BNPT Mengapresiasi Peluncuran Buku “Keluar dari Jerat Kekerasan” Sebagai Rujukan Strategi Pencegahan

Penulis :

Lucky suryani

Jakarta , Traznews. Com Kepala Sub Direktorat Intelijen Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kombes. Pol. Bayu Wijanarko, M.H., mengapresiasi peluncuran buku berjudul “Keluar dari Jerat Kekerasan.”

 

Buku karya Dr. Leebarty Taskarina yang berisikan pengalaman 20 perempuan tentang perannya dalam jaringan terorisme, latar belakang hingga bagaimana mereka mengambil keputusan secara sadar untuk bergabung dalam kelompok ideologi kekerasan.

 

“Peluncuran buku ini patut diapresisasi karena buku ini membantu kita untuk memahami bagaimana dan mengapa seorang perempuan itu yang sejatinya memiliki nilai keibuan, justru secara sengaja atau tidak sengaja menjadi aktor penting di dalam berbagai peristiwa atau aktivitas terorisme,” kata Bayu saat ditemui usai peluncuran buku pada Jumat (8/7/2025).

Bacaan menarik :  Aparat Gabungan Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Puncak Amankan Aksi Masyarakat di Ilaga, Situasi Berlangsung Aman dan Kondusif

 

Menurut Bayu, buku ini itu bisa menjadi salah satu rujukan di dalam strategi intervensi di dalam dunia pencegahan khususnya kepada Wanita atau Ibu.

 

Dirinya juga menambahkan bahwa transformasi peran perempuan dalam aktivitas terorisme haruslah disikapi dengan peran perempuan juga sebagai penguat ideologi.

 

“Ada transformasi perubahan peran perempuan dari zaman pergerakan JI kemudian ISIS. Mereka menjadikan perempuan lebih aktif untuk melakukan aktivitas terorisme, ya kita juga menggunakan counternya perempuan sebagai enabler untuk penguatan ideologi di masyarakat,” tambahnya.

 

Di lain pihak, Pakar Terorisme Solahudin mengatakan bahwa pada saat ini jumlah perempuan yang ikut terlibat dalam aksi teror meningkat dari periode sebelumnya ini dikarenakan taktik jaringan teror menjadikan perempuan sebagai penarik sorotan media demi mencapai tujuannya yakni menyebar rasa takut.

Bacaan menarik :  10 Parpol Pengusung Tetap Solid Dukung Ela-Azwar Hadi

 

Solahudin menekankan, penting untuk kita mengetahui terjadi perubahan landscape terorisme di Indonesia yakni keterlibatan perempuan. Perempuan yang terlibat dalam kasus tindak pidana terorisme ada sekitar 55 orang ini 5 kali lipat dari periode sebelumnya.

 

“Hal ini karena tujuan jaringan teror adalah menyebarkan rasa takut dan memerlukan media. Media berkaitan dengan news value, laki laki menjadi pelaku teror sudah biasa tapi jika perempuan itu luar biasa dan media pasti tertarik” imbuhnya.

 

Sementara itu, Dr. Leebarty Taskarina berharap kisah – kisah perempuan yang ada di dalam buku ini membuat masyarakat memahami kompleksitas keterlibatan perempuan dalam terorisme bukan dengan kaca mata penghakiman melainkan dengan lensa kemanusiaan dan dapat memperkaya khasanah literasi indonesia di bidang perempuan dan terorime. ( )

Bacaan menarik :  Personel Satgas Ops Damai Cartenz Bagikan Momen Keharmonisan Bersama Anak-Anak di Pegunungan Bintang
Bagikan postingan
Jalin Kerjasama, Perindag Lamtim Dan SMSI Lampung Timur
0
Jelang Musorkab, Calon Ketua KONI Lambar Gelar Pertemuan dengan Pengurus dan Pengcab.
0
IKAL DKI Jakarta Gelar Seminar Nasional Hybrid: Penguatan Keamanan Siber Nasional Berbasis Artificial Intelligence
0
POLRI BERI PENGHARGAAN IKPA TERBAIK PADA RAKERNIS EMPAT FUNGSI PUSAT POLRI 2026
0
WAKAPOLRI BUKA RAKERNIS EMPAT FUNGSI PUSAT POLRI 2026, TEGASKAN PENGUATAN ORGANISASI DAN BERI PENGHARGAAN IKPA TERBAIK
0
Pemkab Lampung Barat Lepas Tiga ASN Purna Bhakti, Bupati Parosil Apresiasi Dedikasi Puluhan Tahun
0
Dongkrak Nilai IKK, Pemkab Lampung Barat Studi Tiru ke Pemkot Bandung
0
Penyampaian LKPJ Bupati Mesuji Tahun Anggaran 2025 Digelar dalam Rapat Paripurna DPRD
0
Perbaikan Lampu Jalan, Dishub Fokuskan di Titik Persimpangan Lampung Barat
0
Bimtek DPRD PBB: Majenuddin Apresiasi Kiprah Sekjen Ruksamin Perkuat Partai di Daerah
0
Harlah ke-76 Fatayat NU, Aksi Nyata Bagikan 1.000 Bibit Cabai Ke Masyarakat
0
Bandel Setelah Diperingatkan, Gudang Tanpa PBG di Pringsewu Terancam Disegel
0