Sambut HUT RI ke-81, Sekretariat DPRD Tulang Bawang Gelar Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Penulis :

TULANG BAWANG ( Traznews)_ Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sekretariat DPRD Kabupaten Tulang Bawang menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ke-1 Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung khidmat pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertempat di kediaman Desi Adriansyah, anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1.

 

Sosialisasi tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan. Peserta diajak memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila mulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu membentengi diri dari berbagai pemahaman yang menyimpang, sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan keluarga, kampung maupun kelurahan.

Bacaan menarik :  Tiga Tahun Bersembunyi, DPO Pencuri Besi Tower di Menggala Akhirnya Ditangkap Polisi

 

Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai ideologi Pancasila dan pentingnya menjaga persatuan nasional.

Dalam sambutannya, Desi Adriansyah mengajak seluruh masyarakat untuk mengamalkan wawasan dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan serta menerapkannya di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

“Semoga pada hari ini kita semua mendapatkan wawasan dan ilmu yang telah disampaikan oleh narasumber. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan dapat kita amalkan di tengah-tengah masyarakat, sehingga kita semakin memahami arti dan pentingnya nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Desi Adriansyah juga mengajak masyarakat untuk turut menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada Senin, 17 Agustus 2026.

Bacaan menarik :  Bupati Winarti buka Tournamen Tenis Lapangan "Bupati Cup 2022" di Polres Tulang Bawang

Menurutnya, memasang bendera Merah Putih di depan rumah maupun lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu bentuk sederhana dalam menunjukkan rasa cinta tanah air dan menghargai perjuangan para pahlawan.

 

“Saya berharap masyarakat di Kecamatan Menggala, khususnya Menggala Tengah dan sekitarnya, dapat memasang bendera Merah Putih. Mudah-mudahan setelah pulang dari kegiatan ini, kita semua dapat bersama-sama memasang bendera sebagai bagian dari semangat memperingati Hari Kemerdekaan,” tambahnya.

Ia juga berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, toleransi, serta nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan sosialisasi tersebut ditutup dengan semangat kebangsaan dan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bacaan menarik :  Hanan Dan Dedi Afrizal Serukan Warga Coblos Dan Menangkan Qudrotul Ihkwan - Hankam Hasan

Merdeka!

Bagikan postingan
Kreatywność od inspiracji do realizacji przez https://rescuemagazine.pl, otwierając nowe perspektywy
0
Potential fortunes climb steadily with Aviator, but knowing when to cash out is everything
0
Strategic Gameplay and Aviator Risks for Maximum Online Casino Rewards
0
Stinné příběhy Tim Burtona v Praze s https://timburtonpraha.cz a jedinečným uměním temnoty
0
Essential strategies for maximizing profits with Aviator and minimizing risk
0
Polsek Sekincau Gelar Jumling di Masjid Baitul Hikmah Sunjaya, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat.
0
0
0
0
0
Aksi Hari Santri di Gedung KPK RI: KPK NU Gelar Istighosah Kubro Desak Tangkap Nusron Wahid dan Batalkan Keputusan AHWA Muktamar NU Tambakberas
0
“Berani Menjaga KEBENARAN, Berani Menjaga dan Mengawal MARTABAT   Aksi Unjuk Rasa dengan Istigotsah Kubro bersama Kyai Kampung Dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional dan Mendukung Penegakan Hukum terutama Penberantasan Koruptor dan Penyelamatan Marwah NU Menuntut Pembatalan Keputusan AHWA dan Penindakan Politik Uang atau Risywah di Muktamar NU Ke-35 di Tambakberas Jombang  JAKARTA – Aliansi Warga Nahdliyin yang tergabung dalam KPK NU (Komisi Pemberantasan Korupsi Nahdlatul Ulama) menggelar Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung KPK RI, Kuningan dengan istigotsah Kubro bersama Kyai Kampung Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Oktober 2026.  Dengan melaksanakan Istigotsah bersama Kyai Kampung KPK NU untuk Mendukung KPK RI, Aksi ini diikuti oleh sekitar 250 Warga NU yang tergabung dalam KPK NU, yang bergerak dari titik kumpul Aksi Istigotsah bersama Kyai Kampung digelar sebagai Bentuk dukungan Penuh KPK NU terhadap KPK RI untuk segera Menjemput Paksa sesuai Perintah Undang-Undang, karena Nusron sudah tidak kopratif dan tidak menghargai Penegak hukum.  KPK NU Meminta agar KPK RI segera menetapkan status tersangka untuk Nusron Purnomo Dalam Kasus Korupsi dilingkungan kementrian ATR/BPN, KPK NU Juga melihat Nusron Purnomo di duga kuat uang hasil korupsinya digunakan praktik politik/ Risywah, hal ini tentu merupakan bentuk pelanggaran moral yang sangat mencedrai terhadap Marwah Kyai-Kyai Sepuh di NU yang Punya Otoritas tertinggi di Organisasi NU yang sangat berdampak menciderai keabsahan proses Muktamar NU di Tambakberas, Jombang.  Muktamarin yang tanpa rasa malu menenteng tas berisi gepokan uang tunai telah menjadi saksi bisu betapa murahnya sebuah amanah di mata mereka.  Transaksi pengkondisian suara dan penyerahan uang risywah tidak I gi dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bahkan sangat keterlaluan dan tidal punya rasa malu mlakukan transaksi Money Politik/Risywah di Rumah Perjuangan Ndalem Pusaka Mbh Wahab Chasbullah sebagai Sang Pendiri, Penggerak dan Insiator Berdirinya NU,Ketika uang haram dan anasir-anasir jahat menentukan arah kepemimpinan, maka yang tersisa hanyalah kepalsuan dan pengkhianatan terhadap kepercayaan Umat.  Akankah kita terus diam melihat kesucian organisasi dihancurkan dan Otoritas tertingi Kyai-Kyai Sepuh di NU di injak-injak oleh para oknum anasir- anasir jahat yang hanya mengejar Kekuasaan..?Waktunya rakyat dan jamaah membuka mata: Praktek Money Politik/risywah di Tambak Beras adalah fakta, dan perlawanan terhadap kebusukan ini harus dimulai sekarang, kapan lagi kalau tidak sekarang dan siapa lagi kalau bukan kita…!  Tuntutan Utama Aksi  Melalui aksi ini, KPK NU menyampaikan poin-poin tuntutan resmi sebagai berikut:  1. Tangkap dan Adili Pelaku Politik Uang: Meminta aparat penegak hukum (KPK RI) untuk segera menangkap dan mengadili pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembagian uang hasil korupsi pada Muktamar NU, termasuk dugaan keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang dinilai mencederai marwah organisasi.  2. Tangkap dan Adili Gus Iful dan Juri Ardiantoro yang di duga kuat bekerjasama dengan Nusron sebagai trio Anasir jahat dalam merusak Marwah Kyai dan Marwah Institusi NU di Muktamar Ke-35 di Tambakberas Jombang.  3. Batalkan Keputusan AHWA: Menuntut pembatalan keputusan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang menetapkan Rois Aam KH. Miftachul Akhyar sebagai Rois Aam terpilih, karena dinilai cacat moral dan batal demi hukum (Melanggar Konsitusi AD/ART NU)  4.Gelar Rapat Ulang AHWA: Mendesak dilaksanakannya rapat ulang AHWA secara transparan dan berintegritas di Rumah Pusaka Mbah Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang dengan terlebih dahulu mengganti Angggota AHWA (Ahlul Hali Wal Aqdi) yang sudah jelas-jelas menerima Money Politik/Risywah dengan Anggota AHWA suara terbanyak Berikutnya.  Koordinator Aksi:Muhamad Sholihin.  Sekretariat. Graha KPK NU Lantai 2, BTN Lama JI. Anggar No. 40, Kelurahan Karanganyar, Kec.  Indramayu, Kab. Indramayu, Jawa Barat
0