Cerpen- Indah, seorang wanita muda yang tinggal di desa terpencil, selalu dikenal sebagai pribadi yang ramah dan baik hati. Suatu malam, saat kembali dari berbelanja ke pasar malam, Indah harus melewati jalanan sunyi. Pada saat yang sama, beberapa warga desa yang sedang mabuk mengejarnya dan akhirnya menyeret Indah ke dalam semak-semak.
Meneriakkan doa dan memohon untuk dilepaskan, tak ada seorang pun yang mendengar teriakan Indah karena suara keras musik di acara adat desa. Orang-orang yang mengenal Indah pun tak menyangka bahwa ia sedang berjuang untuk hidupnya. Terlepas dari perlawanannya, Indah dibius dan diperkosa oleh para pelaku.
Keesokan harinya, warga desa menemukan Indah yang telah tidak bernyawa di pinggir jalan dengan tubuhnya penuh dengan luka. Berita kematian Indah mengejutkan seluruh desa dan mereka berduka, tanpa menyadari bahwa malapetaka baru telah dimulai.
Tak lama setelah pemakaman Indah, fenomena misterius mulai terjadi di desa tersebut. Di tengah malam, suara tangisan wanita yang menggema di seantero desa kerap terdengar. Warga yang berani mengintip dari jendela mereka melaporkan melihat sosok wanita berkeliaran dengan wajah yang rusak.
Anak-anak di desa mulai menghilang satu persatu. Warga desa panik, memutuskan untuk menghentikan kegiatan di malam hari dan lebih sering berdoa. Malam-malam di desa menjadi lebih sunyi dan lebih mencekam.
Goa di pinggiran desa yang tak pernah dihiraukan kini tampak menyeramkan. Suatu malam, warga yang mencemaskan keberadaan anak mereka memutuskan untuk mencari di sekitar goa tersebut. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan Tubuh anak-anak mereka dalam keadaan mengenaskan di dalam goa.
Warga desa mulai meragukan kejadian ini sebagai ulah manusia. Dugaan mereka segera terarah pada para pria yang sering mabuk dan berkeliaran pada malam hari. Salah satu di antaranya yang merasa bersalah akan perbuatannya, mengungkapkan kebenaran tentang apa yang terjadi pada Indah.
Warga desa marah dan membawa para pelaku ke hadapan kepala desa. Namun, harapan mereka pada keadilan sirna, tiba-tiba saja langit gelap dan anak hilang kembali.
Akhirnya, mereka menyadari bahwa mereka dihantui oleh roh Indah yang telah menuntut balas. Mereka bingung bagaimana cara menyadarkan roh Indah, meminta maaf padanya dan memberikan ganti rugi.
Di tengah keputusasaan, seorang dukun dari desa tetangga berhasil menemukan jalan untuk menghubungi roh Indah
Mereka meminta bantuan dukun tersebut untuk menghubungi roh Indah dan menyadarkannya bahwa mereka ingin menebus kesalahan orang-orang yang ada di desa. Dukun itu melaksanakan ritual untuk menghubungi arwah Indah, dengan dibantu warga desa yang mengikuti instruksi dengan penuh pengabdian.
Roh Indah muncul di tengah ritual, dengan raut muka penuh kemarahan. Warga desa merasa ngeri, namun mereka tetap memohon ampunan dan mencoba menjelaskan bahwa para pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Indah, yang dihantui oleh rasa sakit dan perasaan terkhianati, merasa bingung dan tak berdaya. Dalam kegelapan hatinya, ia merasa bahwa balas dendam adalah satu-satunya jalan yang ada.
Namun, dukun itu dengan lembut dan bijaksana, berbicara kepada roh Indah dan mengungkapkan bahwa jalan kebenaran tidak berada dalam dendam. Ia meyakinkan roh Indah bahwa warga desa akan menebus kesalahan mereka, dan mereka akan melaksanakan keadilan agar jiwa Indah dapat beristirahat dengan tenang.
Mendengar kata-kata dukun, perlahan-lahan kemarahan di hati Indah mulai meredup, digantikan dengan harapan akan keadilan yang akan ia terima. Ia menarik napas panjang dan memberikan ampunan bagi desa itu, dengan catatan mereka harus menjaga tatanan dan kebaikan.
Sejak itu, desa itu menjalani perubahan yang besar. Para pelaku diadili dan menerima hukuman yang setimpal. Warga desa mulai menghargai kehidupan setiap individu, dan ketakutan serta horor yang selama ini direntangnya hilang sepenuhnya.
Meski desa tersebut tidak akan pernah †melupakan Indah dan kesakitan yang telah ia alami, mereka merasa bersyukur atas perubahan yang telah terjadi. Jiwa Indah, akhirnya, dapat menemukan kedamaian dan keadilan yang selama ini ia cari. Seluruh desa bersumpah untuk menjaga nilai-nilai luhur kehidupan dan tak akan pernah lagi mengulangi kesalahan yang telah menodai sejarah mereka.