Tri Rahmadona: Negara Tidak Boleh Kalah,Korupsi dan Darurat Agraria di Lampung Harus Dihentikan!

Penulis :

Lucky

Jakarta 24 April_ Traznews. Com Narasi “Indonesia damai” dinilai tidak akan bermakna tanpa keadilan yang nyata. Hal itu disampaikan Tri Rahmadona dalam Workshop Semangat Kebangsaan yang diselenggarakan Mabes Polri bertema “Indonesia Damai dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

 

Dalam forum tersebut, perwakilan putra daerah Lampung itu menyampaikan kritik terbuka terhadap kondisi tata kelola di daerahnya yang dinilai tengah berada dalam situasi serius.

 

Tri menegaskan, praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta ketidakadilan yang terus berulang tidak lagi bisa dilihat sebagai persoalan oknum semata, melainkan telah mengarah pada krisis yang bersifat sistemik.

 

“Kita tidak bisa terus berbicara soal persatuan dan kedamaian, sementara praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang berlangsung terang-terangan. Ini bentuk pengkhianatan terhadap semangat kebangsaan,” ujarnya.

Bacaan menarik :  H. Farkhan Evendi Resmi Pimpin DPN Bintang Muda Indonesia 2025–2030

 

Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta aparat penegak hukum dalam praktik yang merusak kepercayaan publik.

 

Menurutnya, ketika institusi yang seharusnya menegakkan hukum justru diduga terlibat, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keadilan, tetapi juga legitimasi negara di mata rakyat.

 

Selain itu, Tri menilai Lampung saat ini berada dalam kondisi darurat agraria. Konflik lahan yang berulang, dugaan perampasan tanah, serta lemahnya perlindungan terhadap hak masyarakat disebut telah menimbulkan dampak sosial yang luas.

 

“Rakyat kehilangan tanah dan ruang hidupnya, sementara kekuasaan terkesan berpihak pada kepentingan tertentu. Ini bukan sekadar kelalaian, tetapi ketidakadilan yang terus dipelihara,” tegasnya.

Bacaan menarik :  Akselerasi Penanganan Covid-19, Bupati Minta Feedback Perusahaan-Perusahaan Di Lambar Untuk Ikut Berperan Aktif

 

Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap konflik agraria dan praktik korupsi berpotensi memperbesar ketimpangan serta memicu konflik sosial yang lebih luas.

 

Karena itu, Tri mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah konkret, yaitu

* Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan tanpa tebang pilih terhadap dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

* Evaluasi menyeluruh terhadap integritas dan peran Forkopimda serta aparat penegak hukum.

* Penyelesaian konflik agraria yang berpihak pada rakyat dengan menjamin hak atas tanah sebagai hak dasar warga negara.

 

“Negara tidak boleh kalah oleh korupsi. Negara tidak boleh tunduk pada penyalahgunaan kekuasaan. Dan negara tidak boleh membiarkan rakyatnya terusir dari tanahnya sendiri,” ujarnya.

Bacaan menarik :  Pemimpin Cabang BRI KC Balaraja Serahkan Hadiah kepada Juara Turnamen Badminton

 

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa forum kebangsaan tidak boleh berhenti pada simbolisme, melainkan harus menjadi momentum untuk menghadirkan keberanian politik dan keberpihakan nyata kepada rakyat.

Bagikan postingan
Ketum KBPP Polri Ajak Organisasi Tetap Solid Hadapi Tantangan Digital dan Kebangsaan.
0
Munas VI KBPP Polri 2026 : Syamsu Rizal Arbi Serukan Soliditas Demi Stabilitas Nasional
0
Ketua KBPP Polri Sumsel M. Yansuri: Munas VI Pertegas KBPP Sebagai Mediator Polri  Dan Masyarakat
0
Anna Susanti KBPP Polri Sultra: Munas VI Harus Lahirkan Ketum Solid Jaga Kekompakan Organisasi
0
Pelayanan Satpas SIM Daan Mogot Dipuji Cepat dan Profesional, Pemohon Akui Semakin Nyaman
0
Polres Kepulauan Seribu Perkuat Pengamanan Dermaga Antisipasi Lonjakan Wisatawan Libur Panjang
0
Jakarta Bhayangkara Presisi Raih Kemenangan Perdana di AVC Men’s Club Championship 2026 Pontianak
0
Pihak RSUD KH.Ahmad Hanafiah Berkomitmen Mengevaluasi Tata Letak Ruang Perawatan,Tingkatkan Standar Kebersihan Dan Pelayanan
0
Said Aldi BKPRMI: Puluhan Ribu TKTPA Kini Dapat Bantuan Operasional, Dorong Kesejahteraan Guru Ngaji
0
Dari _Combat Force Menuju Strategic Force_, Seminar Nasional Seskoad Bahas Masa Depan TNI AD
0
MWC NU Sekincau Gelar Musyawarah Kerja ke 2, Perkuat Kelembagaan untuk Pelayanan Umat.
0
Perayaan HUT KNTI ke-17 2026: Nelayan Tradisional Jakarta Utara Suarakan Perlindungan Wilayah Tangkap
0