Lampung Barat-Dampak kerugian atas rusaknya pipa paralon milik warga pekon Gunung Ratu kecamatan Suoh yang hancur oleh rombongan gajah di tafsir mencapai puluhan juta rupiah,(20/09).
Asep warga sekitar menyampaikan ada 25 batang paralon ukuran besar yang tidak dapat dipakai kembali akibat rombongan gajah yang melintas.
Jadi ada 4 titik yang rusak, di hitung oleh mas walam selaku tim perawatan air bersih pekon gunung ratu dan warga yang ikut memper baiki jumlahnya 25 btang yang rusak akibat di obrak abrik kawanan gajah liar.
“Selanjutnya untuk harga paralon ukuran 6 inchi merek rujika perbatang harga sekitar 900 ribu rupiah itu yang bagus” ungkap Asep.
Bila di hitung 25 x Rp.900 000 = 22.000.500,00 (dua puluh dua juta lima ratus ribu rupiah).

Diberitakan sebelumnya Tapak Gajah Lindas Paralon Air Bersih, Milik Warga Gunung Ratu .
Bila Selasa (26/09) Sore hari sekitar pukul 17.00 WIB rombongan gajah liar yang berjumlah belasan ekor sedang asyik makan tanaman padi yang siap panen milik mbah Rakim warga Pekon Kalibata kecamatan Suoh.
Kini, Kamis (28/09) Warga masyarakat Pekon Gunung Ratu kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat perbaiki pipa paralon air bersih yang rusak tergilas kaki serombongan gajah liar tersebut
Dari sumber yang didapat awak media traznews.com nampak warga masyarakat Pekon Gunung Ratu bergotong royong memperbaiki batang paralon yang rusak hancur dengan mengganti kembali menggunakan paralon baru, karena saat ini kebutuhan air bersih sangat di perlukan dampak elnino yang berkepanjangan
Sementara Sugeng Hari Kinaryo Adi membenarkan peristiwa rusaknya paralon air bersih milik warga tersebut .
“Iya bener mas, Pekon Gunung Ratu warga masyarakat Pekon Gunung Ratu hari ini sedang bergotong royong memperbaiki kerusakan pipa paralon tersebut” kata Sugeng
Letak paralon di hutan damai, diperkirakan semalem itu kejadiannya, saat rombongan gajah melintas menuju hutan menginjak injak pipa paralon tersebut.
” Untuk kerugian belum dapat dihitung mas yang jelas pasti rugi, mudah mudahan warga tetap semangat dan bersabar dan rombongan gajah yang kerap kali masuk ke pemukiman warga segera masuk dan kembali ke dalam hutan” tutupnya .