Jakarta, traznews. Com Induk Keluarga Minangkabau (IKM), organisasi masyarakat Minangkabau, menggelar Silaturahmi Akbar Masyarakat Minang dengan tema “Kito Badunsanak, Sukses dan Bahagia Basamo”. Acara yang berlangsung pada Minggu (8/12/2024) di Graha Awaliyah, Jati Waringin, Jakarta Timur, ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Komjen Pol (Purn.) Dr. Boy Rafli Amar, M.H., yang juga menjabat Ketua DPP IKM.

Turut hadir dalam acara ini Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, Ketua DPW IKM Jawa Barat H. Armet, S.E., Wakil Ketua DPD IKM Cimahi, Calon Wali Kota Cimahi Letkol Purn. Ngatiyana, Calon Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yuhistira, S.E., Ak., serta pengurus IKM dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara dimulai dengan pembacaan doa, tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan diikuti oleh lagu Mars IKM.
Dalam sambutannya, Ketua DPP IKM, Boy Rafli Amar, mengajak masyarakat Minangkabau yang merantau untuk terus menjaga persaudaraan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, atas usahanya membangun Sumatra Barat menjadi lebih baik.
Boy Rafli turut menghimbau para pengurus IKM untuk bersinergi dengan pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, demi kemajuan bersama.
Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Minangkabau yang hadir. “Semoga keluarga Minangkabau yang tersebar hingga ke luar negeri dapat bergabung dalam organisasi ini,” ujar Mahyeldi.
Ia menekankan pentingnya solidaritas di antara masyarakat Minangkabau di perantauan, baik yang bergerak di sektor perdagangan maupun bidang lainnya. “Salah satu contoh solidaritas ini adalah Andra Soni, orang Minangkabau yang menjadi Gubernur Banten. Hal ini membuktikan persatuan masyarakat Minangkabau yang saling mendukung,” tambahnya.

Mahyeldi juga mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan pembangunan di Sumatra Barat. Ia berharap jalan-jalan yang rusak segera diperbaiki melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Selain itu, beberapa infrastruktur lain juga akan menjadi fokus utama.
Dalam pesannya, Mahyeldi mengajak masyarakat Minangkabau untuk menjaga identitas budaya dengan mengenakan pakaian adat Minang dalam berbagai acara. “Saya berharap masyarakat Minang di perantauan dapat menjadi etalase budaya Minangkabau,” tegasnya.
Acara ini tidak hanya mempererat hubungan antarsesama masyarakat Minangkabau, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan visi dan misi dalam membangun kebersamaan di perantauan maupun di kampung halaman.