JAKARTA, Traznews. Com 31 Maret 2026 — Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696, Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, bersama masyarakat gelar tabur bunga di di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Senin (31/3/2026). Acara berlangsung khidmat dan penuh suka cita.
Acara tersebuti selain di hadiri Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin beserta jajaran kepala dinas Pemerintah Kabupaten Bone, diaspora Bone dan juga tampak hadir Pengusaha Singapura Dato’ Andi Ahmad Said, ketua umum Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) Andi Mulyati Panrangi dan tokoh – tokoh masyarakat Bone.
Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang sejarah Kabupaten Bone yang sarat dengan nilai perjuangan, keberanian, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Rangkaian ziarah diawali dengan kunjungan ke makam para raja Bone di Sulawesi Selatan, kemudian dilanjutkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta. Di lokasi tersebut, prosesi berlangsung tertib dengan tata upacara militer, mulai dari penghormatan pasukan, peletakan karangan bunga, hingga tabur bunga di pusara para pahlawan.
Ketua Umum DPP Aliansi Jurnalis Bersatu, Andi Mulyati, menilai kegiatan ziarah ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang penting bagi generasi muda.

Sementara itu, prosesi upacara di Kalibata dipimpin oleh Letkol Inf Ernies selaku Kepala Protokol Garnisun Tetap (Kogartap) I/Jakarta. Dengan komando yang terstruktur, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh penghormatan.
Peringatan HJB ke-696 juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan sejarah Bone, termasuk mengenang sosok Raja Bone ke-31, La Pawawoi Karaeng Sigeri. Ia dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap kolonialisme Belanda pada akhir aba
Di tengah tekanan peuntuk melawan ketimbang tunduk. Keputusan tersebut membawa Kerajaan Bone dalam konflik terbuka dengan Belanda. Meski berujung pada kekalahan dan pengasingan, semangat juangnya tetap hidup dan menjadi simbol keberanian serta harga diri masyarakat Bone hingga kini.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Bone tidak hanya dimaknai sebagai mengenang sejarah, tetapi juga sebagai upaya memperkuat identitas di tengah arus modernisasi.
“Ziarah ini adalah pengingat bahwa kita memiliki akar sejarah yang kuat. Nilai keberanian, kejujuran, dan pengabdian dari para raja dan pahlawan harus terus kita wariskan,” tegasnya.