NEGARA TIDAK BOLEH KALAH OLEH MAFIA: ALIANSI PEMUDA INTERNASIONAL KECAM BRUTALITAS DAN KONSPIRASI OKNUM POLDA PAPUA

Penulis :

Lucky suryani

Jayapura, Traznews. Com 14 Februari 2025

Skandal dugaan kriminalisasi investasi yang menimpa CEO PT. Sawerigading Internasional Group (SIG), Andi M. Irhong N,

Penggagas Mega Proyek Papua Green City Industri melalui Proyek Cendrawasih Gold Mining bersama Masyarakat Adat Keerom yang telah mempersiapkan beberapa investor ikut berinvestasi, kini memicu reaksi keras dari elemen pemuda dan mahasiswa nasional. Reski Sudirman, Ketua Aliansi Pemuda Internasional sekaligus Sekretaris Jenderal ILMISPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), secara resmi mengutuk keras tindakan oknum Subdit Tipidter Polda Papua yang dinilai telah bertindak layaknya “predator investasi” dan “mafia hukum”.

 

I. KECAMAN KERAS RESKI SUDIRMAN: “INVESTOR DI PAPUA BUKAN ATM OKNUM” Dalam pernyataan sikapnya, Reski Sudirman menegaskan bahwa apa yang dialami Andi M. Irhong adalah bentuk penghinaan terhadap iklim investasi nasional dan harga diri Masyarakat Adat Keerom di Papua. “Kami mengecam keras perilaku barbar oknum aparat yang melakukan penyiksaan, penodongan senjata, dan intimidasi terhadap Kakanda kami Andi M. Irhong. Sangat memuakkan ketika institusi penegak hukum diduga menjadi alat pemerasan bagi konspirasi gelap pihak luar (AW) yang menjanjikan uang Miliaran demi memenjarakan investor. Ketua Asosiasi Investor Indonesia bukan ATM bagi oknum berseragam!” tegas Reski Sudirman.

Bacaan menarik :  Tim RMFT BRI Bintaro Lakukan Kunjungan dan Silaturahmi ke Nasabah Ayam Kelopoe

 

II. BONGKAR KONSPIRASI DAN PEMERASAN SISTEMATIS

Rilisan ini menyoroti adanya konspirasi transaksional di mana kerahasiaan penyidikan bocor. Foto-foto interogasi internal digunakan oleh pihak eksternal untuk memeras keluarga investor asing di China. Hal ini terjadi setelah PT. SIG secara konsisten menolak membayar “Upeti Rutin” sebesar Rp25 juta hingga Rp40 juta per ekskavator per bulan serta “Uang Permisi” ratusan juta rupiah kepada oknum aparat. “Ini adalah kejahatan terorganisir. Mereka merekayasa barang bukti emas 257 gram (Hoax) dan memaksakan alat berat yang sudah mati mesin setahun menjadi alat bukti aktif. Ini adalah Sirkus Hukum demi target upeti,” tambah Reski.

 

 

III. INSTRUKSI KAWAL KASUS DAN KESIAPAN AKSI MASSA

Sebagai pimpinan organisasi mahasiswa nasional, Reski Sudirman segera mengeluarkan instruksi komando kepada seluruh elemen mahasiswa: Instruksi BEM FISIP Se-Papua: Segera merapatkan barisan untuk mengawal proses hukum di Kejaksaan dan Pengadilan guna memastikan tidak ada intervensi mafia. Kesiapan Aksi Massa: Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas dari Kapolri dan Kadiv Propam menyelidiki beberapa oknum Penyidik berinisial AP, Dt, M, dan T, maka Aliansi Pemuda Internasional bersama BEM Se-Papua akan turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di Polda Papua dan Mabes Polri. “Kami tidak akan membiarkan seorang pejuang investasi yang membawa mandat 8 Distrik di Keerom di Kriminilisasi. Kami siap mengepung setiap ruang ketidakadilan jika para predator ini tidak segera dicopot dan diadili!” seru Reski dengan nada tajam.

Bacaan menarik :  Gunakan Dana Desa Tahun 2024 Pekon Kutawaringin Bangun WC dan Sumur Bor Posyandu

 

IV. TUNTUTAN KEPADA PRESIDEN DAN KAPOLRI

Aliansi Pemuda Internasional dan PT. SIG mendesak: Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan melindungi investasi strategis dari gangguan mafia hukum daerah, PT Sawerigading Internasional Group sedang menjalani proses perizinan secara resmi ke negara, bukan Penambang Ilegal seperti yang di bekingi oleh Oknum Aparat Tangan Besi Kebal Hukum di Keerom yang rela membayar uang kordinasi sebagai “Sapi Perah”

Kapolri untuk melakukan pembersihan total dari Oknum Aparat Nakal termasuk memerintahkan dengan tegas memeriksa Oknum Aparat Penegak Hukum yang memesan kasus ini yang mendalilkan Dugaan Tambang Ilegal namun taktik pemerasan dalam sebuah konspirasi kejahatan tersistem, adanya diskriminiasi pembiaran tambang ilegal masih beroperasi dan menjadikan PT. SIG sebagai tumbal dari rekayasa bukti kasus prematur, pelanggaran HAM berat (penyiksaan terhadap tersangka) adalah Kejahatan Serius.

Bacaan menarik :  Semangat 130 Tahun! Spanduk HUT BRI Terpasang Meriah dan Megah di BRI BO BSD

Komnas HAM untuk segera menginvestigasi tindakan kekerasan fisik (pemukulan saat tangan terborgol) ancaman penodongan senjata yang dialami CEO PT. SIG demi pencabutan paksa laporan Propam Mabes Polri.

“Jangan sampai air mata masyarakat adat Keerom berubah menjadi amarah karena harapan ekonomi mereka dihancurkan oleh keserakahan oknum,”

Bagikan postingan
All Out! Warga Tugu Sari Turun Tangan Bergotong Royong Perbaiki Drainase 
0
Remaja Asal Way Tenong Pergi Meninggalkan Rumah, Keluarga Berharap Segera di Ketemukan.
0
Distribusi SPPT PBB 2026 Dimulai, Ini Ada 3 Cara Bayar Pajak Lebih Mudah
0
Jelang May Day, Polres Lampung Barat Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
0
Patroli Malam Ditsamapta Polda Banten Intensif, Antisipasi Kejahatan C3 di Kota Serang
0
Limbah Tambang Meluap, Sawah Petani Tambahrejo di Ujung Tanduk
0
Jurnalis Dilarang Meliput Public Expose ABM Investama, EO Diduga Langgar Kebebasan Pers
0
Jakarta Utara Jajaki Kolaborasi TCI Global untuk Perkuat Program Kependudukan
0
AP2 Indonesia Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya. 
0
Dorong Pengelolaan Informasi Mandiri dan Kreatif, Diskominfo Lambar Sosialisasi KIM ke Kecamatan dan Puskesmas.
0
Dorong Pengelolaan Informasi Mandiri dan Kreatif, Diskominfo Lambar Sosialisasi KIM ke Kecamatan dan Puskesmas.
0
Jalin Kerjasama, Perindag Lamtim Dan SMSI Lampung Timur
0