Lampung Barat – Kebutuhan akan pupuk yang praktis dan efektif terus meningkat di kalangan petani. Salah satu produk yang kini banyak diperbincangkan adalah Pupuk IPOH, yang dikenal mampu memenuhi 13 unsur hara esensial bagi tanaman dalam satu kemasan.
Pupuk IPOH menjadi pilihan bagi petani maupun pehobi tanaman karena dapat digunakan untuk berbagai jenis komoditas, mulai dari padi, sayuran, hingga tanaman perkebunan seperti kopi, kakao, karet, dan kelapa sawit.

Produk ini hadir dalam dua varian utama, yakni pupuk cair dan pupuk padat (hayati/organik). Untuk varian cair, penggunaannya dilakukan dengan cara disemprotkan ke daun sehingga nutrisi dapat diserap secara langsung oleh tanaman.
Sementara itu, varian padat berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan mengembalikan kesuburan lahan secara bertahap.
Secara umum, tanaman membutuhkan 16 unsur hara untuk tumbuh optimal. Tiga unsur di antaranya diperoleh dari udara dan air, sedangkan 13 unsur lainnya harus tersedia dari tanah atau pupuk.
Pupuk IPOH dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara seimbang, mulai dari unsur makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, hingga unsur mikro yang berperan penting dalam proses metabolisme tanaman.
Sejumlah pengguna menilai, keunggulan pupuk ini terletak pada kepraktisan dan kelengkapan kandungannya.
Selain itu, varian hayati juga dinilai mampu memperbaiki kondisi tanah yang telah mengalami penurunan kesuburan akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

Tak hanya itu, pupuk cair IPOH dinilai memiliki keunggulan dalam hal kecepatan penyerapan. Dengan metode aplikasi melalui daun, nutrisi dapat langsung masuk ke jaringan tanaman tanpa harus menunggu proses penguraian di dalam tanah.
Penggunaan pupuk ini disarankan dilakukan pada pagi atau sore hari, saat stomata daun terbuka optimal, sehingga penyerapan nutrisi dapat berlangsung lebih efektif.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Pupuk IPOH dinilai menjadi salah satu alternatif solusi bagi petani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem tanah.