Tangerang Selatan, Traznews. Com Global Islamic School (GIS) Serpong resmi melepas delegasi pelajarnya untuk mengikuti ajang internasional “Powerful Daegu Festival 2025” yang akan digelar di Korea Selatan pada 8–14 Mei 2025. Acara pelepasan berlangsung pada Selasa (6/5/2025) di kampus GIS, Jalan Raya Puspiptek, Tangerang Selatan, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan dan budaya.
Acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur GIS, Dra. Ida Halya Balfas, dan perwakilan vendor kegiatan, Vivi, serta kehadiran berbagai tamu undangan.

Dalam sambutannya, Dra. Ida Halya Balfas menjelaskan bahwa GIS mengusung konsep pendidikan yang mencakup tiga pilar utama: nasional, keislaman, dan global.
“Kita memiliki konsep pendidikan nasional yang kita anut. Yang pertama adalah mengikuti kurikulum pendidikan pemerintah, kemudian yang kedua adalah keislaman, dengan menanamkan nilai-nilai Islam, dan yang ketiga adalah global. Kita harus sadar bahwa kita bagian dari masyarakat global, apalagi di era teknologi dan informasi ini. Kita ingin siswa memiliki kemampuan kepemimpinan sejak dini sebagai calon pemimpin yang baik,” jelas Ida.
Ia menambahkan, keikutsertaan siswa dalam ajang ini merupakan implementasi dari pilar global tersebut. Selain belajar di kelas, siswa juga dibekali kemampuan berbahasa Inggris, dan kegiatan ini menjadi ajang untuk memperluas wawasan mereka melalui interaksi langsung dengan masyarakat global.
“Event ini bagian dari exposure mereka. Kami juga bekerja sama dengan komunitas luar negeri, termasuk program homestay tinggal bersama warga setempat atau kos, agar mereka bisa mengikuti berbagai aktivitas secara langsung,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan vendor, Vivi, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan semangat para peserta.
“Anak-anak ini luar biasa. Kami sudah melatih mereka kurang dari dua bulan, dan semangat mereka sangat tinggi. Dukungan dari pihak sekolah juga luar biasa. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan yang telah mempersiapkan,” kata Vivi.
Vivi menambahkan, delegasi GIS berjumlah 26 orang, termasuk dua pembimbing dari sekolah, dan akan membawakan tarian cawan khas Sumatra Utara sebagai salah satu penampilan mereka di festival tersebut.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan mereka bisa menambah pengalaman dan percaya diri untuk berkompetisi di tingkat internasional,” tutupnya.
Global Islamic School (GIS) sendiri memiliki visi dan misi untuk meningkatkan kualitas lulusan dalam berbagai kompetensi, antara lain:
-Prestasi akademis (kompetensi akademis),
– Pemahaman dan praktik agama Islam (kompetensi agama Islam),
-Wawasan internasional dan penguasaan bahasa Inggris (kompetensi global),
-Kemampuan kepemimpinan (kompetensi kepemimpinan),
Dukungan kegiatan relevan untuk menunjang empat kompetensi tersebut.