18 Gajah Liar Kepung Permukiman di Suoh Selama 2 Pekan, Warga Mulai Ketakutan!

Penulis :

Samsul Hadi

LampungBarat, Traznews.com-Konflik manusia dan satwa liar di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, semakin mengkhawatirkan.

 Sebanyak 18 ekor gajah liar dilaporkan bertahan di sekitar permukiman warga selama 15 hari terakhir dan belum berhasil digiring kembali ke habitatnya.

Kawanan gajah itu kini berada di kawasan Danau Lebar, Pekon Suka Marga, Kecamatan Suoh.

Dalam beberapa hari terakhir ini, pergerakan satwa dilindungi tersebut semakin dekat dengan aktivitas masyarakat, bahkan melintasi jalan dan jembatan di sekitar permukiman.

Warga sekitar menyebut kawanan gajah telah merusak sejumlah kebun milik masyarakat, terutama tanaman singkong dan pisang. Tidak hanya itu, fasilitas air bersih hingga area pemakaman warga turut terdampak.

Bacaan menarik :  Harimau Kembali Tertangkap Kamera Pengawas, Polres Pesisir Barat Polda Lampung Himbau Warga Waspada !!!

Di Pekon Gunung Ratu, kawanan gajah juga dilaporkan merusak saluran pipa air bersih yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat.

Upaya penghalauan terus dilakukan oleh Tim Sahabat Satwa Lembah Suoh bersama warga setempat. Namun hingga kini, kawanan gajah dinilai semakin agresif dan sulit dikendalikan.

Ketua Sahabat Satwa Lembah Suoh yang juga anggota DPRD daerah pemilihan Suoh, Sugeng Hari Kinaryo Adi, mengatakan kondisi kali ini berbeda dibanding konflik gajah sebelumnya.

“Gajah kali ini sangat agresif dan sulit digiring. Sudah 15 hari bertahan di sekitar Danau Lebar dan Hutan Marga. Bahkan sempat merusak makam serta rumah warga,” kata Sugeng, Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, turunnya kawanan gajah ke permukiman diduga dipicu berkurangnya sumber pakan di dalam kawasan hutan.

Bacaan menarik :  Wisata Sumber pelangi tugusari menjadi pilihan Guru RA sekecamatan Bangsalsari

“Diperkirakan ketersediaan makanan di habitat mereka mulai menipis sehingga kawanan turun mencari makan ke wilayah perkebunan warga,” ujarnya.

Situasi tersebut membuat warga mulai waswas. Terlebih, kawanan gajah beberapa kali terlihat mendekati pekon-pekon terdekat, termasuk wilayah Ringin Sari.

Warga kini mendesak pihak Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam segera mengambil langkah penanganan yang lebih serius untuk mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan yang lebih luas.

Saat ini masyarakat bersama tim relawan masih melakukan ronda malam dan patroli di sejumlah titik rawan guna mencegah kawanan gajah masuk lebih jauh ke permukiman.

Bagikan postingan
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0
Pemuda Nusantara Berkeadilan Resmi Laporkan Oknum Penyidik Polres Metro Jaktim ke Kompolnas
0
Attraktive Bonusangebote mit 24casino-germany.com.de und vielfältigen Spieloptionen erleben
0
0
Wichtige Informationen über granawins-de.com.de und Tipps für den erfolgreichen Weinanbau
0
Rozważne zakłady z bisoncasino i komfortowa rozrywka online dla każdego gracza
0
Bupati Nias Ya’atulo Gulo di Rakernas VII HIMNI 2026: Tantangan Nias Pulau Impian Ada di SDM
0
Polri Tambah Dukungan Personel Brimob Lintas Daerah untuk Penanganan Karhutla
0
Subuh Keliling, Upaya Polri Perkuat Harkamtibmas melalui Kedekatan Dengan Masyarakat
0