Lampung Barat -Petani kopi di Kabupaten Lampung Barat harap-harap cemas. Pasalnya baru saja menikmati lonjakan harga kopi yang menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah perkopian, kini harga kopi robusta berangsur angsur mulai turun dalam beberapa pekan ini.
Hal tersebut membuat sebagian petani kopi buru buru menjual hasil panen karena di khawatirkan harga akan terus terjun ke bawah.

”Seminggu terakhir, harga kopi terus anjlok. Apabila pertengahan Juli bertahan diharga Rp.70 000 saat ini awal Agustus harga kopi turun drastis Rp.54. 000 ” ujar petani kopi asal Sekincau.
Budi juga menuturkan, penurunan harga kopi ini membuat para petani harap harap cemas. Pasalnya harga kopi robusta yang terus mengalami penurunan, informasi yang mereka himpun , penurunan harga itu kemungkinan karena gudang kopi di Panjang Lampung, sedang penuh dan masih menunggu proses pengiriman ke negara-negara tujuan ekspor. Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa negara Luar yang menjadi penghasil Kopi seperti Brazil mengeluarkan Kopi hasil panen tahun kemarin .
Sementara Irwan SP, pemerhati Kopi Lampung Barat mengatakan ada berbagai faktor penyebab harga kopi tidak stabil .

Penurunan harga kopi saat ini salah satu penyebabnya adanya penyesuaian harga lokal di tingkat petani dengan harga eksport
” Di bursa london kopi robusta saat ini di harga 4,2 dolar US alias Rp 68rb per kg, ini untuk harga kopi dengan kwalitas eksport (grade 4) kalau di indonesia harga kopi ini di kisaran 63 ribu” saat di hubungi awak media Minggu, (04/08/24).
“Jadi bulan bulan kemaren harga kopi robusta di indonesia memang ketinggian di banding harga eksport” jelasnya pula.
Selain itu, dirinya juga mengatakan
Perkiraan penurunan harga kopi mungkin akan terjadi dalam 1 hingga 2 bulan ke depan .
“Mungkin Oktober ada kenaikan lagi, jadi petani kopi jual seperlunya saja” tutupnya.