Figur Nasionalis Relijius Dalam “Pusaran”Panggung Politik Pilpres 2024

Penulis :

Team redaksi

Jakarta,traznews.com Bakal Calon Presiden RI 2024 dari PDIP Ganjar Pranowo SH, M.Si (GP) Kamis malam 5 Oktober 2023 bertepatan dengan peringatan HUT TNI ke 78 berkunjung ke Pondok Pesantren Modern Luhur Al-Tsaqofah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pondok Pesantren Modern Luhur Al-Tsaqofah asuhan Prof DR KH Said Aqil Sirojd M.A (SAS) adalah pondok pesantren salaf mempertahankan pola-pola pendidikan pesantren tradisional tercermin pada kurikulum yang mengajarkan kitab-kitab klasik (kitab kuning) dan ilmu pengetahuan modern. Model pembelajaran terpusat pada kiai.

 

Kehadiran GP disambut dengan lantunan Sholawat Nabi Besar Muhammad SAW dan Hadroh yang dimainkan oleh para santri. Kunjungan GP pada Kamis malam apakah merupakan sebuah ajakan ? menimbulkan banyak spekulasi dan mungkin sedikit menyibak tabir gelap tentang siapa Bakal-Cawapres yang akan dipinang oleh PDIP. GP adalah representasi dari kelompok Nasionalis (PDIP) dan SAS merupakan representasi dari kelompok Nasionalis-Relijius (Santri-Jawa) merupakan factor dominan yang dapat mengkonsolidasi suara Nahdliyin dan mengambil alih ceruk PKB serta membawa kesejukan umat.

 

Tidak bisa dipungkiri bahwa kerjasama kelompok “Nasionalis” (PDIP)-Nasionalis Relijius (Santri) telah menjadi “Jangkar” keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak republik Indonesia di proklamirkan oleh Soekarno-Hatta 1945 hingga saat ini. Telah terbukti, 10 tahun terakhir dimulai 2014-2024 Nasionalis (PDIP) yang berdampingan dengan Kaum Santri-relijius (JK-KMA) melalui kerja keras yang efektif dan efisien berhasil membangun infra struktur yang berdampak kepada semakin meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Pengalaman keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh Jokowi selama hampir 10 tahun, masyarakat menginginkan agar keberlangsungan pembangunan dapat dilanjutkan melalui pasangan Capres-Cawapres GP-SAS. Kehadiran SAS sebagai Cawapres mendampingi GP mampu memberikan insentif elektoral pemilih Islam tradisonal di Jawa, khususnya : Jawa-Timur, Jawa-Barat, Banten dan DKI Jakarta untuk meraih kemenangan Pilpres 2024. Adagium politik-nya sangat sederhana : Siapa Menguasai Jawa, Menguasai Nusantara.

Bacaan menarik :  Adanya dugaan Praktek Pemotongan Mobil Bekas di Lahan Pemda, Lurah Cilincing Tidak Merespon

 

 

 

“Siapa menguasai Jawa, Menguasai Nusantara” !!

 

Sebab : Jumlah DPT di Pulau Jawa untuk Pilpres 2024 adalah : 112.511.425 jiwa atau 55.4 % dari seluruh DPT Pilpres di Indonesia (203.056.748). Adagium politik yang sangat akurat patut untuk dicermati. Sebagai rakyat-warga masyarakat biasa saya sambut dengan gembira sebagai isyarat bahwa pendamping GP dari kalangan Nasionalis Relijius (SAS).

 

Harapan sebagian besar masyarakat yang menginginkan pasangan Capres-Cawapres GP-SAS dapat segera diwujudkan dengan penuh hormat serta harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Keberhasilan pasangan GP-SAS pada Pilpres 2024 setidaknya mengulang kembali kemenangan pasangan Jokowi-MA 2019.

 

Saya pribadi dan masyarakat luas mempunyai opini serta harapan besar Pasangan GP-SAS bisa direalisasikan dan memenangkan Pilpres 2024, rekam jejak-capaian yang telah dilakukan sebagai tokoh masyarakat, tokoh agama bisa kita baca, pelajari dan kita tauladani bersama. GP menempati posisi elektabilitas tertinggi di berbagai survey Capres yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey nasional independent.

Bacaan menarik :  GAR Alumni ITB Mendukung GANJAR PRANOWO

 

Dikaitkan dengan capaian kerja, keberhasilan pemerintahan Jokowi 10 tahun terakhir dan agenda masa depan keberlangsungan pembangunan (Change and Continuity) menuju Indonesia Emas 2045-Indonesia yang sejahtera-adil, maju dan modern.

 

Kemajuan IPM selama 10 tahun terakhir Pemerintahan Jokowi bisa dilihat : 2014 (68,9); 2015 (69,55); 2016 (70,18); 2017 (70,80); 2018 (71,39); 2019 (71,92); 2020 (71,94); 2021 (72,29); 2022 (72,91) peningjatan IPM merupakan sebuah indikator bahwa kesejahteraan masyarakat Indonesia selama 10 tahun terakhir semakin membaik. Indonesia Emas menurut persepsi Menteri PPN/ Kepala Bappenas adalah : Negara Nusantara Berdaulat, maju dan berkelanjutan, sebuah cita-cita luhur dan penuh harapan sangat mulia perlu dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kata kuncinya adalah maju dan berkelanjutan (Change and Continuity). Apakah Pasangan GP-SAS dapat terwujud ? Semua berpulang kepada keinginan dan keputusan partai pengusung untuk memenangkan Pilpres 2024 melanjutkan program pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Bacaan menarik :  Operasi Lintas Jaya di Jakarta Utara, Puluhan Kendaraan Bermotor Ditindak

 

Penulis : Muhammad Johansyah, Analisis Politik Dan Keamanan Internasional

Bagikan postingan
Di Balik Keringat dan Tekad, Personel Lanud Sjamsudin Noor Jalani Tes Kesamaptaan Demi Kenaikan Pangkat
0
Perkuat Silaturahmi, Panglima TNI Hadiri Pertemuan Purnawirawan TNI di Kemhan
0
Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Latihan Gabungan di Karimunjawa
0
Aksi Cinta Pantai, Semangat Hari Bumi dan 40 Tahun Pengabdian Lanal Bengkulu
0
Tolak Musda Ulang: HMI Cabang Medan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada PB HMI
0
Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP)  Menggelar acara Halalbihalal & Temu Kangen
0
Aksi Solidaritas Pemuda Muslim Nusantara Bersatu Dukung Jusuf Kalla sebagai Tokoh Pemersatu Bangsa
0
Srikandi Penjaga Negeri, Polwan dan Kowad Perkuat Sinergi Lewat Olahraga Bersama Jelang May Day 2026
0
Aksi Sosial Kapolres Bekasi Kota, Warga hingga Ojol Terima Sembako Gratis
0
Ketua APPMBGI Papua Raya Perkuat Kolaborasi Dengan Pemerintah Daerah Dan Instansi Terkait, Untuk Sukseskan Sistem Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
0
National Summit APPMBGI 2026 Jadi Momentum Penguatan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia
0
Sengketa Tanah Kertajaya Indah Berlanjut ke Ranah Pidana, Status Kepemilikan Telah Inkrah
0