JAKARTA, Traznews. Com – Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi kesehatan yang akurat, khususnya terkait imunisasi. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah kesempatan acara “Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Dunia 2026” Kamis, (23/4) Kemenkes Kuningan Jakarta

Dalam keterangannya, Dante mengingatkan bahwa tantangan kesehatan di masa depan, termasuk potensi meningkatnya angka kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, sangat bergantung pada kualitas penyebaran informasi kepada masyarakat.
Ia menyoroti bahwa tanpa edukasi yang tepat, risiko kematian akibat penyakit yang dapat dicegah, seperti polio, bisa meningkat. Sebaliknya, keberhasilan program imunisasi terbukti mampu menekan bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari permukaan bumi.
“Kita melihat bahwa penggunaan vaksin sangat besar dampaknya. Ketika cakupan imunisasi tinggi, penyakit seperti polio bisa hilang dari permukaan bumi. Inilah pentingnya peran semua pihak,” ujarnya.
Dante juga menyampaikan tiga pesan penting kepada insan media. Pertama, media diharapkan menjadi indikator informasi yang benar di tengah maraknya arus informasi yang tidak terverifikasi. Ia menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas sangat dibutuhkan agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat.
Kedua, media diharapkan mampu menjadi penyeimbang dan penyegar informasi di tengah kebutuhan masyarakat akan edukasi kesehatan. Menurutnya, pemberitaan yang baik dapat mendorong masyarakat untuk secara sukarela mengikuti program vaksinasi.
“Mereka yang datang ke tempat vaksinasi bukan karena paksaan, tetapi karena kesadaran. Salah satu faktor pendorongnya adalah informasi yang mereka baca, termasuk dari media,” jelasnya.
Ketiga, ia menekankan pentingnya penyajian informasi yang aktual dan dapat dipercaya. Informasi kesehatan yang disampaikan secara tepat akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi dalam program-program kesehatan.
Dante menambahkan, komunikasi yang efektif antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dan protokol kesehatan.
“Informasi yang akurat dan terpercaya akan membentuk pemahaman masyarakat yang baik, sehingga program kesehatan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
Sebagian masyarakat menganggap bahwa imunisasi identik dengan anak-anak, padahal vaksinasi perlu dilakukan sepanjang usia. Pasalnya, imunisasi di era modern tidak hanya digunakan untuk mencegah penyakit menular tapi juga penyakit tidak menular.
“Seperti imunisasi HPV misalnya, ini untuk mencegah terjadinya kanker rahim di masa yang akan datang,” kata Dante.
Sayangnya, tambah Dante, di 2026 ini masih terjadi infodemik atau penyebaran informasi keliru terkait vaksin. Dia berharap, informasi keliru ini dapat dilawan dengan berita-berita aktual dengan sumber yang benar.
“Infodemik, disrupsi informasi yang begitu masif membuat beberapa informasi tentang imunisasi itu menjadi salah. Diharapkan kedatangan teman-teman jurnalis ini bisa meluruskan informasi, sehingga menyadarkan masyarakat untuk datang ke sentra-sentra vaksin,” harapnya