Jalih Pitoeng Meyakini Prabowo Akan Penuhi Keinginan Kami Para Tapol Napol

Penulis :

Lucky sun

Jakarta,  traznews. Com komunitas Tahanan Politik (Tapol) dan Narapidana Politik (Napol) menggelar acara bertajuk “Renungan 17 Agustus 2024, Silaturahmi dan Deklarasi Tapol dan Napol 2024”. Acara ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan antara anggota komunitas Tapol dan Napol sekaligus menyampaikan harapan kepada pemerintah baru yang akan dipimpin oleh Prabowo Subianto, Sabtu (17/8/2024) di Pulau Dua Restoran, Gatot Subroto Senayan Jakarta.

 

 

 

Dalam acara tersebut, tampak hadir beberapa tokoh penting, di antaranya adalah mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko, petinggi Partai Pelopor Eko Santjojo, serta aktivis Rizal Kobar dan Eggi Sudjana. Selain itu, turut hadir tokoh FPI Munarman, Hatta Taliwang, Jalih Pitoeng, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Alfian Tanjung, Ratna Sarumpaet, Ruslan Buton, serta Jumhur Hidayat.

 

Syahganda Nainggolan, salah satu penggagas gerakan Persaudaraan Tapol dan Napol menyampaikan bahwa mereka adalah mantan tahanan politik yang pernah ditahan selama era pemerintahan Jokowi karena mengkritisi kebijakan pemerintah.

 

Syahganda berharap agar presiden terpilih, Prabowo Subianto, dapat memprioritaskan rehabilitasi mereka dalam 100 hari kerja pertamanya.

Bacaan menarik :  Konferensi Pers Di Hari Sabtu 28 Oktober 2023 Akan Mengadakan Aksi Bela Palestina

 

“Saya dan rekan-rekan berharap agar Pak Prabowo memasukan agenda kami dalam program100 hari kerjanya, yaitu membebaskan semua tahanan politik dan merehabilitasi korban-korban politik di era Jokowi,” ujar Syahganda.

 

 

Bang Jalih Pitoeg, yang juga merupakan inisiator dari persaudaraan Tapol dan Napol, menyampaikan dalam keterangannya kepada media, “Kami dari semua yang pernah ditahan dan dipenjara oleh rezim Jokowi, yang kami anggap sebagai tahanan politik karena kritik kami terhadap demokrasi, pada hari ini membentuk persaudaraan Tapol dan Napol untuk mengingatkan kembali pentingnya demokrasi di Indonesia.” tegas Jalih Pitoeng

 

Lebih lanjut, Bang Jalih menjelaskan bahwa komunitas ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat silaturahmi di antara sesama Tapol dan Napol, tetapi juga untuk terus berjuang menegakkan keadilan, kebenaran, serta menuntut hak-hak mereka yang selama ini terabaikan. “Kami berharap Prabowo Subianto, sebagai presiden terpilih, dapat memberikan amnesti, abolisi, dan rehabilitasi bagi kami,” tambahnya.

 

Jalih Pitoeng kembali menceritakan kejadian waktu itu pada tahun 2019 di pelantikan Presiden Jokowi, ” beberapa dari kami ditangkap seolah-olah kami adalah teroris. Sebagaimana yang telah diberitakan oleh berbagai media, kami dikelompokkan ke dalam beberapa klaster. Klaster pertama adalah klaster makar yang melibatkan Bang Rizal Kobar, Bunda Rahmawati, Pak Eko Sanjoyo, Bintang Pamungkas, Ahmad Anisa Ratna Sarumpaet, dan lainnya.”

Bacaan menarik :  Upacara Serah Terima Jabatan Dirlantas, dan Kabiddokkes Polda Metro Jaya”.

 

“Kami, yang termasuk dalam klaster makar ini, diduga merencanakan penggagalan pelantikan Presiden Republik Indonesia tahun 2019. Tuduhan yang kami hadapi adalah perencanaan aksi yang melibatkan bahan peledak untuk menciptakan kerusuhan di DPR/MPR dengan tujuan menolak pelantikan Presiden Joko Widodo pada periode kedua.” Kenang Jalih Pitoeng.

 

Dalam acara tersebut, mereka juga mengenang perjuangan Rachmawati Soekarnoputri, yang menurut mereka menjadi inspirasi bagi gerakan ini sejak awal. Mereka berharap agar perjuangan mereka untuk demokrasi dan keadilan dapat terus dilanjutkan, terutama di era kepemimpinan Prabowo Subianto.

 

Acara ini diakhiri dengan pembacaan piagam yang berisi tiga tuntutan utama dari komunitas Tapol dan Napol, yaitu:

1. Memperjuangkan persaudaraan di antara sesama tahanan politik dan narapidana politik tahun 2014-2024.

Bacaan menarik :  PERI Cristimas Mempererat Tali Silaturahmi Sejahtera Dalam Kesatuan Bhineka Tunggal Ika

 

2. Menyuarakan kebebasan berbicara dan menentang praktik kekuasaan yang otoriter.

 

3. Memperoleh amnesti, abolisi, dan rehabilitasi bagi para tahanan politik dan narapidana politik, serta mendesak pembebasan rekan-rekan mereka yang masih ditahan hingga saat ini.

 

Bang Jalih Pitoeng mengakhiri dengan optimisme, “Saya yakin dan percaya bahwa Prabowo akan memenuhi tiga tuntutan kami ini, yang tidak hanya untuk kepentingan kami, tetapi juga untuk memperbaiki citra beliau di mata nasional dan internasional.” pungkasnya.

Bagikan postingan
Remaja Asal Way Tenong Pergi Meninggalkan Rumah, Keluarga Berharap Segera di Ketemukan.
0
Distribusi SPPT PBB 2026 Dimulai, Ini Ada 3 Cara Bayar Pajak Lebih Mudah
0
Jelang May Day, Polres Lampung Barat Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
0
Patroli Malam Ditsamapta Polda Banten Intensif, Antisipasi Kejahatan C3 di Kota Serang
0
Limbah Tambang Meluap, Sawah Petani Tambahrejo di Ujung Tanduk
0
Jurnalis Dilarang Meliput Public Expose ABM Investama, EO Diduga Langgar Kebebasan Pers
0
Jakarta Utara Jajaki Kolaborasi TCI Global untuk Perkuat Program Kependudukan
0
AP2 Indonesia Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya. 
0
Dorong Pengelolaan Informasi Mandiri dan Kreatif, Diskominfo Lambar Sosialisasi KIM ke Kecamatan dan Puskesmas.
0
Dorong Pengelolaan Informasi Mandiri dan Kreatif, Diskominfo Lambar Sosialisasi KIM ke Kecamatan dan Puskesmas.
0
Jalin Kerjasama, Perindag Lamtim Dan SMSI Lampung Timur
0
Jelang Musorkab, Calon Ketua KONI Lambar Gelar Pertemuan dengan Pengurus dan Pengcab.
0