APKASINDO Menggelar Pertemuan Nasional Petani Sawit Indonesia ke-III Dan Hut 28 Tahun

Penulis :

Lucky wuryani

 Jakarta – Traznews. Com  Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menggelar Pertemuan Nasional Petani Sawit Indonesia ke-III yang didukung BADAN PENGELOLA DANA PERKEBUNAN (BPDP) di Jakarta, Rabu (28/10/2026), untuk memperkuat posisi petani dalam rantai pasok energi hijau nasional. Momentum yang bertepatan dengan HUT ke-26 APKASINDO ini menjadi landasan konsolidasi bagi 92 persen petani swadaya agar tidak lagi sekadar menjadi penjual Tandan Buah Segar (TBS).

 

Konsolidasi Petani Swadaya dan Penguatan Hilir

 

oplus_0

Ketua Dewan Pengawas DPP APKASINDO Prof. Dr. Ir. AGUS PAKPAHAN menegaskan bahwa kedudukan petani swadaya maupun petani plasma sama pentingnya bagi industri kelapa sawit nasional. Saat ini, komposisi petani swadaya mencapai 92 persen dari total petani sawit di Indonesia, sementara petani kemitraan atau plasma hanya berada di angka 7 hingga 8 persen.

 

Penguatan kelembagaan menjadi krusial agar petani dapat menikmati nilai tambah dari pengolahan produk hilir, termasuk sektor energi hijau. Dukungan pemerintah mengalir melalui kehadiran Menteri Koperasi dan Menteri Bappenas yang menekankan pentingnya kesetaraan posisi bargaining petani.

Bacaan menarik :  Perbup Media Tanpa Koordinasi, IWO Nilai Pemkab Pringsewu Abaikan UU Pers

 

“Harapan daripada kami, petani sawit, supaya ke depan menjadi bagian rantai pasok, bukan hanya penjual TBS. Tadi dikatakan Menteri Koperasi dan Menteri Bappenas dan Ketua Dewan Pembina, petani sawit tidak cukup hanya penjual TBS, now or never,” ujar Prof AGUS.

 

Koperasi Petani Kelapa Sawit Nusantara sebagai Loncatan Kuantum

 

Memasuki usia 26 tahun, APKASINDO mendorong pembentukan Koperasi Petani Kelapa Sawit Nusantara. Langkah strategis ini dirancang guna mengintegrasikan potensi 6 juta hektar kebun sawit rakyat yang menghasilkan sekitar 120 juta ton TBS.

 

Skala produksi tersebut setara dengan total luas perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Melalui wadah koperasi legal, petani dapat mengelola fungsi ekonomi, sosial, hingga ekologi secara mandiri, termasuk dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bacaan menarik :  Silaturahmi Kebangsaan ICMI di Jakarta, Arief Satria Ajak Perkuat Keikhlasan dan Kebersihan Hati

 

“Untuk loncatan kedua kita ini, kita perlu kendaraan. Kendaraannya apa? Koperasi. Koperasi itu apa sih? Usaha bersama sama-sama dari Aceh sampai Papua pemanfaatan kelapa sawit untuk kemakmuran bersama,” kata Prof. AGUS.

 

Hilirisasi sawit pro petani perlu membuka ruang lebih besar bagi pekebun untuk menikmati nilai tambah komoditas. Pengembangan industri tidak cukup hanya meningkatkan kapasitas pengolahan, tetapi juga perlu memperhatikan peluang kemitraan, akses usaha, dan keterlibatan petani dalam rantai nilai sawit.

 

Persoalan harga TBS juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Bagi petani, kepastian harga di tingkat kebun berpengaruh langsung terhadap pendapatan, biaya pemeliharaan, dan kemampuan menjaga produktivitas tanaman. Karena itu, upaya Stabilisasi Harga TBS untuk kesejahteraan petani penting untuk penguatan posisi tawar pekebun.

Bacaan menarik :  Restoran LAVANAA Jadi Rekomendasi Tempat Bersantai Bersama Keluarga di Jakarta Utara

 

Dinas Perkebunan Sumatera Utara turut menyambut positif penguatan sinergi tersebut. Sebagai salah satu daerah produsen utama, keberadaan koperasi diyakini mampu mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani lokal secara berkelanjutan.

Bagikan postingan
Mahasiswa Akan Demo di Kemendikdasmen, Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Pendidikan
0
PERMALA JAKARTA APRESIASI KINERJA PEMPROV LAMPUNG DI BAWAH KEPEMIMPINAN KIYAI MIRZA DJAUSAL
0
Lima Rumah Terbakar di Sukau, Pemkab Lampung Barat Salurkan Bantuan
0
Buka Liga Santri PCNU CUP 2026, Parosil: Santri Bukan Hanya Ngaji, Membangun Itu Soal Hati.
0
Pemuda Nusantara Berkeadilan Sesalkan Kepala BKD DKI Jakarta Premi Lasari Tak Hadiri Undangan FGD di Hari Sumpah Pemuda
0
Bupati Pesisir Barat Terima Audiensi IJTI Koed8 Barat Raya , Perkuat Sinergi Publikasi Pembangunan dan Promosi Potensi Daerah
0
Aktivis Laz: Hari Sumpah Pemuda Menjadi Momentum untuk Memperkuat Persatuan
0
Diskusi Publik JMSI Tulang Bawang, Granat: Rokok Pintu Masuk Narkoba di Kalangan Pelajar
0
Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate
0
Wichtige Tipps für deinen Workflow mit ringo-spin-de.de und effizienter Projektorganisation
0
Memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun, Pujakesuma Lambar Baksos Korban Kebakaran Di Bahway
0
Warga Lippo Village Gelar Aksi Damai, warga Sampaikan Lima Tuntutan Utama Secara Tertulis 
0