LAMPUNG SELATAN – Menjadi orang tua tunggal atau single parent bukanlah perkara mudah. Tanggung jawab besar harus dipikul seorang diri, mulai dari mencari nafkah hingga menjalankan peran sebagai ayah sekaligus ibu dalam membesarkan dan mendidik anak.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat Wulan (37), warga Jalan Mawar 3, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, menyerah pada keadaan.
Sejak suami tercintanya meninggal dunia pada November 2020, Wulan harus menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal dan membesarkan putra semata wayangnya, Farel, yang kini berusia 9 tahun.
Di tengah beratnya perjuangan hidup, Wulan justru menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti melangkah. Perempuan tangguh ini membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan keberanian untuk mencoba berbagai peluang dapat menjadi kekuatan untuk bertahan sekaligus meraih kemandirian.
Perjalanan hidup Wulan terbilang penuh warna. Ia pernah menekuni profesi sebagai wartawan, bekerja di dealer kendaraan, hingga kini menjalani berbagai aktivitas usaha dan pekerjaan sekaligus.
Tak hanya itu, Wulan juga membuka usaha salon kecantikan, menjadi instruktur senam, serta merambah dunia pemasaran properti perumahan.
Berbagai profesi tersebut dijalani dengan penuh semangat. Baginya, setiap pekerjaan merupakan peluang untuk memperoleh penghasilan sekaligus memastikan masa depan sang buah hati tetap terjaga.

Kepada awak media, Wulan mengungkapkan bahwa sejak kepergian suaminya pada 2020, beban kehidupan semakin terasa berat, terlebih dirinya harus menjalani kehidupan di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Meski demikian, ia memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Wulan berusaha bangkit, terus bekerja, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada demi memenuhi kebutuhan keluarga serta memberikan kehidupan yang layak bagi putranya.
Perjalanan Wulan menjadi gambaran nyata perjuangan seorang ibu yang tidak hanya mengandalkan satu sumber penghasilan. Dari dunia jurnalistik, pekerjaan di dealer, usaha salon, aktivitas olahraga hingga bisnis properti, semuanya menjadi bagian dari langkahnya membangun kehidupan yang lebih baik.
Di balik kesibukannya menjalani berbagai profesi, ada satu hal yang menjadi alasan terbesarnya untuk terus bertahan, yakni Farel, sang buah hati yang menjadi sumber kekuatan dan semangat dalam setiap langkah kehidupannya.
Kisah Wulan menjadi pengingat bahwa perjuangan seorang ibu tidak selalu terlihat dari seberapa besar penghasilan yang diperoleh, tetapi juga dari keberanian untuk bangkit, keteguhan menghadapi keadaan, serta kasih sayang yang tidak pernah berhenti diberikan kepada anaknya.
Wulan bukan sekadar seorang ibu tunggal.
Ia adalah sosok perempuan pekerja keras yang terus berjuang, membuktikan bahwa kehilangan bukan akhir dari segalanya dan bahwa harapan selalu terbuka bagi mereka yang tidak menyerah.