Kemarau Berkepanjangan, Kutu Kebul Jadi Ancaman Baru Petani Kopi Lambar

Penulis :

Samsul Hadi

LAMPUNG BARAT — Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi tantangan tersendiri bagi petani kopi di Kabupaten Lampung Barat. Bukan hanya persoalan kekeringan, petani juga harus mewaspadai serangan hama kutu kebul yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan pembentukan buah kopi.

 

Hama berukuran kecil tersebut jangan dianggap sepele. Jika populasinya berkembang tanpa pengawasan, keberadaannya dapat mengganggu kondisi tanaman dan berpotensi menekan produktivitas kebun.

 

Petani biasanya menyebut serangga ini sebagai kutu kebul. Hama dapat ditemukan di bagian tanaman tertentu dan perlu dipantau secara rutin, terutama ketika kondisi kebun mendukung perkembangannya.

Yang menjadi perhatian, hama dan gangguan pada tanaman dapat muncul bersamaan dengan kondisi tanaman yang sedang mengalami tekanan akibat cuaca. Karena itu, petani diminta tidak menunggu sampai kondisi tanaman menunjukkan kerusakan parah.

Bacaan menarik :  Polsek Sekincau Polres Lampung Barat Menerima Penghargaan Kompolnas Award 2024.

 

Bunga kopi yang mengering juga perlu menjadi perhatian. Bagian tanaman yang sudah tidak produktif sebaiknya ditangani dan kebun dijaga kebersihannya. Pemantauan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui sejak dini apabila mulai ditemukan tanda-tanda serangan.

 

Jika serangan sudah ditemukan, petani dapat melakukan pengendalian sesuai kondisi di lapangan. Penggunaan insektisida harus dilakukan secara bijak, tepat sasaran, dan mengikuti petunjuk label serta dosis yang dianjurkan. Bila diperlukan, petani dapat berkonsultasi dengan penyuluh pertanian atau petugas perlindungan tanaman.

 

Pengendalian tidak cukup hanya dengan penyemprotan. Kebersihan kebun, pemangkasan, pemantauan tanaman, serta pengelolaan lingkungan kebun menjadi bagian penting untuk menekan perkembangan hama.

 

Bacaan menarik :  Pemkab Lampung Barat Gelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Liwa.

Petani kopi Lampung Barat diingatkan agar tidak terlena. Saat harga dan produksi kopi menjadi tumpuan ekonomi keluarga, setiap gangguan pada tanaman harus diantisipasi sedini mungkin.

 

Kutu kebul memang kecil, tetapi jangan sampai kerugiannya menjadi besar.

 

Petani harus rutin turun ke kebun, memeriksa kondisi tanaman, mengenali tanda-tanda serangan, dan mengambil langkah pengendalian sebelum gangguan berkembang lebih luas.

 

Sebab, menjaga produksi kopi bukan hanya dilakukan ketika musim panen tiba. Perlindungan tanaman harus dimulai sejak bunga, calon buah, hingga buah berkembang.

Bagikan postingan
Jelang Keberangkatan 29 Oktober, PT Muriz Gelar Manasik Umrah, Hj. Surtini Tekankan Kesiapan Ibadah dan Kesehatan Jemaah.
0
Rumah Warga Ludes Terbakar, Bupati Parosil Gercep Kunjungi Keluarga Korban
0
Tour of Duty, Tujuh Jabatan Polda Banten Berganti
0
Polda Metro Jaya Gelar Apel Kesiapan, TNI-Polri Kedepankan Pelayanan Humanis dalam Pengamanan Aksi
0
Insiden Keributan  di Pekon Manggarai, Klarifikasi di Pertanyakan Publik
0
PWI Provinsi Banten Telah Terima Berkas Verifikasi Keanggotaan PWI Kota Tangsel
0
Viral! Video Keributan di Panggung Orgen Tunggal Seret Nama Anggota DPRD Lampung Barat, Komarudin Watubun Turun Tangan
0
Increíbles oportunidades con sol casino bonus code para ganar dinero real y disfrutar juegos emocionantes online
0
Zanzabella Dituding Menjebak, Kuasa Hukum: Klien Kami Tidak Pernah Menguasai Rekaman Video
0
Genuine hospitality alongside https://vegas-stars-australia.org delivers unforgettable casino experiences
0
Safari Subuh Kamtibmas, Polsek Sekincau Hadir di Tengah Masyarakat, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan
0
Korkealaatuiset kasinopelit ja big-luckysfi.com tarjoavat jännitystä sekä viihdettä kaikille pelaajille
0