Rakernas  GEKIRA 2024 Adakan Di Jakarta, “Merawat Perbedaan Dan Mewujudkan Keadilan Sejati”

Penulis :

Lucky sun

Jakarta, traznews. Com 3 Agustus 2024 , Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2024 di Ballroom Bidakara, Jakarta Selatan, dengan tema “Merawat Perbedaan, Mewujudkan Persaudaraan, dan Keadilan Sejati”.

 

 

 

Tampak hadir Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Ir. Fary Djemy Francis, ΜΜΑ dan Sekjen DPP GEKIRA Nixon Silalahi, kemudian menyusul beberapa tokoh penting Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga Ketua Dewan Pembina Gekira Hashim S. Djojohadikusumo, adik kandung presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto, dan H. Ahmad Muzani, S.Sos., Sekjen Partai Gerindra.

 

 

Pada Rapat kerja tersebut juga dihadiri oleh perwakilan pengurus GEKIRA dari berbagai daerah seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Aceh, Kalimantan Tengah, Yogyakarta, dan Papua. Dalam kesempatan ini, para perwakilan menyampaikan laporan kegiatan selama setahun terakhir yang meliputi kegiatan kepemudaan gereja, sosial masyarakat, hingga keluhan terkait kesulitan membangun gereja di daerah yang minoritas Kristen.

 

Perwakilan GEKIRA juga meminta Pimpinan Pusat untuk menjembatani aspirasi mereka dan memfasilitasi kegiatan yang dilakukan oleh pengurus daerah.

 

Perwakilan dari Kepulauan Riau, menyampaikan laporan perkembangan dan program kerja GEKIRA 2024. Ia menyoroti pentingnya konsolidasi dan sinergi antara gerakan pikiran dengan pergerakan di tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu, GEKIRA Kepulauan Riau juga menjalin kerjasama dengan para pendeta dan lembaga gereja untuk mensukseskan Pemilu 2024, khususnya mendukung calon presiden Prabowo Subianto.

Bacaan menarik :  Ketua DPW BAIN HAM RI,Ferry Saputra Ys Meminta Dinas Terkait Kabupaten/Kota Dan APH Usut Tuntas Anggaran Dana Publikasi Di Rawajitu Utara

 

Dalam rapat tersebut, perwakilan pengurus Gekira juga menyampaikan beberapa program kerja GEKIRA Kepulauan Riau untuk periode 2024-2025, antara lain pembinaan bidang sosial dan politik untuk pemuda, pembentukan tim quick response di bidang sosial, serta rapat-rapat stabilisasi tujuan organisasi. Ia juga menekankan pentingnya advokasi untuk penempatan tenaga pendidik yang berkeadilan dan memperjuangkan pembangunan rumah ibadah.

 

Selain itu, GEKIRA Aceh juga menyampaikan keluhan terkait kesulitan mendapatkan surat izin rumah ibadah di Provinsi Aceh. Mereka meminta petunjuk dan arahan dari pimpinan pusat untuk menyikapi masalah ini. GEKIRA Aceh juga berkolaborasi dengan GMKI Kabupaten Aceh Tenggara dalam berbagai kegiatan, termasuk perayaan Natal Nasional Partai Gerindra di Medan.

 

Para perwakilan Gekira Daerah juga mengusulkan agar kader-kader terbaik GEKIRA diusulkan untuk masuk jajaran menteri dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto. Mereka berharap Partai Gerindra, dengan dukungan GEKIRA, dapat memimpin negeri ini selama dua periode mendatang.

 

Rapat kerja ini juga menyoroti keberhasilan Partai Gerindra di Pemilu 2024, khususnya di Sulawesi Tenggara, di mana Prabowo Subianto memperoleh suara tertinggi dalam pilpres dan Partai Gerindra menduduki urutan pertama dalam perolehan suara untuk DPR RI.

 

Rapat Kerja Nasional GEKIRA 2024 ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan sinergi antar pengurus serta mewujudkan program-program yang mendukung keadilan dan persaudaraan sejati di Indonesia.

 

H. Ahmad Muzani, S.Sos., Sekjen Partai Gerindra, menyampaikan kepada peserta,

“Saudara-saudara sekalian, pertemuan ini mungkin akan menjadi pertemuan yang bersejarah. Kita sedang menunggu pelantikan ketua umum, ketua dewan pembina Partai Gerindra, untuk dilantik menjadi Presiden Negara. Ini adalah mimpi dan harapan kita semua. Pertemuan ini bersejarah karena perjuangan kita selama ini.

Bacaan menarik :  Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Apresiasi Pembentukan Ormas GENTAR Yang Fokus Cegah Tawuran Remaja dan Narkoba 

 

Kita sudah lama menunggu momentum ini dan akhirnya, momentum ini tiba. Bagaimana kita menghadapi situasi ini? Seringkali kita harus kuat. Bertahun-tahun kita berada di luar pemerintahan, menghadapi situasi sulit yang sudah kita rasakan. Sudah menjadi kebiasaan kita dalam berjuang dengan kekurangan uang dan biaya. Sumbangan dan hubungan di antara kita adalah kebiasaan yang kita jalani tahunan bahkan puluhan tahun.

 

Kenapa kita lakukan semua ini? Jalan perjuangan ini tidak boleh berhenti. Jarum jam sudah berputar dan arah perjuangan itu telah mencapai puncaknya, yaitu pemilihan presiden. Presiden Republik Indonesia adalah cita-cita dan harapan kita sejak partai ini berdiri.

 

Kita menginginkan pemimpin yang bisa menjaga kelangsungan kebersamaan dan kerukunan kita, yang bisa menjaga kebhinekaan. Pemimpin yang baik, apapun jenis kelaminnya, yang bisa memperjuangkan kepentingan rakyat dan mempraktekkan sifat-sifat kebaikan.

 

Kita harus berusaha menghadirkan praktek kekuasaan dalam pikiran kita. Tuhan hadir dalam praktek kekuasaan pemerintahan, mengawasi jalannya pemerintahan. Saya berharap organisasi keagamaan di bawah Gerindra dapat turut serta dalam upaya ini.”Jelas Ahmad Muzani

 

 

Di sisi yang sama pada Rakernas Gekira Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan bahwa dalam memantau, mengawal, dan mengawasi, perlu adanya penyortiran yang jelas antara urusan yang benar-benar penting dan yang bersifat pribadi. “Kita harus sortir, mana yang benar, mana yang urusan keluarga Itu bukan tugas kita, itu urusan Tuhan,” ujarnya.

Bacaan menarik :  Munas Dan Pelantikan DPP ( GENTAR) Periode 2025- 2030 " Meranjut Persatuan Dalam Bingkai Asta Cita GENTAR Siap Memperkuat Peran Grnerasi Muda Menuju Generasi Emas 2045"

 

Hashim juga menegaskan bahwa laporan yang diterima bukan berasal dari anggota partai, melainkan dari aspirasi masyarakat umum.

 

“Di dalam partai politik, ada banyak politisi dan pejabat, termasuk kepala BKKBN RI dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Forum ini adalah salah satu alat perjuangan Gerakan Indonesia Raya untuk menampung aspirasi masyarakat, khususnya kader Gerindra yang beragama Katolik, Protestan, dan Kristen lainnya,” jelas Hashim.

 

Ia menambahkan bahwa tugas partai adalah menjadi alat politik untuk menampung aspirasi kader Gerindra yang beragama, termasuk Katolik dan Kristen Ortodoks.

 

“Kepada seluruh kader Gerindra, tugas kita akan dimulai dengan pemerintahan yang baru, kita di GEKIRA sebagai sayap partai Gerindra baik dari Kristen Protestan, Katolik dan untuk saling menjaga dan memperjuangkan Partai Gerindra di beberapa daerah.” Tutupnya

Bagikan postingan
Di Balik Keringat dan Tekad, Personel Lanud Sjamsudin Noor Jalani Tes Kesamaptaan Demi Kenaikan Pangkat
0
Perkuat Silaturahmi, Panglima TNI Hadiri Pertemuan Purnawirawan TNI di Kemhan
0
Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Latihan Gabungan di Karimunjawa
0
Aksi Cinta Pantai, Semangat Hari Bumi dan 40 Tahun Pengabdian Lanal Bengkulu
0
Tolak Musda Ulang: HMI Cabang Medan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada PB HMI
0
Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP)  Menggelar acara Halalbihalal & Temu Kangen
0
Aksi Solidaritas Pemuda Muslim Nusantara Bersatu Dukung Jusuf Kalla sebagai Tokoh Pemersatu Bangsa
0
Srikandi Penjaga Negeri, Polwan dan Kowad Perkuat Sinergi Lewat Olahraga Bersama Jelang May Day 2026
0
Aksi Sosial Kapolres Bekasi Kota, Warga hingga Ojol Terima Sembako Gratis
0
Ketua APPMBGI Papua Raya Perkuat Kolaborasi Dengan Pemerintah Daerah Dan Instansi Terkait, Untuk Sukseskan Sistem Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
0
National Summit APPMBGI 2026 Jadi Momentum Penguatan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia
0
Sengketa Tanah Kertajaya Indah Berlanjut ke Ranah Pidana, Status Kepemilikan Telah Inkrah
0