Kerusakan Jalan Bertahun-tahun, Aktivitas Tambang dan Nama Bupati Disorot

Penulis :

(Tim MGG)

Pringsewu (Traznews) – Bertahun-tahun rusak tanpa perbaikan, ruas jalan di Kecamatan Pagelaran menuju Pekon Padang Rejo kini tak ubahnya kubangan panjang. Aspal hancur, lubang menganga, dan genangan air menjadi wajah akses vital yang justru seperti ditinggalkan.

Di balik kerusakan itu, muncul dugaan kuat, aktivitas truk tambang bermuatan batu yang bebas hilir mudik setiap hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan bertonase berat melintas di jalan sempit yang jelas tak dirancang menahan beban tersebut. Dampaknya nyata jalan amblas, rusak parah, dan membahayakan pengguna.

Namun persoalan tak berhenti di situ. Nama orang nomor satu di Kabupaten Pringsewu, Bupati Riyanto Pamungkas, mulai dikaitkan dengan aktivitas tambang tersebut.

Bacaan menarik :  Proyek Rehabilitasi Way Semah Dinilai Tak Beres, PUPR: Karena Desakan Petani

Seorang pekerja tambang, tanpa ragu, menyebut adanya keterkaitan.

“Ini punya Pak Sarno dengan Riyanto, kalau soal izin silakan ke kantor di atas,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Pernyataan ini langsung memicu tanda tanya. Apakah benar ada keterlibatan kepala daerah dalam aktivitas yang diduga merusak fasilitas publik.

Di sisi lain, keterangan berbeda justru muncul dari Sigit, yang mengaku sebagai kasir tambang.

Ia membantah kepemilikan oleh Bupati, namun mengakui pernah ada rencana keterlibatan sebelum menjabat.

“Memang dulu sempat mau dikelola oleh Riyanto sebelum jadi Bupati. Sekarang dikelola orang Tulang Bawang,” jelasnya.

Meski demikian, Sigit tak menampik adanya hubungan saat ini.

“Pak Riyanto hanya menyewakan excavator saja,” tambahnya.

Bacaan menarik :  Event Tingkat Nasional, Muli Mekhanai Tuba Ikut Berkompetisi

Dua pernyataan yang saling bertolak belakang ini justru memperkeruh situasi. Kepemilikan tambang menjadi kabur, sementara aktivitasnya terus berjalan tanpa hambatan dan jalan publik terus menjadi korban.

Yang lebih mengkhawatirkan, hingga kini belum ada satu pun pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Tidak ada penjelasan soal kerusakan jalan, tidak ada klarifikasi soal dugaan keterkaitan, dan tidak ada kepastian perbaikan.

Diamnya pemerintah justru memperbesar kecurigaan publik.

Sementara itu, warga dipaksa hidup dengan risiko setiap hari terancam kecelakaan, terhambat aktivitas ekonomi, dan seolah tidak memiliki perlindungan atas hak dasar mereka: jalan yang layak.

Jika benar aktivitas tambang menjadi penyebab utama, maka ini bukan sekadar soal infrastruktur rusak.nIni soal tanggung jawab. Siapa pemilik tambang sebenarnya. Siapa yang memberi izin.

Bacaan menarik :  Kios Bantah Jual di Atas HET, Petani Klaim Beli Pupuk Lebih Mahal

Dan mengapa kerusakan ini dibiarkan begitu lama. Publik kini menunggu jawaban bukan lagi janji. (Tim)

Bagikan postingan
Munas VI KBPP Polri 2026 : Samsu Rizal Arbi Serukan Soliditas Demi Stabilitas Nasional
0
Ketua KBPP Polri Sumsel M. Yansuri: Munas VI Pertegas KBPP Sebagai Mediator Polri  Dan Masyarakat
0
Anna Susanti KBPP Polri Sultra: Munas VI Harus Lahirkan Ketum Solid Jaga Kekompakan Organisasi
0
Pelayanan Satpas SIM Daan Mogot Dipuji Cepat dan Profesional, Pemohon Akui Semakin Nyaman
0
Polres Kepulauan Seribu Perkuat Pengamanan Dermaga Antisipasi Lonjakan Wisatawan Libur Panjang
0
Jakarta Bhayangkara Presisi Raih Kemenangan Perdana di AVC Men’s Club Championship 2026 Pontianak
0
Pihak RSUD KH.Ahmad Hanafiah Berkomitmen Mengevaluasi Tata Letak Ruang Perawatan,Tingkatkan Standar Kebersihan Dan Pelayanan
0
Said Aldi BKPRMI: Puluhan Ribu TKTPA Kini Dapat Bantuan Operasional, Dorong Kesejahteraan Guru Ngaji
0
Dari _Combat Force Menuju Strategic Force_, Seminar Nasional Seskoad Bahas Masa Depan TNI AD
0
MWC NU Sekincau Gelar Musyawarah Kerja ke 2, Perkuat Kelembagaan untuk Pelayanan Umat.
0
Perayaan HUT KNTI ke-17 2026: Nelayan Tradisional Jakarta Utara Suarakan Perlindungan Wilayah Tangkap
0
Ketum RAMPAS Minta Amien Rais Hentikan Pernyataan yang Dinilai Provokatif, Singgung Dukungan terhadap Program Prabowo
0