Kasus Perdagangan Orang Di Lampung, Ini Kata Kepala BP2MI di

Penulis :

LAMPUNG-Badan pelindungan pekerja pekerja migran indonesia (BP2MI) Lampung menyebut jumlah pekerja migran yang bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi diduga mencapai ribuan orang.

Menurut kepala BP2MI Lampung, Gimbar Ombai Helawarnana, data pekerja migran asal Lampung yang resmi pada tahun 2023 mencapai 21.500 orang. Dari jumlah itu, diperkirakan buruh migran yang ilegal mencapai 30 persen.

Dia mengatakan, para perekrut ilegal ini banyak menyasar kantung-kantung PMI di beberapa kabupaten di lampung.

“sindikat ini bergerak di kantung PMI, dengan mempengaruhi bisa mengubah nasib dengan penghasilan tinggi di luar negeri,” katanya.

Lebih lanjut Gimbar mengatakan, kabupaten terbanyak yang diketahui menjadi kantung pengiriman buruh migran ilegal terdapat di lampung timur, lampung selatan, lampung tengah, dan tanggamus.

Bacaan menarik :  Peringati HUT RI Ke-79, Parosil Mabsus Ajak Kita Semua Maknai Kemerdekaan Dengan Tindakan Nyata.

Untuk itu pihaknya tidak henti-hentinya menghimbau, kepada masyarakat khususnya calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tidak mengikuti perekrutan kerja luar negeri yang ditawarkan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) tanpa terregristasi resmi. Imbauan ini dikeluarkan sebagai bentuk perlindungan dasar dari maraknya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dari perusahaan tanpa izin rekrut.

“Untuk itu kita terus melakukan sosialisasi agar para calon pekerja migran ini melengkapi administrasi apa yang dibutuhkan. Seperti halnya di dalam negeri, begitu juga di luar negeri bahwa setiap pekerjaan harus memenuhi administrasi yang dibutuhkan. Jadi ini akan mencegah terjadinya masalah bagi pekerja migran di luar negeri,” tegasnya.

Sementara itu Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kembali terungkap di Provinsi Lampung. Kasus TPPO ini dibongkar subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, dengan dua kasus terungkap sekaligus.
Kasus pertama dilakukan oleh tersangka berinisial TN (38) yang merekrut korban berinisial RKY, warga bandar lampung menjadi pekerja migran ilegal ke Malaysia. Kasus kedua dilakukan oleh dua tersangka berinisial SA (37) dan JS (36). Keduanya merekrut warga tanggamus menjadi pekerja migran dengan inisial nama korban FD, AF, dan SA. (**)

Bacaan menarik :  Bukan Kaleng Kaleng, Kecintaan Bupati Parosil Mabsus Dan Wakil Drs.Mad Hasnurin Terhadap Seni Budaya.
Bagikan postingan
Modern platforms delivering seamless Instant casino experiences offer exciting wins today
0
Wakapolda dan Dirresnarkoba Polda Lampung Berganti
0
Polisi Peduli Pendidikan, Polairud Papua Barat Daya Hadirkan Perpustakaan Apung untuk Anak Pesisir
0
Antisipasi Banjir Lewat Blue Policing, Kapolda Sulut Turun Langsung Bersihkan Sungai Tondano
0
HUT ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Tegaskan Pentingnya Sinergi Dengan Insan Pers Dan Masyarakat
0
PERMALA JAKARTA DESAK PENGUSUTAN TUNTAS KASUS MENINGGALNYA MAHASISWA ASAL TANGGAMUS DI JAKARTA
0
Penuh Hangat, Bupati Ela Makan Siang Bareng Siswa Sekolah Rakyat
0
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Islam Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Midul Makati SH MH Soroti Dugaan Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran
0
Polres Metro Jakarta Pusat Amankan Pria di Kemayoran, 202 Butir Diduga Ekstasi Disita
0
Mayor Arif Affuan Danramil 426-03 Resmi Membuka Pelaksanaan Kegiatan Pemberdayaan Koramil Model TA 2026.
0
Lakukan Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur, Seorang Oknum PNS Diamankan Tim URC Sat Reskrim Polres Lampung Barat
0
Curi Ponsel di Warung Sate Pekon Sebarus, Seorang Pria Ditangkap Tim URC Sat Reskrim Polres Lampung Barat
0