Lampung Barat, — Hari ini, Senin, 26 Oktober 2026, sebanyak 20 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dilantik oleh Bupati Parosil Mabsus pada pagi hari.
Selanjutnya, pada sore hari, Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, melantik 72 pejabat lainnya.
Entah hanya sebuah kebetulan atau ada hikmah yang dapat direnungkan di balik peristiwa ini. Sebab, jika kita membuka Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Ahzab ayat 20 dan ayat 72, terdapat angka yang sama dengan jumlah pejabat yang dilantik hari ini.
Tentu, kita tidak dapat memastikan bahwa kesamaan angka tersebut merupakan pertanda tertentu. Namun, sebagai umat Islam, peristiwa ini dapat menjadi bahan renungan untuk memahami makna tanggung jawab, keteguhan hati, dan amanah dalam kehidupan, terutama bagi mereka yang menerima jabatan.
1. Surah Al-Ahzab Ayat 20: Tentang Keteguhan dan Tanggung Jawab
QS. Al-Ahzab ayat 20
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا ۖ وَإِن يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُم بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنبَائِكُمْ ۖ وَلَوْ كَانُوا فِيكُم مَّا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا
Artinya:
“Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi. Dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.”
Ayat ini berbicara tentang keadaan kaum munafik dan orang-orang yang diliputi ketakutan dalam konteks Perang Ahzab.
Ada pelajaran yang dapat kita renungkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi seseorang yang mengemban jabatan dan tanggung jawab:
Keteguhan hati diuji ketika menghadapi kesulitan.
Kesetiaan terlihat ketika keadaan tidak selalu menguntungkan.
Tanggung jawab tidak seharusnya ditinggalkan hanya demi mencari keselamatan diri.
Keberanian dan keyakinan perlu tercermin dalam sikap serta tindakan nyata.
Dalam konteks kepemimpinan, jabatan membutuhkan keberanian untuk menghadapi persoalan, keteguhan dalam mengambil keputusan, serta kesediaan untuk tetap bertanggung jawab ketika menghadapi tantangan.
2. Surah Al-Ahzab Ayat 72: Jabatan Adalah Amanah
QS. Al-Ahzab ayat 72
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.”
Ayat ini mengingatkan kita betapa besar tanggung jawab yang dipikul manusia dalam menjalankan amanah.
Jabatan bukan sekadar kedudukan, kehormatan, atau kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan. Di balik jabatan, terdapat tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, penuh kejujuran, dan keadilan.
Bagi pejabat pemerintah, amanah itu bukan hanya kepada atasan atau institusi, melainkan juga kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, kepedulian, dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama.
Karena itu, jangan hanya bangga ketika mendapatkan jabatan. Yang lebih penting adalah bagaimana jabatan tersebut dijalankan dan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Renungan: Bukan Sekadar Angka, Melainkan Pengingat
Dua puluh pejabat dilantik pada pagi hari dan 72 pejabat pada sore hari. Kesamaan angka dengan Surah Al-Ahzab ayat 20 dan 72 tentu menarik untuk direnungkan.
Namun, kita tidak perlu menjadikannya sebagai pertanda atau memastikan adanya hubungan khusus dengan kehendak Allah SWT. Yang terpenting adalah mengambil hikmah dan menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Bagi siapa pun yang hari ini menerima jabatan, ingatlah bahwa jabatan adalah amanah, bukan semata-mata kebanggaan.
Jalankan tugas dengan jujur, berlaku adil, jauhi penyalahgunaan wewenang, dan hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab, jabatan memiliki batas waktu, tetapi pertanggungjawaban atas amanah tidak berhenti pada berakhirnya masa jabatan.
Semoga para pejabat yang baru dilantik senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas demi kemajuan Kabupaten Lampung Barat dan kesejahteraan masyarakatnya.
Wallahu a’lam bish-shawab.