Petani Cemas, Harga Kopi Mulai Anjlok!!!

Penulis :

Samsul Hadi.

Lampung Barat -Petani kopi di Kabupaten Lampung Barat harap-harap cemas. Pasalnya baru saja menikmati lonjakan harga kopi yang menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah perkopian, kini harga kopi robusta berangsur angsur mulai turun dalam beberapa pekan ini.

Hal tersebut membuat sebagian petani kopi buru buru menjual hasil panen karena di khawatirkan harga akan terus terjun ke bawah.


”Seminggu terakhir, harga kopi terus anjlok. Apabila pertengahan Juli bertahan diharga Rp.70 000 saat ini awal Agustus harga kopi turun drastis Rp.54. 000 ” ujar petani kopi asal Sekincau.

Budi juga menuturkan, penurunan harga kopi ini membuat para petani harap harap cemas. Pasalnya harga kopi robusta yang terus mengalami penurunan, informasi yang mereka himpun , penurunan harga itu kemungkinan karena gudang kopi di Panjang Lampung, sedang penuh dan masih menunggu proses pengiriman ke negara-negara tujuan ekspor. Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa negara Luar yang menjadi penghasil Kopi seperti Brazil mengeluarkan Kopi hasil panen tahun kemarin .

Bacaan menarik :  Jenguk Tetangga Sakit,Rumah Mbah Tuminem Ludes Terbakar .

Sementara Irwan SP, pemerhati Kopi Lampung Barat mengatakan ada berbagai faktor penyebab harga kopi tidak stabil .

Penurunan harga kopi saat ini salah satu penyebabnya adanya penyesuaian harga lokal di tingkat petani dengan harga eksport

” Di bursa london kopi robusta saat ini di harga 4,2 dolar US alias Rp 68rb per kg, ini untuk harga kopi dengan kwalitas eksport (grade 4) kalau di indonesia harga kopi ini di kisaran 63 ribu” saat di hubungi awak media Minggu, (04/08/24).

“Jadi bulan bulan kemaren harga kopi robusta di indonesia memang ketinggian di banding harga eksport” jelasnya pula.

Selain itu, dirinya juga mengatakan
Perkiraan penurunan harga kopi mungkin akan terjadi dalam 1 hingga 2 bulan ke depan .

Bacaan menarik :  Jembatan Bambu Sepanjang 10 Meter Ambruk, Warga Giham Balak Pekon Giham Sukamaju Harapkan Adanya Perhatian.

“Mungkin Oktober ada kenaikan lagi, jadi petani kopi jual seperlunya saja” tutupnya.

Bagikan postingan
All Out! Warga Tugu Sari Turun Tangan Bergotong Royong Perbaiki Drainase 
0
Remaja Asal Way Tenong Pergi Meninggalkan Rumah, Keluarga Berharap Segera di Ketemukan.
0
Distribusi SPPT PBB 2026 Dimulai, Ini Ada 3 Cara Bayar Pajak Lebih Mudah
0
Jelang May Day, Polres Lampung Barat Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
0
Patroli Malam Ditsamapta Polda Banten Intensif, Antisipasi Kejahatan C3 di Kota Serang
0
Limbah Tambang Meluap, Sawah Petani Tambahrejo di Ujung Tanduk
0
Jurnalis Dilarang Meliput Public Expose ABM Investama, EO Diduga Langgar Kebebasan Pers
0
Jakarta Utara Jajaki Kolaborasi TCI Global untuk Perkuat Program Kependudukan
0
AP2 Indonesia Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya. 
0
Dorong Pengelolaan Informasi Mandiri dan Kreatif, Diskominfo Lambar Sosialisasi KIM ke Kecamatan dan Puskesmas.
0
Dorong Pengelolaan Informasi Mandiri dan Kreatif, Diskominfo Lambar Sosialisasi KIM ke Kecamatan dan Puskesmas.
0
Jalin Kerjasama, Perindag Lamtim Dan SMSI Lampung Timur
0