Diduga Cemari Irigasi dan Sawah, Limbah Cair Dapur MBG SPPG Sukanegara Bulok Disorot Warga

Penulis :

Team MGG

TANGGAMUS (Traznews) – Aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukanegara, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, menuai sorotan. Limbah cair dari dapur tersebut diduga dibuang langsung ke aliran irigasi dan areal persawahan warga tanpa pengolahan memadai.

Akibatnya, petani mengeluhkan bau menyengat yang muncul saat mereka hendak mengolah lahan. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran soal dampak lingkungan dan kesehatan jangka panjang.

“Itu kan dibuang ke sawah. Bagusnya dibuang ke siring depan saja. Kalau waktu kita mau ke sawah itu bau sih,” keluh seorang warga setempat, Jumat (13/2/2026).

Ironisnya, Ridwan yang mengaku sebagai petugas keamanan di dapur MBG tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan limbah cair dibuang ke siring di pinggir jalan raya. Selain itu Ridwan menyebut bahwa dirinya juga seorang wartawan.

“Limbah cair itu dibuang ke siring, saya ini wartawan jugalah bang,” ujarnya.

Bacaan menarik :  Kakon Gumukmas Dicecar Inspektorat, Dugaan Korupsi Dana Desa 2024 Kian Menguat

Pernyataan ini justru memunculkan tanda tanya baru. Apakah limbah benar-benar dibuang ke siring, atau justru mengalir hingga ke irigasi dan sawah warga? Jika dibuang ke siring tanpa instalasi pengolahan air limbah (IPAL), maka potensi pencemaran tetap terjadi karena aliran tersebut bermuara ke lingkungan sekitar.

Jika benar limbah cair dapur dibuang langsung ke irigasi atau sawah tanpa pengolahan, maka ada sejumlah regulasi yang berpotensi dilanggar, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), Pasal 60 Setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin. Pasal 104 Pelanggaran dumping limbah tanpa izin dapat dikenai pidana penjara dan denda miliaran rupiah.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Mengatur kewajiban setiap kegiatan usaha memiliki persetujuan lingkungan serta mengelola limbah sesuai baku mutu sebelum dibuang ke badan air.

Bacaan menarik :  Dua Tambang Diduga Ilegal di Gadingrejo Rusak Jalan dan Picu Banjir, Warga Saribumi Resah

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/MENLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik

Limbah domestik, termasuk dari kegiatan dapur skala besar, wajib diolah terlebih dahulu agar memenuhi baku mutu sebelum dilepas ke lingkungan.

Jika dapur MBG tersebut beroperasi dalam skala besar melayani banyak penerima manfaat, maka secara teknis wajib memiliki sistem pengolahan limbah, minimal grease trap dan IPAL sederhana, agar tidak mencemari saluran air dan lahan pertanian.

Pembuangan limbah cair dapur yang mengandung sisa makanan, minyak, dan bahan organik dapat menyebabkan, Penurunan kualitas air irigasi, Timbulnya bau busuk akibat pembusukan anaerob, Penyumbatan saluran air karena lemak dan endapan, Gangguan kesuburan tanah dalam jangka panjang

Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu konflik sosial antara pengelola dapur MBG dan warga sekitar.

Program MBG yang bertujuan mulia untuk meningkatkan gizi masyarakat tidak boleh justru menimbulkan persoalan lingkungan baru. Pemerintah daerah, khususnya dinas terkait dan instansi lingkungan hidup di Kabupaten Tanggamus, perlu turun tangan melakukan inspeksi lapangan, uji kualitas air, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi.

Bacaan menarik :  SMAN 1 Adiluwih Diduga Pungut Dana Komite untuk Bangun RKB 3 Lokal

Transparansi dan akuntabilitas mutlak diperlukan agar program sosial tidak berubah menjadi sumber pencemaran yang merugikan masyarakat. (Tim)

Bagikan postingan
Remaja Asal Way Tenong Pergi Meninggalkan Rumah, Keluarga Berharap Segera di Ketemukan.
0
Distribusi SPPT PBB 2026 Dimulai, Ini Ada 3 Cara Bayar Pajak Lebih Mudah
0
Jelang May Day, Polres Lampung Barat Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
0
Patroli Malam Ditsamapta Polda Banten Intensif, Antisipasi Kejahatan C3 di Kota Serang
0
Limbah Tambang Meluap, Sawah Petani Tambahrejo di Ujung Tanduk
0
Jurnalis Dilarang Meliput Public Expose ABM Investama, EO Diduga Langgar Kebebasan Pers
0
Jakarta Utara Jajaki Kolaborasi TCI Global untuk Perkuat Program Kependudukan
0
AP2 Indonesia Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya. 
0
Dorong Pengelolaan Informasi Mandiri dan Kreatif, Diskominfo Lambar Sosialisasi KIM ke Kecamatan dan Puskesmas.
0
Dorong Pengelolaan Informasi Mandiri dan Kreatif, Diskominfo Lambar Sosialisasi KIM ke Kecamatan dan Puskesmas.
0
Jalin Kerjasama, Perindag Lamtim Dan SMSI Lampung Timur
0
Jelang Musorkab, Calon Ketua KONI Lambar Gelar Pertemuan dengan Pengurus dan Pengcab.
0