Mafindo Himbau Masyarakat Waspadai Hoaks Terkait Demonstrasi

Penulis :

Lucky suryani

Jakarta , Traznews. Com

Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho menyampaikan maraknya konten hoaks berbasis deepfake kian mengkhawatirkan dan menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi oleh berbagai stakeholder.

 

Ia mengatakan, sejak 2023 hingga 2025, teknologi ini berkembang cepat dalam isu politik maupun penipuan digital.

 

“Temuan kami di Mafindo terkait konten hoaks yang bermuatan politik mulai marak di tahun 2019, sedangkan Deepfake ini pertama kali muncul di Indonesia pada 2023 sebelum pemilu (2024),” ujar Septiaji, saat diwawancarai media, Kamis (2/10/2025) di Jakarta Pusat.

 

Tahun 2025 ini, tren penipuan digital berbasis deepfake semakin masif. Salah satu kasus yang menjadi sorotannya ialah menyangkut nama tokoh publik seperti Sri Mulyani hingga kepala daerah.

Bacaan menarik :  DPC GRANAT Kota Metro Rayakan Anniversary GRANAT ke-25 Tahun

 

“Tujuannya jelas, untuk mengelabui dan membuat masyarakat menerima informasi yang salah,”kata Septiaji.

 

Ia menegaskan deepfake kini berdampak sosial besar, bahkan memicu fenomena yang disebut “deepfake wars”.

 

“Kami di Mafindo sudah berupaya menggunakan beragam tools untuk mendeteksi Deepfake, hasilnya tetap gagal, namun google adalah salah satu platform yang memiliki sistem untuk membongkar konten deepfake atau palsu”, ujarnya.

 

Mafindo juga turut menyampaikan bahwa adanya sejumlah hoaks di media sosial yang terkait aksi unjuk rasa besar pada akhir bulan agustus dan awal september yang lalu yakni mencakup klaim penjarahan di gedung DPR dan Mall Atrium Senen serta hoaks yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau deep fake.

Bacaan menarik :  Ketua PWI Banten Lantik Pengurus PWI Kota Tangsel Periode 2025-2028

 

Selanjutnya Mafindo mendorong kolaborasi besar lintas stakeholder dalam mencegah serta menanggulangi konten – konten hoaks dan Deepfake yang bermuatan provokasi, disinformasi, penipuan dan kejahatan.

 

“Kami mendorong adanya kolaborasi besar lintas sektor (Kementerian Komdigi, Polri, Masyarakat Sipil serta Akademisi) untuk mencegah serta menanggulangi konten – konten hoaks yang berdampak pada disintegrasi bangsa, lalu perlu adanya penguatan literasi kepada masyarakat agar tidak mudah terhasut dengan konten yang bermuatan provokasi serta disinformasi”, tegas Septiaji.

 

Terakhir Mafindo juga turut merespon menguatnya pembicaraan di media sosial terkait isu reformasi Polri.

 

“Terkait hal tersebut, kami sebagai bagian dari masyarakat sipil tentunya akan memberi masukan yang konkret untuk perbaikan Polri ke depan”, tutupnya.

Bacaan menarik :  Muchammad Sulaiman  Angota DPRD kabupaten Pasuruan  Hadir Di HUT  ke 18  Partai Hanura 

 

Reporter : Edo Lembang

Bagikan postingan
Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan
0
Sabtu Bahagia Bersama Ojol, Polda Metro Jaya Gelar Bakti Kesehatan “Ojol Sehat, Pelayanan Hebat
0
Para Mantan Dankor Brimob Temui Kapolri, Perkuat Dukungan dan Soliditas Polri
0
Harapan Itu Kembali! Rizky dan Septian Kembali ke Bangku Sekolah, Pemerintah Hadir Membuka Jalan Masa Depan”
0
Rapat Koordinasi Percepatan Perizinan Berusaha di Kawasan Industri Digelar di Kementerian Perindustrian
0
Polda Banten Gelar Sertijab Dansatbrimob, Kombes Pol Hadi Saepul Rahman Resmi Menjabat
0
Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Irwasda, Karoops, dan Dirintelkam
0
Pesta Rakyat Nonton Happy Asmara, Pelaku UMKM Lampung Timur Jadi Berkah
0
Hamim Center Hadir di Konsolidasi Jilid Pertama Relawan Prabowo, Serahkan Dukungan ke Kertanegara dan Desak Bongkar Penyadapan
0
Polsek Sekincau dan Masyarakat Gelar Jum’at Bersih
0
Meriah! SPJI dan SPPG Nusantara Tri Mekar Ajak Pelajar BNS Kenal Dunia Jurnalistik Lewat Lomba Kreatif MBG
0
Laskar Merah Putih dan ARSIP Tegaskan Dukungan kepada Presiden Prabowo, Bachtyar Tedjanegara : Ajak Kader Solid Kawal Pemerintahan
0