Dul Muluk dan Dul Malik”: Mengangkat Cerita Rakyat Sumatera Selatan ke Layar Lebar

Penulis :

Lucky sun

Jakarta,traznews.com Film “Dul Muluk dan Dul Malik,” sebuah film yang berbahasa Sumatera Selatan, siap menghiasi layar lebar mulai 12 September 2024. Disutradarai oleh Aditya Gumay, film ini dibintangi oleh para bintang besar Indonesia, termasuk Anwar Fuady, Meriam Bellina, Bagas Ran, Roy Marten, dan Atik Kanser, serta melibatkan aktor dan aktris lokal dari Palembang.

 

Film ini mengusung genre horor dengan sentuhan komedi khas Sumatera Selatan, yang diyakini akan mampu menghibur penonton di seluruh Indonesia.

 

Dalam sebuah wawancara eksklusif di Lui’s Kitchen, Jalan Sedayu City, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Ir. Yakup Chandra Lui, selaku Eksekutif Produser, mengungkapkan alasan di balik ketertarikannya untuk memproduksi film ini. “Saya punya visi dan misi untuk mengangkat cerita rakyat Indonesia ke layar lebar. Indonesia kaya akan cerita rakyat, tetapi sayangnya belum banyak yang diadaptasi menjadi film. ‘Dul Muluk dan Dul Malik’ menjadi film layar lebar pertama yang mengangkat 20 tokoh dari Sumatera Selatan,” ujarnya.

Bacaan menarik :  Eks Ketua HMI Gowa Raya Henriono: Sidang Hak Angket DPRD Gowa Bahas Dugaan Perselingkuhan Bupati Husniah Langgar Privasi 29 Juni 2026

 

Ir. Yakup juga mengungkapkan bahwa produksi ini merupakan bagian dari kontrak tiga film dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Setelah “Dul Muluk dan Dul Malik,” akan menyusul dua film lainnya yang mengangkat cerita lokal, yaitu “Adik Gawe” dan “Wong Kito Galo.” Selain itu, Ir. Yakup juga berencana untuk memproduksi film kolosal tentang Pahlawan Nasional, Panglima Sudirman.

 

Ir. Yakup menambahkan, “Kami juga sedang menggarap proyek film internasional yang bekerja sama dengan Romania. Film ini akan menggabungkan cerita Dracula dengan hantu-hantu dari Indonesia, dan kami berharap dapat memberikan sesuatu yang unik dan menarik.”

 

Film “Dul Muluk dan Dul Malik” menampilkan kolaborasi apik antara aktor senior dan pendatang baru. Ir. Yakup berharap bahwa film ini akan menjadi inspirasi bagi para produser lain di Indonesia untuk lebih memperhatikan dan mengangkat cerita rakyat dari seluruh daerah di Indonesia. “Kita harus mengangkat cerita rakyat kita sendiri menjadi film yang baik dan layak ditonton bersama,” tutupnya.

Bacaan menarik :  Limbah Medis Dokter Umum di Pujodadi Berserakan, Warga Terancam Bahaya

 

Film ini tidak hanya akan menyuguhkan hiburan, tetapi juga edukasi bagi para penontonnya. Dengan sentuhan komedi dan elemen lokal yang kental, “Dul Muluk dan Dul Malik” siap menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan budaya Sumatera Selatan kepada masyarakat luas.

Bagikan postingan
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan
0
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
0
Tiba di Sumsel, 200 Personel Brimob BKO Jalani Pembekalan Sebelum Tangani Karhutla
0
Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden RI
0
Exceptionnel gain et jackpot bob casino, lexpérience ultime pour les amateurs de sensations fortes
0
Geliebte Slots mit https://sltomania.com.de für stundenlangen Spielspaß und große Gewinne entdecken
0
Satpol PP Tindaklanjuti Aduan, Lima Kendaraan Ditolak Isi Biosolar
0
Bukti Nyata Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolri Suyudi Bedah Rutilahu di Rumpin
0
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0