan berbagai materi keislaman, mulai dari fiqih ibadah, akhlak, pembelajaran Al-Qur’an, hingga motivasi keagamaan.
Ia juga menyampaikan bahwa para pemateri dalam kegiatan tersebut merupakan para santri yang berasal dari berbagai pondok pesantren, di antaranya Pesantren Ummul Quro Bogor, Pesantren Lirboyo Kediri, Pesantren Dalwa Pasuruan, serta Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung.
Penutupan kegiatan dilaksanakan di kawasan Islamic Center Lampung Barat dan dikemas dengan kegiatan tadabur alam yang bertujuan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus mempererat kebersamaan di antara para peserta.
Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Peratin Pekon Tanjung Raya, Johan Safri, ST. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua MWCNU Sukau, Ustadz H. Akhyar, Sekretaris Ranting NU Tanjung Raya Ustadz Ruli Rahmadani, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparatur Pekon Tanjung Raya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MWCNU Sukau Ustadz H. Akhyar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pesantren Ramadhan yang dinilai sangat bermanfaat bagi pembinaan generasi muda.
“Pesantren Ramadhan ini sangat penting sebagai sarana pembinaan generasi muda agar lebih mencintai ilmu agama, memiliki akhlak yang baik, serta mampu menjadi penerus perjuangan dakwah Islam di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan partisipasi masyarakat yang semakin luas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang. Melalui Pesantren Ramadhan inilah kita menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan kebersamaan kepada generasi muda sejak dini,” tambahnya.
Dengan berakhirnya kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini, para peserta diharapkan dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah di tengah masyarakat.(**)