Kemarau Berkepanjangan, Kutu Kebul Jadi Ancaman Baru Petani Kopi Lambar

Penulis :

Samsul Hadi

LAMPUNG BARAT — Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi tantangan tersendiri bagi petani kopi di Kabupaten Lampung Barat. Bukan hanya persoalan kekeringan, petani juga harus mewaspadai serangan hama kutu kebul yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan pembentukan buah kopi.

 

Hama berukuran kecil tersebut jangan dianggap sepele. Jika populasinya berkembang tanpa pengawasan, keberadaannya dapat mengganggu kondisi tanaman dan berpotensi menekan produktivitas kebun.

 

Petani biasanya menyebut serangga ini sebagai kutu kebul. Hama dapat ditemukan di bagian tanaman tertentu dan perlu dipantau secara rutin, terutama ketika kondisi kebun mendukung perkembangannya.

Yang menjadi perhatian, hama dan gangguan pada tanaman dapat muncul bersamaan dengan kondisi tanaman yang sedang mengalami tekanan akibat cuaca. Karena itu, petani diminta tidak menunggu sampai kondisi tanaman menunjukkan kerusakan parah.

Bacaan menarik :  Operasi Cempaka Krakatau 2022, Polsek Pakuan Ratu Amankan Lima Pelaku Judi Qiu Qiu

 

Bunga kopi yang mengering juga perlu menjadi perhatian. Bagian tanaman yang sudah tidak produktif sebaiknya ditangani dan kebun dijaga kebersihannya. Pemantauan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui sejak dini apabila mulai ditemukan tanda-tanda serangan.

 

Jika serangan sudah ditemukan, petani dapat melakukan pengendalian sesuai kondisi di lapangan. Penggunaan insektisida harus dilakukan secara bijak, tepat sasaran, dan mengikuti petunjuk label serta dosis yang dianjurkan. Bila diperlukan, petani dapat berkonsultasi dengan penyuluh pertanian atau petugas perlindungan tanaman.

 

Pengendalian tidak cukup hanya dengan penyemprotan. Kebersihan kebun, pemangkasan, pemantauan tanaman, serta pengelolaan lingkungan kebun menjadi bagian penting untuk menekan perkembangan hama.

 

Bacaan menarik :  Kepercayaan Warga Lambar Tinggi, PM-MH Jilid 2 Bakal Terjadi .

Petani kopi Lampung Barat diingatkan agar tidak terlena. Saat harga dan produksi kopi menjadi tumpuan ekonomi keluarga, setiap gangguan pada tanaman harus diantisipasi sedini mungkin.

 

Kutu kebul memang kecil, tetapi jangan sampai kerugiannya menjadi besar.

 

Petani harus rutin turun ke kebun, memeriksa kondisi tanaman, mengenali tanda-tanda serangan, dan mengambil langkah pengendalian sebelum gangguan berkembang lebih luas.

 

Sebab, menjaga produksi kopi bukan hanya dilakukan ketika musim panen tiba. Perlindungan tanaman harus dimulai sejak bunga, calon buah, hingga buah berkembang.

Bagikan postingan
Polres Lampung Barat Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan, Tersangka Ditangkap di Bangka Belitung
0
UI  Dan PERADI Profesional Gelar Golf Tournament 2026 di Pondok Indah – Kolaborasi PKPA, Hadiah BMW X1 Hole in One
0
SPJI Lampung Barat Prihatin Peristiwa Dugaan Bullying di Batu Kebayan, Pengawasan Anak Harus Diperketat.
0
Soekarno Cup Membludak, Pak Cik Parosil: Top.Markotob  
0
HUT ke-4 Media Buser Bhayangkara, PWLB Apresiasi Konsistensi dalam Menyajikan Informasi kepada Masyarakat
0
AMPH Jakarta Tegaskan: Bupati Labuhanbatu dr.Hj.Maya Hasmita,Sp.OG,M.KM Tidak Boleh Disudutkan Sebelum Ada Pembuktian Hukum yang Sah
0
Perdiksi Ketum DPP PWDPI: Kasus Penyadapan Mantan Kapolri dan Sejumlah Jenderal Diprediksi Tak Akan Berlangsung Lama
0
Harga Tidak Mahal! Rasa Kuah Kaldu Bakso Tulang Tidak Kalah, Silahkan Datang Di Kedai Resto Shini
0
GRIB Jaya Jatim Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, M. Kasmu: Ungkap hingga Aktor Intelektual!
0
Dosen dan Mahasiswa Malahayati hadiri Konferensi Internasional di Jeju Korsel
0
Samsat Keliling Kabupaten Bekasi Hadirkan Kemudahan Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan
0
Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan
0