TrazNews.com- TULANGBAWANG,ššš dailylampung.com – Sudah puluhan tahun keberadaan Rumah Tahanan ļ¼Rutanļ¼Tulang Bawang, hingga saat ini tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Akibat dampak air limbah yang mengalir ke lingkungan masyarakat tersebut, menyebabkan pencemaran dan kerugian bagi masyarakat setempat.
Salah satu masyarakat yang terdampak air limbah dari Rutan Tulang Bawang, Yudi Kusuma Jaya, mengatakan, bahwa sudah puluhan tahun tanahnya terkena air limbah dari rutan, menyebabkan kerusakan tanah dan tanam tumbuh miliknya.
āSetiap tahun tanaman singkong milik saya mati dan isinya selalu busuk akibah terendam air limbah dari rutan, bagaimana mau panen seperti petani yang lain panen,āterang Yudi.
Lanjut Yudi, ia sudah berulang kali menemui Kepala Rumah Tahanan Negara ļ¼RUTANļ¼Menggala dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan ļ¼KPRļ¼, menyampaikan keluhan air limban yang keluar dari RUTAN Tulang Bawang.
āSaat saya menemui Kepala KPR RUTAN Menggala dia mengatakan kami tidak ada dana untuk membuat penampungan IPAL,āurai Yudi.

Sementara itu, Kepala KPR RUTAN , mengatakan, bahwa mereka sudah berdiskusi dengan pemilik kebun dan sudah memberi kompensasi terkait air yang mengalir kekebun nya, ia juga menyampaikan air yang mengalir sudab pada jalurnya karena mereka membuang air limbah para tahanan ke saluran pembuangan irigasi yang ada.
āTerkait adanya beberapa titik yang belum di bangun saluran irigasi, itu bukan kewenangan kami dari RUTAN itu semua mejadi tugas Pemerintah Daerah Tulang Bawanv yang harus membangunnya,ākelit Kepala KPR saat di temui beberapa pekan yang lalu. ļ¼*ļ¼