Tulang Bawang Barat,Traznews.com – Menyikapi keluhan warganya perihal kurang maksimalnya saluran air atau Draenase yang terjadi di beberapa titik wilayah Tiyuh Margodadi serta sering menimbulkan genangan air saat hujan tiba, membuat masalah baru bagi warga yang halaman rumahnya menjadi korban meluapnya air dari bahu jalan, menyikapi perihal tersebut Kepala Tiyuh Margodadi Feri Saputra harus memutar otak mencari solusi untuk segera menyelesaikan masalah yang menjadi Keluh kesah warganya,
Keseriusan dalam menangani masalah terbukti sejak pekan ini terhitung sudah (3) tiga hari ini adanya alat berat sudah beroperasi untuk membenahi saluran air (Drenase), minggu 2/4/2023, Feri Saputra didampingi Kepala suku 3 Sri Mulyani, anggota BPT dan aparatur Tiyuh setempat mengawal ketat pekerjaan tersebut sesuai dengan keinginan masyarakat,
berawal dari wilayah perbatasan jalan utama dari Tiyuh Margodadi menuju Tiyuh Sumber Rejo saat ini sudah terlihat Rapi dan terbentuk saluran air sebagai mana yang di harapkan,
Di sampaikan Sri Wahyuni Kepala suku 3 saat ditemui di lokasi pekerjaan menjelaskan, saluran air di wilayah kita ini memang harus di perbaiki, keluhan ini saya sampaikan kepada Kepala Tiyuh karna jika kita mengandalkan tradisi gotong royong hasilnya tidak memuaskan,

” atas nama warga khususnya suku 3 kami mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak kepala tiyuh, karna keluhan kami soal genangan air banjir saat hujan langsung di tindak lanjuti, jika hanya mengandalkan gotong royong warga jelas hasilnya tidak memuaskan karna sudah jelas kedalaman galian hanya semampunya tenaga, sementara dengan alat eksapator yang disewa oleh kepala tiyuh jelas hasilnya bagus serta akan terlihat rapi sesuai dengan ukuran yang tepat, “ujar Sri wahyuni,
Senada diungkapkan Feri Saputra, Kepala Tiyuh Margodadi, ini memang sudah menjadi tugas seorang pemimpin dimana setiap keluhan masyarakat soal apapun yang terjadi harus segera di tidak lanjuti,
” Memang di Tiyuh Margodadi ada wilayah di beberapa suku yang terletak di beberapa Rt saluran airnya tidak berpungsi sebagaimana mestinya,
ini sudah berlangsung lama semenjak dahulu saya belum menjabat sebagai Kepala Tiyuh, untuk itu tahun ini mulai kita perbaiki di setiap titik yang menimbulkan genangan air saat hujan tiba, untuk mensiasati agar segera dilakukan penggalian maka sengaja kita ambil alat berat dari wilayah lain, dengan tujuan agar segera terwujud keinginan masyarakat kita, bukan tanpa alasan jika kita hanya mengandalkan tenaga warga dengan sistem gotong royong maka sudah jelas lambat kemudian akan menjakan beban tersendiri bagi aparatur Tiyuh kita, kenapa demikian ini soal tradisi warga kita sudah tidak lagi seperti tradisi jaman orang tua kita terdahulu dimana setiap seminggu sekali memang aktif bergotong royong, tapi saat ini hanya sebagian kecil masyarakat yang masih mempunyai rasa kesadaran tersebut, untuk itu demi menyingkat waktu agar keluhan warga segera teratasi maka kita ambil eksapator untuk menggali saluran air seperti yang warga inginkan, “ungkapnya.